Editor Prancis Didenda Lantaran Menyebut Lobi Yahudi

30 November 2015
(Sumber: www.newobserveronline.com)

Prancis telah menguatkan posisinya sebagai salah satu negara demokrasi paling totaliter di Eropa dengan mendenda €10.000 sebuah koran kecil hanya karena menyebutkan pengaruh lobi Yahudi dalam sistem peradilan negeri itu.

Sampul Depan Rivarol

Sebagaimana dirinci dalam surat untuk pembacanya, para editor koran Rivarol—mingguan yang terbit sejak 1951—menyatakan Pengadilan Banding Paris telah mengeluarkan dua putusan penting terhadap koran ini.

Fabrice Bourbon berceramah di sebuah pertemuan di Prancis.
Fabrice Bourbon berceramah di sebuah pertemuan di Prancis.

Dalam kasus pertama, kepala editor Rivarol, Fabrice Jerome Bourbon, dihukum denda pribadi sebesar €4.000, sementara korannya diperintahkan membayar “ganti rugi” €1.000 kepada “International League against Racism and Anti-Semitism” (Ligue Internationale Contre le Racisme et l’Antisémitisme, atau LICRA), sebuah organisasi Yahudi yang mengaku dizalimi oleh koran tersebut. Walaupun itu organisasi Yahudi swasta, LICRA utamanya dibiayai oleh negara Prancis dan mendapat €500.000 setiap tahun dari wajib pajak Prancis.

Rivarol juga diperintahkan membayar masing-masing €1.000 kepada dua organisasi “anti-rasis” lain yang disubsidi negara, Human Rights League (Ligue des droits de l’homme, atau LDH) dan gerakan SOS-Racisme—dua-duanya didominasi Yahudi Prancis.

Kasus dimulai setelah Rivarol mempublikasikan artikel pada Januari 2014 berjudul “Polisi Pemikiran Yahudi yang Tak Tertahankan” pasca serentetan kasus yang melibatkan pelawak setengah kulit hitam setengah Prancis, Dieudonné M’Bala M’Bala, lebih dikenal sebagai “Dieudonné” saja.

Dieudonné berulangkali dituduh sebagai anti-Semit di Prancis, padahal kualifikasi “anti-rasis”-nya tidak bercela. Peserta kampanye melawan Front National, Dieudonné bahkan berdiri sebagai calon anggota parlemen melawan partai tersebut dan aktif di beberapa organisasi “anti-rasis” Yahudi yang disebutkan di atas.

Namun, Dieudonné segera melihat kemunafikan mencolok di dalam gerakan-gerakan itu, yakni bahwa mereka menentang “rasisme di Eropa” tapi sangat fanatik mendukung Israel, satu-satunya negara di dunia dengan undang-undang ras terabadikan dan tersahkan secara legislatif yang mengatur imigrasi dan kewarganegaraan.

Alhasil, ketika Dieudonné mulai memasukkan materi pro-Palestina dan anti-Zionis ke dalam kegiatan “anti-rasis”-nya, serta-merta dia tidak disukai oleh bekas sekutu-sekutunya—dan sejak saat itu diburu secara hukum.

Artikel Rivarol terkait hal ini menguraikan bahwa kasus yang memberatkan Dieudonné berawal dari organsiasi-organisasi swasta Yahudi, dan bahwa dengan menegakkan klaim mereka terhadapnya, pengadilan Prancis sedang menjadi “pengadilan kerabbian” dan karenanya Prancis hidup di bawah “tirani total Yahudi”.

Bagian lain dari artikel itu yang dipilih pengadilan untuk membuktikan “kejahatan” Rivarol adalah sebagai berikut: “Kita memang ditanduk, dicekik, dan ditindas oleh minoritas yang tidak mengizinkan [kebebasan] berpikir dan tidak mengalami sorotan ala pelawak dan penyanyi.”

Dalam kasus kedua, pengadilan Prancis juga memerintahkan Rivarol membayar masing-masing €1.500 kepada LICRA dan League of Human Rights atas dugaan pelanggaran oleh artikel Mei 2013 berkenaan dengan Festival Film Cannes.

Yang lucu dalam kasus ini, sebelumnya pengadilan menganggap gugatan kedua organisasi tidak dapat diterima lantaran cacat hukum kentara dalam argumen mereka. Namun ini tidak mencegah pengadilan untuk memerintahkan Rivarol membayar “ganti rugi” mereka.

Undang-undang melarang Rivarol menggalang dana untuk membiayai denda, tapi para penutur bahasa Prancis masih dapat membantu mereka dengan membeli tawaran khusus berupa langganan dengan potongan harga atau barang-barang lain di toko mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s