Islamic State Merayu Penyerang Kurdi di Turki

Senin 3 Agustus 2015
(Sumber: pennyforyourthoughts2.blogspot.ca)

Perburuan jejak pengendalian kerusakan SAS/ISIS semakin dekat: SAS berdandan sebagai pejuang ISIS dalam perang rahasia terhadap jihadis-Humor?! Hari ini kita menyaksikan Wall Street Journal ikut terlibat dalam pengendalian kerusakan/retorika Kurdi/ISIS.

Mengapa pengendalian kerusakan diperlukan pada saat ini?

Jawaban pendeknya adalah karena sudah ada 2, ya 2, bom bunuh diri yang terjadi di Turki—dua-duanya terkait dengan Kurdi yang berafiliasi dengan ISIS. Dan ada pula persoalan: mengapa serangan Turki terhadap ISIS sama dengan serangan Turki terhadap Kurdi?

Itu persoalan BESAR, wahai pembaca! Karena kejadian ini mengisyaratkan, alih-alih saling bertempur, ISIS dan Kurdi punya hubungan kerjasama.

Persoalan besar? Apa itu?

Selama berbulan-bulan media pengelola persepsi telah menyuapi kita dengan omong-kosong tentang “Kurdi heroik” sebagai satu-satunya pejuang sukses, memukul ISIS. Kurdi menjadi lawan kutub ISIS. Banyak sekali omong-kosong seperti ini. Tentu saja, pembaca di sini tahu bahwa saya punya pemikiran lain mengenai KurdIShIS. Tapi untuk sementara saya akan fokus pada retorika media dan pengendalian kerusakan.

Tajuk utama: Bagaimana Perang Turki Terhadap ISIS Memajukan Perangnya Terhadap Kurdi.

Apa?! Perang Turki terhadap ISIS seharusnya membantu Kurdi dalam segala bentuk dan wujud.

ISIS, menurut media, adalah lawan absolut Kurdi. Dengan demikian, Kurdi, kita dengar, berperang mati-matian melawan ISIS?

Jadi, pertanyaannya jelas sekali: Lantas bagaimana mungkin perang Turki terhadap ISIS memajukan perangnya terhadap Kurdi?

Jawabannya jelas: Perang Turki terhadap ISIS hanya dapat memajukan perangnya terhadap Kurdi jika Kurdi dan ISIS adalah satu [pihak] yang sama! Atau sebagaimana sudah lama saya menjuluki mereka KurdIShIS.

Mari beranjak ke pengendalian kerusakan yang diperlukan.

WSJ, lagi-lagi: Bekerja keras untuk menutupi koneksi mencolok ini. Koneksi yang semakin diperjelas ketika orang-orang Kurdi melakukan dua bom bunuh diri di Turki. Dan ketika pengeboman Turki atas ISIS di Suriah, yang sedang dikonfirmasi dan disambut di semua tempat, dikabarkan merusak Kurdi? Barangkali Kurdi dan ISIS saling bersanding?

Tajuk utama: ISIS Merayu Penyerang Kurdi di Turki.

Tajuk ini mengakui kerjasama ISIS/Kurdi dalam teror, tapi memainkan retorika ”malangnya aku”. Juga dikenal sebagai permainan Kartu Korban: Permainan korban (juga dikenal sebagai pemeranan korban atau korbanisasi diri) adalah perekaan status korban untuk beragam alasan seperti misalnya menjustifikasi penganiayaan terhadap orang lain, memanipulasi orang lain, strategi penanggulangan, atau mencari perhatian. Israel selalu bermain kartu korban.

Orhan Gonder adalah seorang remaja Kurdi pendiam dan rajin belajar yang berbuat di luar kebiasaan dengan membantu masyarakat, menurut orang-orang yang mengenalnya di kota kecil Turki dekat perbatasan Suriah.

Jadi saat dia mulai sering mendatangi kedai teh yang dikenal sebagai pusat rekrutmen Islamic State tahun lalu, orantuanya pergi ke kepolisian dan meminta mereka menahannya sebelum berbuat sesuatu yang membahayakan. Pada 5 Juni, pemuda 20 tahun ini meledakkan bom di sebuah demonstrasi politik Kurdi di kota Diyarbakir yang tak jauh, menewaskan empat orang dan melukai lusinan, kata petugas.

Apa dia remaja Kurdi yang “rajin belajar”? Entahlah?

Dan dua pekan lalu, seorang pemuda Kurdi lain dari Adiyaman meledakkan diri di tengah unjuk rasa aktivis mahasiswa, menewaskan 31 orang yang bersiap membantu membangun kembali Kobani, kota Kurdi Suriah yang mengalami serbuan panjang Islamic State di bulan Januari.

Kedua serangan menyingkap fenomena yang meresahkan: Islamic State rupanya berhasil merayu para pemuda Kurdi Turki, sementara sanak-saudara mereka di Irak dan Suriah—sebagian besar—tengah mengangkat senjata melawan Islamic State. Militan Kurdi di Suriah, disokong dengan serangan udara pimpinan AS, telah menjadi satu-satunya kekuatan tempur paling efektif di darat melawan kelompok ekstrimis tersebut.

“Kedua serangan menyingkap fenomena yang meresahkan”. Tapi Wall Street Journal tak mau Anda memikirkannya. Itu menyingkap fenomena yang sudah lama saya bicarakan! KurdIShIS!

Paham dengan pengendalian kerusakan? Ini sedang dibesar-besarkan!

Beberapa orang Kurdi terbujuk oleh daya pikat visi Islamic State yakni mengukir kekhalifahan dan memberlakukan penafsiran Islamnya yang menakutkan.

Sepintas lalu, Adiyaman seperti menjadi ladang perekrutan menantang bagi Islamic State. Kota berpenduduk 250.000 jiwa ini belum pernah menganut nasionalisme Kurdi seperti di selatan Turki. Tapi tingkat pengangguran tinggi ditambah budaya Islam konservatif yang dominan telah menciptakan iklim untuk masuknya Islamic State dan menarik minat rekrutan dengan gaji layak dan isteri belia.

Anda pasti percaya bahwa mereka adalah “orang-orang yang tidak setia” pada kepentingan Kurdi. Kita tak bisa memverifikasi retorika ini dengan bentuk atau wujud apapun. Ini adalah naratif yang diputar menurut fakta untuk meniadakan keterkaitan Kurdi dengan ISIS.

Baca sendiri selebihnya di tautan WSJ, ISIS Merayu Pejuang Kurdi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s