Cerita Serangan Bendera Palsu Charlie Hebdo Menyebar

11 Januari 2015
(Sumber: www.geopolitics.co)

Sebagaimana pernah kami tulis di sini, serangan Charlie Hebdo sudah pasti merupakan operasi bendera palsu.

Tak seperti video-video pemenggalan ISIL, yang ini tidak melibatkan penebaran darah hasil pasca-produksi, juga tak ada peluru asli, murni akustik.

Terdapat indikasi kuat bahwa operasi bendera palsu ini diperintahkan langsung dari atas. Di antaranya [ekonomi, geopolitik] adalah merosotnya popularitas Hollande akibat keputusan Prancis untuk tidak mengantarkan Minstral HeliCarrier milik Rusia.

Hollande termasuk anak kesayangan Vatikan.

Hollande & Paus

Hollande di Vatikan

Adapun pelaku sesungguhnya, perspektif potensial lain adalah peringatan Netanyahu terhadap Prancis dahulu atas pengakuan kenegaraan Palestina.

“Serangan Charlie Hebdo”: Operasi Bendera Palsu Zionis Lagi?

Oleh: Kevin Barrett
8 Januari 2015

False Flag Weekly News baru saja merampungkan laporan khusus mengenai pertunjukan besar Charlie Hebdo di Paris.

Cek juga tautan ke artikel-artikel yang kami liput.

Saya juga menghadiri acara radio khusus mengenai Charlie Hebdo, termasuk perang kata-kata dengan propagandis neokon Patrick Poole.

Kapapun hal semacam ini terjadi, orang-orang seperti saya jadi sangat sibuk.

Perlu waktu sekitar lima menit untuk saya memperhitungkan bahwa penembakan Charlie Hebdo di Paris adalah serangan bendera palsu. Jadi saya melecut satu catatan blog kilat yang menyebar (dibaca hampir 15.000 orang dalam 24 jam). Berikut:

Persis sebulan lalu, Prancis memicu penyerbuan ketika majelis rendahnya memberikan suara untuk mengakui Palestina. Kini Palestina sedang berproses di Pengadilan Kejahatan Internasional, siap menjatuhkan Israel atas tuduhan genosida.

Tiba-tiba “teror Islam menyerang Prancis”. Apakah Paris sedang dihukum atas suara pro-Palestinanya?

Di akhir 2013, Pengadilan Kuala Lumpur Malaysia menyatakan Israel bersalah atas tindak genosida. Beberapa bulan kemudian, pesawat-pesawat Malaysia mulai berjatuhan dari langit.

Pada 2011, sayap pemuda Partai Buruh Norwegia siap menjatuhkan blokade total atas Israel. Tiba-tiba seluruh kepemimpinan sayap pemuda Partai dibantai dalam operasi profesional yang disandangkan pada satu orang gila, Anders Breivik.

Produser NoLiesRadio Allan Rees menulis:

Mereka sudah menempatkan sebuah kamera untuk merekam serangan.
Mereka berbicara dalam bahasa Prancis sempurna.
Membunuh dengan presisi militer.
Bersetelan gaya militer.
Membunuh berdasarkan daftar target.
Lolos dengan rapi.
Presiden Prancis muncul kemudian dan mengadakan rapat darurat tentang undang-undang apa saja yang harus diumumkan.
Penembak berjumlah banyak.
Mungkinkah ini operasi bendera palsu dari Dinas Intelijen Prancis?

Yang lain juga menyebutnya kemungkinan operasi bendera palsu, di sini dan di sini.

Sejauh ini, kasusnya berjalan seperti operasi bendera palsu, berbicara seperti operasi bendera palsu, dan melanggengkan narasi 9/11 tentang “Islam radikal” seperti operasi bendera palsu. Jadi saya akan sebut ia bendera palsu sampai terbukti sebaliknya.

Satu hal yang saya lewatkan dalam postingan asli: waktu peristiwa Charlie Hebdo mencurigakan, bukan hanya karena itu terjadi tak lama setelah ancaman Netanyahu bahwa Prancis berbuat kesalahan besar dengan mendukung kenegaraan Palestina dan karena itu melicinkan pokok bahasan Zionis terhadap sikap pro-Palestina-nya Prancis… Tapi juga karena Zionis sedang panik atas keberhasilan partai-partai Eropa anti-New World Order secara umum, dan rombongan Marine LePen/Alain Sorail/Dieudonné secara khusus. Peristiwa ini seolah dilancarkan untuk dipakai melawan Soral dan Dieudonné, yang diserang secara kotor di Charlie Hebdo tepat sebelum operasi bendera palsu besar-besaran tersebut. Tak lama setelah kabar Charlie Hebdo menyeruak, aset-aset Zionis sudah mencuitkan serangan terhadap Soral dan Dieudonné seolah-olah mereka membaca dari daftar topik bahasan yang sama. Dari banyak kepingan bukti forensik mencurigakan bahwa serangan Charlie Hebdo adalah operasi bendera palsu, yang paling mencolok adalah kabar bahwa salah seorang terduga teroris menjatuhkan kartu identitasnya di TKP! (Ini mengingatkan kita pada “paspor ajaib” milik Satam al-Suqami yang ditanam dekat reruntuhan WTC pada 9/11.)

Lalu ada anomali video. Video-video pembunuhan bergaya eksekusi terhadap seorang perwira polisi tidak menampilkan efek darah atau letusan seperti yang kita sangka. Editor VT Gordon Duff mengutip pakar-pakar balistik yang menyinggung rekaman selongsong AK47 yang diduga mengenai beton tanpa efek kentara, sementara laporan-laporan tidak menyebutkan gema letusan peluru aktif.

Serangan Islamofobia Palsu Terhadap Suratkabar – Hoax Total

7 Januari 2015

Sehubungan dengan serangan Islamofobia palsu dari pria-pria bertopeng terhadap suratkabar satir Charli Hebdo, di manakah Inspektur Clouseau berada saat dia dibutuhkan? Nyatanya, dia tidak dibutuhkan sama sekali. Terlihat ada klon-klon Inspektur Clouseau dalam hampir setiap gambar. Tokoh “mirip Clouseau” yang paling bagus adalah pria-pria gadungan bertopeng itu sendiri, para agen Dinas Rahasia Prancis alias Mossad:

Pria-pria bersenjata berhadapan dengan para perwira polisi dekat kantor koran satir Prancis Charlie Hebdo di Paris. (Anne Gelbardanne Gelbard/AFP/Getty Images alias komplotan Zionis Rothschild)
Pria-pria bersenjata berhadapan dengan para perwira polisi dekat kantor koran satir Prancis Charlie Hebdo di Paris. (Anne Gelbardanne Gelbard/AFP/Getty Images alias komplotan Zionis Rothschild)

Serangan Palsu Paris

Tentu saja Clouseau dan seluruh awak melawan semua senjata panjang mereka dengan senjata mainan. Tapi, apa itu, apakah ada tiga pria bersenjata, atau dua pria bersenjata berat plus seorang pria yang kabur? Charlie Hebdo, operasi Zionis itu, terus-menerus menjadi berita sebagai alat untuk berpura-pura menirukan intoleransi Islam. Alangkah tak bergunanya polisi atau para polisi dalam kendaraan itu. Bagaimana “pria-pria bersenjata” ini bepergian di Paris yang sangat termiliterisasi?

www.breakingnews.com
www.breakingnews.com

“Hei, Kepala Inspektur, jangan takut dengan ‘para teroris’ berpakaian gelap itu, keluar dari situ dengan senjata mainanmu dan hadapi mereka.”

Pria Bersenjata

Mereka lagi, dua tikus Mossad yang sama, berpura-pura menembak seseorang di jalan raya. Bagaimana dengan pertunjukan manusia ditembak sampai mati disertai semburan urat nadi? Mereka mampu melakukannya di Hollywood. Kenapa tidak, di sini?

Atau, apa dia perwira polisi di bawah divisi anti-teror: kepolisian Paris mengkonfirmasi 2 perwira tewas dalam peristiwa penembakan suratkabar – @NBCNews.

Konfirmasi adalah istilah besar. Dapatkah Prancis membuktikan kedua perwira tersebut memang ditembak jatuh dan tewas?
Oh, tapi mereka menewaskan orang-orang, melukai yang lain. Tentunya mereka menewaskan polisi. Terlebih, ada banyak buktinya pula:

Serangan Teroris

Senjata-senjata itu sangat ampuh. [Tapi] apa terlihat darah di tubuhnya? Dia nomor dua; apa dia nomor dua dari empat orang, yakni empat korban luka palsu, atau nomor dua dari dua belas orang, yakni dua belas korban tewas palsu?
Senjata-senjata itu sangat ampuh. [Tapi] apa terlihat darah di tubuhnya? Dia nomor dua; apa dia nomor dua dari empat orang, yakni empat korban luka palsu, atau nomor dua dari dua belas orang, yakni dua belas korban tewas palsu?
Apa ada orang yang tampak dalam suasana krisis, di manapun?
Apa ada orang yang tampak dalam suasana krisis, di manapun?
Ini dia, kendaraan penembakan, kendaraan yang dua pintunya terus-menerus terbuka.
Ini dia, kendaraan penembakan, kendaraan yang dua pintunya terus-menerus terbuka.

Jelas-jelas pementasan. Siapa yang mau mengakui sebaliknya?

Penembakan Charlie Hebdo Menempatkan Prancis ‘Dalam Kondisi Tergoncang’

Pria-pria bertopeng dan bersenjata yang meneriakkan “Allahu akbar!” menyerbu kantor koran satir Paris pada hari Rabu, menewaskan 12 orang sebelum melarikan diri. Itu serangan teror paling mematikan di Prancis dalam sekurangnya dua dekade.

Tentu saja, mereka sempat meneriakkannya lewat topeng mereka. Lalu melenggang ke dalam gedung, menerobos keamanan, dan menembak jauh sejumlah orang, kemudian melarikan diri tanpa dilihat siapapun bagaimana mereka melakukannya.

Mungkin sedikit cat tempura dipakai pada perban palsu aktor krisis ini; sulit dipastikan. Perhatikan pelaku sandiwara melakukan inspeksi gadungan, seolah-olah peduli.
Mungkin sedikit cat tempura dipakai pada perban palsu aktor krisis ini; sulit dipastikan. Perhatikan pelaku sandiwara melakukan inspeksi gadungan, seolah-olah peduli.

Zionis butuh pengalihan besar-besaran. Situasi tak berjalan mulus.

Apa-apaan ini? Bagaimanapun juga, dia adalah sejenis tikus pemberi sinyal. Perhatikan. Mereka ada beberapa orang dalam sandiwara ini, di gedung, di darat, dan di atap.
Apa-apaan ini? Bagaimanapun juga, dia adalah sejenis tikus pemberi sinyal. Perhatikan. Mereka ada beberapa orang dalam sandiwara ini, di gedung, di darat, dan di atap.

Terus-terang, di mana Tn. Clouseau berada saat dibutuhkan. Sekurangnya dia menganggap ini dagelan.

Para pelaku sandiwara ini jauh lebih diam-diam daripada Kepala Inspektur; mereka punya beragam sarana komunikasi ganjil, sehingga tak seorangpun menyadari apa yang sedang terjadi.

Orang ini menarik; kelihatannya dia memasang semacam seringai saat berbicara kepada rekannya. Perhatikan juru kamera di latar.
Orang ini menarik; kelihatannya dia memasang semacam seringai saat berbicara kepada rekannya. Perhatikan juru kamera di latar.
Di sebelah sana, si bawahan Clouseau menyembul dari pojoknya untuk melihat situasi. Perhatikan apa yang dia lakukan selanjutnya.
Di sebelah sana, si bawahan Clouseau menyembul dari pojoknya untuk melihat situasi. Perhatikan apa yang dia lakukan selanjutnya.
 Sembunyi-sembunyi, bukan? Dia bersembunyi dan kemudian mengambil posisi jauh di ruas jalan.

Sembunyi-sembunyi, bukan? Dia bersembunyi dan kemudian mengambil posisi jauh di ruas jalan.

Isyarat

Dia memberi isyarat. Apa Presiden sudah siap tampil ke layar?
Dia memberi isyarat. Apa Presiden sudah siap tampil ke layar?
Lirikan diam-diam. Inilah mereka, para pelayan Zionisme, semuanya sedang mengerjakan perbuatan pengecut.
Lirikan diam-diam. Inilah mereka, para pelayan Zionisme, semuanya sedang mengerjakan perbuatan pengecut.

Ini hoax mutlak. Sama sekali tak ada yang tewas ataupun terluka. Semuanya sangat jelas dari gambar-gambar. Tiga hoax serempak: Istanbul, El Paso, dan Paris. Semua plot Zionis. Tak ada yang rill. Ini menuntut pemeriksaan cermat atas semua klaim adanya serangan terhadap entitas Islamofobis, Charlie Hebdo.

Lihat juga:
Metro.co.uk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s