Simbiosis Kurdi-ISIS – Menjelang Kehancuran Turki

Rabu 19 November 2014
(Sumber: pennyforyourthoughts2.blogspot.ca)

BAGIAN 1
Ada apa dengan hubungan antara ISIS dan Kurdi ini? (bukan spesifik Yazidi)

Tampaknya hubungan kerja yang nyata. Saya sudah menyoroti simbiosis ini lebih dari sekali di blog ini. Dan juga tempat lain!

FWIW: Saya yakin Peshmerga Kurdi dan ISIS berdempet dengan kembaran jahat Amerika/Israel.

Yang jauh lebih mungkin, ada kerjasama dan koordinasi antara Kurdi dan ISIS. Hal ini terpikirkan oleh saya belakangan ini. Bila kita perhatikan tanah yang direbut oleh ISIS dan Kurdistan, mau tak mau kita membaca ada sesuatu yang sedang mendapat bentuk. Semacam negara baru.

Agustus 2014 lalu, ISIS merebut Mosul dan kemudian Kurdi mengambilnya kembali, termasuk semua bendungan pentingnya!

Kurdi juga menendang ISIS di Sinjar. Diduga.

Saya mengupas seluruh situasi Sinjar pada saat itu terjadi—Cerita genosida Yazidi mempertegang sifat lekas percaya – Zona larangan terbang diberlakukan secara diam-diam.

Saya akan blak-blakan. Cerita Yazidi? Saya rasa itu tak dapat dipercaya. Pas. Tapi sulit dipercaya.

Kenapa Yazidi yang Kurdi, apapun definisinya, berbondong-bondong ke puncak gunung di perbatasan Suriah, padahal teritori Kurdi dikawal ketat dan nyaris tak tersentuh?

Dan sebelum postingan tersebut, saya menulis “Kamp-kamp pengungsi” di Kurdi/Irak – Kurdi meminta Zona Penyangga Larangan Terbang dan Bantuan Bersenjata AS.

“Kamp akan siap dalam waktu sepekan dan akan dioperasikan oleh orang Turki Irak, demikian menurut laporan Kantor Andolu yang dikelola negara. Sebelumnya Turki sudah mendirikan satu kamp lain untuk orang Turki Irak di Sinjar.”

Sinjar adalah tempat di mana “ISIS” mengejar Kurdi ke sebuah gunung.

Seluruh hikayat Yazidi betul-betul menguatkan dalam pikiran saya adanya kolusi antara dua kelompok Muslim SUNNI (kita akan membahasnya!): ISIS dan Kurdi. Saya sungguh berpendapat bahwa tentara rahasia NATO, yang dilabeli ISIS, memiliki orang-orang Kurdi di antara jajarannya. Pikirkan seluruh cerita Sinjar. Di sisi Irak gunung tersebut terdapat orang Kurdi, lalu ISIS masuk. Di sisi Suriahnya ada banyak pejuang Kurdi, lalu ISIS keluar?

“Di timur Kobani, di seberang perbatasan Suriah dengan Irak, terdapat kota Sinjar,” tulis Scott Ritter untuk Huffington Post.

Ini tak mungkin kebetulan.

Negara Kurdistan yang dikehendaki

Kurdistan dan perbatasan yang eksis hari ini
Kurdistan dan perbatasan yang eksis hari ini

Kita tahu ISIS diduga menguasai teritori Kurdi yang dikehendaki. Lebih dari satu. Mosul. Sinjar. Kobane. Tapi Kurdi selalu tampil sebagai pemenang. Bagaimana bisa ISIS digambarkan begitu mengancam sedangkan Kurdi dapat mengalahkan mereka semudah itu? Ngomong-ngomong, tampaknya sebentar lagi Kobane/Kobani direbut oleh Kurdi, seiring mereka mendapat perolehan baru, menurut dugaan. Seolah-olah ada keraguan teritori ini pada akhirnya akan dikuasai Kurdi. Kurdi Suriah mengalami kemajuan di jantung Kobane/i.

Israel, Kurdi, dan hubungan istimewa…
Perhatikan bagaimana Kurdi mengandalkan mitos pembentukan Israel untuk menjustifikasi negara mereka sendiri? Meski secara historis…sama dengan Israel. Klaim mereka atas tanah patut disangsikan.

Amerika Harus Mengakui Kurdistan sebagaimana mereka mengakui Israel?

“Jadi, seperti halnya Israel didirikan kembali sebagai negara Yahudi pada 1948, Kurdi merindukan pemerintahan sendiri.”

Israel didirikan kembali? Saya tak tahu pernah ada negara Israel sebelum pembentukannya di tahun 1948. Saya pikir Israel adalah seorang pria, aslinya bernama Yakub? Bagaimana caranya Israel “didirikan kembali”?

“Barangkali kesamaan sejarah menjelaskan hubungan panjang antara Kurdi dan Yahudi, sebab pengalaman Kurdi (mengutip Sèvres) merangkum pengalaman Israel (mengutip Balfour).”

Artikel terkait: 24 September 2014 – Kurdi: Istael bukan sekutu mustahil

Sungguh menarik, preseden penghancuran/pembentukan kembali negara diambil dari pendirian Israel. Fakta bahwa dua kelompok ini saling mendukung cerita masing-masing jelas bermanfaat bagi kedua kelompok dan kepentingan mereka. Kedua kelompok bisa memilih untuk saling mendukung, tapi penalaran sirkuler/begging the question tidak lantas menjadikan klaim Kurdi atau Turki benar, tepat, atau faktual. Itu cuma menjadikan klaim mereka sebagai klaim. (Begging the question adalah mengasumsikan kesimpulan sebuah argumen, artinya seorang pendebat memasukkan kesimpulan untuk dibuktikan di dalam premis argumen—penj).

Jadi kesamaan sejarah? Barangkali? Tapi seperti apa? Siapa itu Kurdi?

“Kurdi sekarang adalah Muslim mayoritas Sunni.” (Dari CNNKurd)

Hei bung, apa? “Kurdi sekarang adalah Muslim mayoritas Sunni.” Berarti mereka bisa dengan mudah hidup di antara saudara Muslim Sunni di negara manapun. Kurdi sekarang adalah Muslim mayoritas Sunni? Begitu pun ISIS. Wow!!! Sinkron?

Bagaimana dengan sinkronisasi lain?

Kita tahu Israel sangat akrab dengan banyak Muslim Sunni. Kita tahu Israel sangat akrab dengan serdadu bayaran NATO, yang beragama Islam SunnI. Kita tahu Israel akrab dengan Kurdi yang kebanyakan Muslim Sunni. Tidak ada bedanya.

Pekan lalu ada sebuah artikel di WSJ, salah satu dari banyak artikel di WSJ, tapi yang ini betul-betul menarik perhatian saya.

Tajuk utama: Kurdi Memerangi Islamic State untuk Mengklaim Sepotong Suriah.

Anak judul: Kelompok paramiliter Kurdi akan membantu AS mengusir militan Islam sebagai ganti sebidang Suriah utara untuk membangun visi utopianya.

Sepanjang jalan menuju Mediterania
Sepanjang jalan menuju Mediterania

Kelompok paramiliter Kurdi itu adalah YPG/PKK. Mulai dari sini saya akan memanggil mereka PKK. PKK sudah disebut-sebut di blog ini lebih dari satu kali. Pastinya yang terbaru di dalam artikel ini. Ditulis sebelum zona larangan terbang membentang dari Irak sampai Suriah—Anda tahu, zona larangan terbang yang diberlakukan secara diam-diam? Pasukan darat mengalir ke Suriah – PKK meminta bangsa Kurdi memerangi ISIS.

Oh, apa Anda merasa janggal AS bisa menghadiahkan teritori milik negara lain?

Apa Anda pikir itu aneh? Sudah pasti Israel menganggap ini dapat diterima karena mereka juga diberi tanah yang dihuni bangsa lain. Utara Suriah bukan cuma dihuni oleh Kurdi Muslim Sunni. Ada penduduk lain di area tersebut. Apa mereka ingin hidup dalam Utopia ini? Apa ada yang memikirkan mereka?

Jawabannya TIDAK, terutama bila kita mempertimbangkan Palestina. Jadi, tampaknya perampasan tanah ini akan mudah untuk Kurdi Muslim Sunni. Sebab ini pola berulang. Mosul, Sinjar, dan Kobane/i. Dan semua itu dengan bantuan AS/Israel/NATO.

Mari baca artikel WSJ:

RAS AL-AIN, Suriah—reklame pejuang Kurdi 19 tahun yang sedang mengacungkan senapan mesin menutupi sebagian bangunan berlubang peluru yang dulunya adalah kantor pemerintah Suriah. Bangunan ini diterlantarkan dan para pegawainya sudah lama pergi.

Reklame Pejuang Kurdi-

Hussein Kocher adalah komandan lokal berumur 40 tahun di Unit Perlindungan Rakyat, atau YPG, di pusat komando sementara di Ras al-Ain, Suriah. Kelompoknya ingin membantu AS memerangi Islamic State sebagai ganti pengakuan terhadap kekuasaan mereka atas kota-kota dan desa di wilayah mayoritas Kurdi di utara Suriah.

Kekuasaan atas kota ini sekarang menjadi milik pasukan paramiliter Kurdi yang menyombongkan lebih dari 30.000 pejuang siap membantu AS dan para sekutunya mengusir Islamic State dan militan lain dari bidang luas Suriah utara. Pasukan tersebut adalah bagian dari kelompok Kurdi yang sama yang mempertahankan Kobani dengan bantuan serangan udara AS.

Itulah PKK dan 30.000 pejuangnya. Rupanya Ras al-Ain adalah distriknya Kobani atau di dekatnya? Sepertinya informasi kontradiktif sedang berseliweran, hanya untuk klarifikasi.

Salah satu dari banyak komplikasi politik yang dihadapi AS dalam rencana tersebut adalah bahwa para pejuang Kurdi ini—cabang dari kelompok yang ditandai oleh AS dan Turki sebagai organisasi teror—ingin mempertahankan kekuasaan atas teritori yang mereka rebut untuk menciptakan visi masyarakat utopia mereka sendiri.

Jadi Kurdi Muslim Sunni merebut teritori dan dilindungi tapi ISIS Muslim Sunni merebut teritori dan harus dihalangi? Apa saya satu-satunya orang yang memandang ini sebagai pengelolaan persepsi atau bersembunyi dalam penglihatan terbuka?

“Kami siap bekerjasama dengan siapapun yang menghormati kemauan bangsa kami dan menerima kami apa adanya,” kata Hussein Kocher, komandan lokal berumur 40 tahun di Unit Perlindungan Rakyat, atau YPG. Kurdi Suriah ini telah menghabiskan separuh hidupnya memperjuangkan kemerdekaan Kurdi, sebagian besar melawan Turki.

YPG/PKK telah melakukan tindak terorisme dalam banyak kesempatan di Turki. Karenanya mereka ditandai sebagai organisasi teror. Nyatanya PKK selalu berfungsi sebagai tentara yang ditinggal. Tentara NATO yang ditinggal. Selalu siap mengawasi Turki.

Ceklis PKK sebagai Tentara yang Ditinggal
1. Terus-menerus mengawasi Turki – Ya
2. Terlibat dalam pengeboman dll. untuk meneror penduduk dan pemimpin supaya tunduk – Ya

PKK terus-menerus mendemonstrasikan jangkauan nasionalnya dengan taktik dan teknik khas yang meliputi penyergapan patroli militer di pedesaan, penggunaan perangkat eksplosif disempurnakan (improvised explosive device/IED) di sepanjang rute militer atau kepolisian, dan pengeboman target keamanan maupun sipil di area perkotaan.

Tampaknya terorisme mendapat imbalan. Setidaknya bagi PKK. Jadi apa yang kita tangkap dari para pembeking PKK?

3. Pemimpin PKK berbau aset CIA/NATO. Orang di garis terdepan dalam pasukan tertinggal PKK adalah Ocalan. Dia disembunyikan dengan aman di dalam pelukan negara Turki dan CIA. Dipenjara tapi tetap berpengaruh.

WSJ:

Pemimpin PKK Abdullah Ocalan ditangkap oleh Central Intelligence Agency dan pasukan keamanan Turki pada 1999. Dia dipenjara tapi pengaruhnya terhadap para pengikut, termasuk pejuang YPG, tidak terputus.

Slogan pejuang YPG adalah “tak ada hidup tanpa pemimpin”, merujuk pada Tn. Ocalan. Poster besar dirinya bergantung di pusat komando di sini, di sebelah foto para pejuang Kurdi dalam sebuah parade militer.

Saking berpengaruhnya, dia betul-betul mengancam para pemimpin Turki menyangkut Kobane/i:

Tautan dan kutipan – Ocalan: “Sekiranya upaya pembantaian ini berhasil (di Kobane), itu akan mengakhiri proses resolusi yang sedang berlangsung dan menaruh fondasi untuk kudeta baru yang akan berlangsung panjang.”

Bagaimana Ocalan bisa mengancam menggulingkan pemerintahan Turki dan tidak diapa-apakan, padahal dia ditahan seperti penjahat? Jelas dia dilindungi saat mengobrol dengan para politisi Kurdi berpengaruh dari ‘sel penjara’-nya. Jadi, terhubung dengan ‘semua orang yang tepat’? YA!

Seperti saya bilang, PKK/YPG = berdiri di belakang tentara atau Gladio kalau Anda suka?

Para komandan YPG/PKK dan pemimpin politik senior yang berafiliasi dengan kelompok tersebut mengaku sangat ingin bergabung dengan koalisi pimpinan AS melawan Islamic State sebagai ganti pengakuan dan dukungan dari Washington dan sekutu-sekutunya atas pemerintahan sendiri yang didominasi Kurdi, yang telah mereka dirikan di utara Suriah. Kelompok-kelompok berkuasa sudah membentuk pengadilan, mengesahkan undang-undang, dan mengeduk pendapatan minyak di kawasan itu, yang juga dihuni oleh Arab Suriah dan Kristen Suriah.

Saat berkunjung baru-baru ini, Tn. Kocher dan komandan YPG/PKK lainnya menyatakan dalam wawancara bahwa para mata-mata AS di Suriah bertukar info rahasia dan membantu mengkoordinir serangan udara terhadap Islamic State—di timurlaut Suriah dekat perbatasan Irak, serta di kota-kota dan desa-desa sekitar dekat perbatasan Suriah-Turki.

Mata-mata AS di dalam Suriah bertukar info rahasia dan mengkoordinir serangan udara. Karena kita TAHU AS tidak berbagi info rahasia atau mengkoordinir serangan udara dengan pemerintahan terpilih Suriah, kita bisa yakin bahwa AS sedang berkolusi dengan sebuah kelompok teror.

“Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri memuji pasukan Kurdi dan menyatakan pada hari Rabu bahwa AS sangat berkepentingan memperluas usaha gabungannya dengan YPG melawan Islamic State. Namun sang pejabat bilang kerjasama ini takkan terikat pada pengakuan politik atas wilayah-wilayah pemerintahan sendiri yang kini dijalankan oleh YPG dan afiliasi politiknya. “Kami harap setiap orang di Suriah bekerjasama dalam proyek nasional terpadu,” ungkapnya.

Lagi-lagi dusta! Kita tahu ‘proyek terpadu’ berarti Suriah yang lemah dan tak stabil. Sebagaimana ‘Irak terpadu’ berarti Irak yang hancur.

Membina jalinan lebih erat dengan YPG dan afiliasinya akan menyelamatkan AS dan mitra koalisi dari keharusan mengerahkan pasukan melawan Islamic State, juga dikenal sebagai ISIS dan ISIL. Tapi rencana menghadirkan tantangan dan resiko.

Bukankah saya menyebutkan skenario ini beberapa bulan lalu? Ya! Apa Anda lupa? Anda melewatkannya? 28 Agustus 2014 (tautan di atas juga). Jalinan AS dengan kelompok teror alias tentara NATO yang ditinggal akan menyelamatkan AS dan mitra koalisinya dari keharusan mengerahkan pasukan.

Kurdistan sedang dibentuk di depan mata kita

Setelah pertempuran serupa, YPG dan afiliasi politiknya tahun ini mendeklarasikan tiga pemerintahan sendiri, atau daerah bagian kata mereka, di utara Suriah: Afrin di baratlaut, dekat kota Aleppo; Jazeera di timurlaut, yang mencakup Ras al-Ain; dan kota Qamishli. Sasaran mereka adalah menghubungkan ketiganya.

Menyatukan Kurdistan
Menyatukan Kurdistan

Ingat serangan terakhir terhadap Khorasan? Di mana kejadiannya? Apa Anda memperhatikan? Lihat di mana Afrin? Persis di perbatasan dengan Turki. Di situlah kira-kira AS menyerang.

AS menyerang Khorasan di Suriah dekat kota Sarmada. Sarmada sangat dekat dengan Afrin, di arah selatan. Apakah AS sedang memperlunak target sebelum serangan gencar PKK?

Sarmada. Lokasi, lokasi, lokasi? Perhatikan serangan udara sepanjang perbatasan utara Suriah?
Sarmada. Lokasi, lokasi, lokasi? Perhatikan serangan udara sepanjang perbatasan utara Suriah?

Perang melawan ISIS tampaknya seperti bantuan untuk kelompok teror merebut tanah. Kosovo? KLA? Hasim Thaci? Teringat sesuatu? Merasakan kemiripan?

Tidak semua orang mendapat kesan.

Beberapa penduduk khawatir dengan kekuasaan YPG. “Tujuan mereka adalah mempertahankan wilayah dengan biaya berapapaun dan cara apapun,” kata Asem Hasan, guru sekolah berumur 39 tahun dari Qamishli.

Well, mari hadapi. YPG/PKK adalah organisasi teroris yang diciptakan sebagai kekuatan destabilisasi/gaya tentara yang ditinggal. Jadi mereka bukan orang yang menyenangkan.

Menariknya, Kurdi sudah bertemu pejabat AS di Berlin dan Baghdad. Ya, Anda tidak salah baca: BERLIN dan BAGHDAD.

Tn. Omar menyatakan dirinya dan pejabat YPG lain menyampaikan pesan tersebut kepada para diplomat AS dalam pertemuan di Berlin musim panas ini dan di Baghdad pada bulan September.

Tn. Omar mengaku mendesak para pejabat AS selama pertemuan-pertemuan ini agar mendukung pemerintahan sendiri Kurdi, yang mempergunakan dewan eksekutif, legislatif, dan yudikatif termasuk kursi untuk orang Arab, minoritas lokal, dan kaum wanita.

“Pada dasarnya kami berkata kepada mereka, ‘Kami siap bekerjasama dengan kalian jika kalian mau membasmi ISIS di Suriah dan kalian harus berkoordinasi dengan seseorang di lapangan,’” ujar Tn. Omar.

Pejabat AS menolak mengomentari pertemuan di Baghdad dan Berlin. Departemen Luar Negeri mengkonfirmasi pertemuan 12 Oktober antara utusan khusus untuk Suriah, Daniel Rubinstein, dan Saleh Muslim, pemimpin partai politik utama yang berafiliasi dengan YPG.

Pertemuan bulan September dan Oktober memberitahu kita semua bahwa sudah ada perencanaan atau persekongkolan!!

Dan tentu saja ada minyak

Pangkalan militer YPG menempati ladang-ladang minyak di Rumailan, sekitar 60 mil di timur Qamishli, di mana kira-kira 40.000 barel per hari diproduksi—sumber pendapatan utama kelompok. Sebagian produksi mengalir kepada para pedagang yang berafiliasi dengan rezim Suriah, kata Suleiman Khalaf, yang memegang posisi setara menteri perminyakan di pemerintahan lokal.

Sumur-sumur minyak di Utara Suriah dikendalikan oleh paramiliter Kurdi
Sumur-sumur minyak di Utara Suriah dikendalikan oleh paramiliter Kurdi

Sumur-sumur minyak menandai sebidang Suriah utara di bawah kendali pasukan paramiliter Kurdi yang mengaku siap membantu AS dan sekutunya mengalahkan Islamic State dan militan Islam lain sebagai ganti dukungan AS terhadap rencana penguasaan kota-kota dan desa-desa. Sam Dagher/The Wall Street Journal

Ah ya, minyak. Kurdistan akan kaya minyak dan lokasinya sangat strategis.

Jangan ke mana-mana. Selanjutnya! Menjelang kehancuran dan destabilisasi Turki.

BAGIAN 2
Definisi Salib Ganda adalah mengkhianati atau memperdaya, terutama melalui perbuatan yang bertentangan dengan kesepakatan.

Saya curiga Turki sedang dalam proses disalib ganda. Dan saya yakin Erdogan sadar akan hal ini.

Kita sudah lihat tipe salib ganda ini lebih dari satu kali. Libya telah berupaya bekerjasama dengan AS hanya untuk dikhianati dan Khadafi dibunuh secara keji. Suriah juga sudah berupaya menenteramkan AS, lagi-lagi hanya untuk terperangkap dalam bidikan koneksi tirani global NATO yang didominasi kepentingan AS/Israel/Inggris.

Turki sedang disiapkan untuk perlakuan yang sama. Itu sudah direncanakan selama sekurangnya 12 tahun lebih, tapi kemungkinan besar jauh lebih lama. Jadi, mari kita mundur ke belakang…

Sudah 12 tahun berlalu sejak Paul Wolfowitz (NEOKON – Kewarganegaraan Ganda) pergi ke Turki untuk membentuk koalisi awal pembantaian. Ya, dialah si Paul Wolfowitz, pencipta doktrin Wolfowitz yang terkenal buruk. Doktrin yang sangat banyak bermain hari ini, sebagaimana dapat kita saksikan. Strategi AS karya Wolfowitz di tahun 1992 untuk Dunia Satu Adidaya.

Kunjungan Wolfowitz ke Turki. Saking berpengaruh, atau mengancam, kunjungannya itu, sampai mengubah jalannya pemilu Turki!

Satu petunjuk (akan invasi Irak) adalah para mitra koalisi pemerintahan Ecevit yang sedang ambruk, dan Wakil Perdana Menteri Devlet Bahcheli dan Mesut Yilmaz, memutuskan menggelar pemilu awal pada bulan November.

Pertemuan mereka menyusul pertemuan Ecevit-Wolfowitz yang baru berlangsung satu jam sebelumnya.

Ecevit tak berniat mengadakan pemilu pada bulan tersebut dan penolakannya baru diumumkan, lagi-lagi, beberapa jam sebelum pertemuan dengan Wolfowitz dan Yilmaz.

Cuma satu jam setelah pertemuan Wolfowitz, pemilu awal akan diputuskan diadakan. Pengaruh? Ancaman?

Syarat keterlibatan Turki dalam penghancuran asusila atas Irak

Posisi Turki terhadap AS terbagi ke dalam empat sikap utama terhadap Wolfowitz:

Pertama, tutupi kerugian ekonomi kami akibat operasi seperti itu; kedua, rezim baru Irak harus diterima oleh rakyat Irak; ketiga, Turki menentang entitas Kurdi merdeka di utara Irak; keempat, hak Turkoman harus dijamin, dan Kirkuk dan Mosul tak boleh diserahkan ke tangan Kurdi.

Wolfowitz sudah memprediksi para pejabat Turki akan membuat tuntutan ini, jelas-jelas menyingkap maksud lawatannya ke Turki dan berusaha menunjukkan insentif penggulingan rezim Saddam di Baghdad.

“Dalam pertemuan saya dengan pejabat Turki, saya ingin mendengar apa kata mereka tentang masa depan Irak. Kami sangat menghargai pandangan Turki, dan kolega-kolega saya di Washington akan tertarik dengan laporan saya,” ujarnya.

“Turki memiliki kepentingan besar dan sah atas Irak, dan mereka menderita secara ekonomi akibat pengucilan internasional terhadap Irak sejak Perang Teluk.

“Turki berkepentingan pada nasib minoritas Turkoman Irak yang, seperti penduduk Irak lainnya, telah menderita di bawah pemerintahan tirani.

“Dan Turki ingin jaminan bahwa peristiwa di Irak tidak akan berdampak negatif terhadap kesatuannya sendiri.”

Jika kita perhatikan situasi di Irak hari ini, kita yakin Paul Wolfowitz adalah pembohong besar sekaligus penjahat perang. Dia menenangkan pemimpin Turki atas semua kecemasan mereka. Dia mengklaim Kurdi Muslim Sunni juga memahami ini.

Negara Kurdi terpisah di utara akan mendestabilkan bagi Turki dan tak dapat diterima oleh AS. Untungnya, Kurdi Irak utara semakin mengerti fakta ini dan paham pentingnya memandang diri mereka sebagai rakyat Irak yang akan berpartisipasi penuh dalam kehidupan politik Irak yang demokratis di masa mendatang.

Wolfowitz dan kaum Zionis AS/Israel/Inggris tahu betul sebuah negara Kurdi akan mendestabilkan Turki. Hari ini kita saksikan Kirkuk (diduga direbut selagi pasukan [Irak] lari dari ISIS, jadi direbut dari ISIS) dan Mosul (direbut dari ISIS) berada dalam genggaman Kurdi Muslim Sunni. Kirkuk dan Mosul “dimenangkan” dari ISIS Muslim Sunni yang diduga serba kuasa. Begitupun Sinjar. Begitupun Kobane/i/ Sebagaimana disinggung kemarin, ini adalah pola!

Kurdistan, seperti Israel dan Kosovo, sedang dibentuk untuk keuntungan politik, geopolitik, dan sumber daya alam. Di Irak, sebuah negara Kurdi merdeka hadir tanpa pengakuan resmi.

Ya, Turki telah membantu Kurdi di utara Irak. Bekerjasama dengan mereka. Mengangkut minyak mereka. Menjadi tetangga yang baik, dsb. Kemungkinan karena Turki ingin lebih dekat dengan musuhnya.

Dekati temanmu tapi lebih dekati musuhmu

Tapi ada perbedaan bagi Turki antara Kurdi di Irak dan bangsa Kurdistan yang diakui secara internasional. Tiba-tiba impian Turki untuk menjadi pemain kuat di Timur Tengah hanyalah khayalan. Direbut oleh Israel Raya dan Muslim Sunni di Kurdistan.

The Fall of the Would be Emperor ditulis oleh Alon Ben-Meir. Ada kaitannya? Saya rasa begitu.

Dr. Alon Ben-Meir adalah Senior Fellow studi Hubungan Internasional dan Timur Tengah di Center for Global Affairs, Universitas New York. Dr. Ben-Meir mengajar mata kuliah, Perundingan Internasional, Penjagaan Perdamaian dan Resolusi Konflik, Terorisme dan Konflik Etnis, Hubungan Internasional Pasca Perang Dunia II, Hegemoni Amerika dalam Keseimbangan, Etika Hubungan Internasional, dan studi-studi Timur Tengah. Selain itu, hingga 2007, Dr. Ben-Meir mengajar di New School University dalam mata kuliah Perundingan Internasional, Resolusi Konflik, Sejarah Timur Tengah, Sejarah dan Pergumulan Timur Tengah dari awal 1900 s/d Sekarang, Kekuatan Pembentuk Tatanan Dunia Baru, Timur Tengah di Abad 21, dan Hegemoni Amerika dalam Keseimbangan.

Tn. Meir menulis:

Presiden Erdogan belakangan ini dikritik keras akibat keengganannya untuk menolong Kurdi Suriah yang terkepung di kota Kobani persis di seberang perbatasan Turki. Sedihnya, perilaku Erdogan tidaklah mengagetkan karena dia selalu menempuh kebijakan yang sesuai dengan citra dirinya sebagai pemimpin besar dan negaranya sebagai pemimpin regional dan kekuatan global.

Ya, Erdogan telah menempuh kebijakan yang lebih sesuai dengan pemimpin regional dan pemain besar di pentas global. Karena dia diperkenankan berbuat demikian oleh pihak lain yang punya pengaruh global lebih besar daripada dirinya. Dia merasa dirinya pemain tim…. Padahal, tidak lagi.

Namun, sejak berkuasa pada 2002, pencapaiannya telah dipudarkan oleh tiga tema yang mendominasi karir politiknya: a) distorsi ceritanya tentang Kekaisaran Utsmani dan visinya akan “keagungan” Turki di masa depan; b) semangat keagamaan dan dukungannya kepada kaum Islamis; dan c) dahaganya yang tak terpuaskan akan kekuatan domestik, regional, dan global.

Erdogan tak pernah melewatkan kesempatan untuk memamerkan seberapa banyak pencapaian Republik Turki ‘baru’, sebagai suksesor Kekaisaran Utsmani, dan seberapa penting posisinya berkat lokasi geostrategis, perkembangan ekonomi, status poros energi, dan keunggulan militer tak tersaingi di kawasan.

Kebijakan domestik Erdogan mengurangi prospek Turki menjadi anggota UE karena banyak negara UE tak mau mengintegrasikan sebuah negara Islam berpopulasi besar, yang dapat memberinya peran menonjol di dalam “klub Kristen”.

Pernyataan “negara Islam berpopulasi besar ke dalam ‘klub Kristen’” mengindikasikan agenda tersembunyi. Bahkan sangat mencolok. Datang dari salah seorang pengikut Yudaisme. Pemandu sorak Israel. Sebuah negara yang mendapat keuntungan, selalu, dengan menghasut keterbelahan antara Kristen dan Muslim.

UE prihatin atas campur tangan pemerintah Turki terhadap pengadilan, pembatasannya terhadap pers, dan “penggunaan kekuatan secara berlebihan yang terus menjadi bahan keprihatinan”.

Itulah omong-kosong UE. Prihatin dengan keadilan dan pers bebas? Ha ha ha. Prihatin dengan kekuatan berlebihan? Sekali lagi, ha ha ha. Kedok. Cuma kedok.

Kebodohan Erdogan telah meregangkan hubungan Turki dengan AS, sejak perang Irak pada 2003. Baca di atas mengenai Kurdi Muslim Sunni.

Saat ini, terdapat diskusi sengit di pemerintahan Obama mengenai kelayakan Turki sebagai sekutu, nilai pentingnya sebagai anggota NATO, dan sejauh mana AS mesti bekerjasama secara strategis dan berbagi info dengan Turki.

Pemerintahan Obama tidak butuh Turki sebagai sekutu, atau anggota penting NATO. Sebagaimana saya katakan kepada para pembaca pekan lalu:

Kurdistan adalah Sayap Selatan baru NATO

Mulai artikel kemarin, saya harap Anda membacanya, saya menjelaskan panjang-lebar bahwa AS berbagi info rahasia dengan kelompok teror Kurdi, PKK, di utara Suriah dan Irak. Kurdi sangat rapat dengan Israel, untuk apa aliansi AS/Israel/Inggris/NATO butuh Turki sebagai sayap selatannya, mitra strategis atau poros energinya? Tidak, tidak butuh.

Banyak pihak curiga dia sebetulnya mendukung Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Ini dapat menjelaskan kenapa dia menolak bergabung dengan koalisi Amerika melawan ISIS, sekalipun dengan dalih bahwa PKK dan Kurdi Suriah adalah itu-itu juga.

Banyak pihak curiga Erdogan mendukung ISIS? Tapi benarkah? Maksud saya, ya, dukungan kepada ISIS dapat menjelaskan kenapa dia menolak bergabung dengan koalisi melawan ISIS.

Tapi, saya pikir tidak begitu. Dengan semua informasi baru yang saya temukan akhir-akhir ini, adalah lebih masuk akal bahwa Erdogan tak mau memerangi ISIS karena dia tahu, sebagaimana sudah saya tulis, perang terhadap ISIS adalah perang untuk menciptakan Kurdistan. Dan bahwa ISIS adalah dalih yang dibuat oleh Barat secara spesifik untuk maksud tersebut. Dengan kata lain, Turki tak mau berpartisipasi dalam keruntuhannya sendiri.

Simbiosis Kurdi/ISIS – Menjelang Kehancuran Turki

Sedihnya, Erdogan tak paham bahwa zaman sudah berubah. Dia menyia-nyiakan kesempatan bersejarah demi menjadikan Turki model demokrasi Islam dengan prestasi ekonomi dan politik yang mengesankan.

Turki punya potensi menjadi kekuatan global yang signifikan, tapi untuk mewujudkannya, Erdogan harus mengubah arah atau mundur.

Atau dilengserkan?

“Pengepungan Kobani bukan pengepungan biasa,” kata Öcalan dalam pesan yang disampaikan oleh para pendukung dari penjaranya di pulau Imrali. “Itu bukan cuma mengincar keuntungan demokratis bangsa Kurdi, tapi akan menggiring Turki ke era kudeta baru.”

Januari tahun ini saya menyajikan postingan berjudul Turki, IHH, Teror, dan Serangan Balasan. Rupanya kecurigaan saya setahun lalu benar. Mengutip bagian akhir postingan:

Nah mari selesaikan kisah berbelit-belit ini! Penggerebekan teranyar atas kantor IHH? Pemusnahan dokumen dan komputer. Saya rasa kita sedang menyaksikan pembersihan rumah dan/atau penanaman bukti. Info pemberatan tertentu akan dihapus dan info pemberatan lain akan dibiarkan atau ditanam, siapa tahu? Apakah Erdogan sedang diserang? Tampaknya demikian. Akan disisakan informasi yang memungkinkan orang-orang dalam pengaruh penceramah di pengasingan pribadi untuk membangun tuduhan korupsi, atau lebih buruk, terhadap PM Erdogan. Akhir kata/ide saya ambil dari artikel terdahulu mengenai Erdogan dan Turki. Akan saya gunakan lagi. Rasanya masih pas. “Dan coba pikirkan sejenak semua yang dibeli dan dibayar untuk para pembunuh yang duduk persis di perbatasan Turki. Tampaknya Erdogan tidak melihat kedatangan yang satu ini.”

Barangkali agak terlambat Erdogan memahami bahwa zaman sudah berubah. Barangkali dia masih percaya dapat membalik destabilisasi Turki? Tampaknya, keputusan untuk Turki sudah diambil. Ini takkan mengubah apa-apa untuk Suriah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s