Perdana Menteri Prancis Manuel Valls: “Kita Harus Belajar Hidup Dengan Teror, Seperti Israel”

Oleh: 21st Century Wire
15 Juli 2016
(Sumber: www.globalresearch.ca & www.21stcenturywire.com)

Pasca serangan ‘teroris’ tragis tadi malam di Nice, Prancis, salah satu poin pembicaraan paling populer yang mengemuka dalam banyak liputan media barat adalah gagasan bahwa terorisme kini menjadi ‘bagian normal hidup kita sehari-hari’ dan bahwa masyarakat harus terbiasa dengan status siaga militer permanen di dalam negeri.

Manuel Valls
Manuel Valls

Salah satu suara sentral dari pembicaraan negara polisi ini adalah Perdana Menteri Prancis dan penyokong gigih Israel, Manuel Valls. Hari ini Vall menyatakan, “Prancis harus belajar hidup dengan terorisme.”

Dengan demikian, negara keamanan berupaya memadukan terorisme sebagai isu agenda 24 jam sehari, 7 hari sepekan, 365 hari setahun—yang konon mensyaratkan status keamanan hiper militer, mirip Israel (perhatikan bagaimana Israel dilibatkan oleh kaum neokonservatif dan pendukung Zionis barat sampai muak dalam pembicaraan keamanan), untuk menangani ‘ancaman’.

Sepertinya ini merupakan batu pijakan pertalian politik Valls, yang pada dasarnya sudah dia ulang-ulang, selama hampir dua tahun terakhir terlepas dari fakta bahwa peristiwa Charlie Hebdo maupun Bataclan Paris memperagakan tanda-tanda sandiwara teror domestik bergaya GLADIO yang sangat jelas.

Februari silam, di Konferensi Keamanan Munich, dia menyatakan hal yang sama persis: “Kita sudah memasuki—kita semua merasakannya—era baru yang dicirikan oleh kehadiran ‘hiper-terorisme’ terus-menerus.”

“Kita pasti sadar sepenuhnya akan ancaman ini, dan bereaksi dengan sekuat-kuatnya dan sejelas-jelasnya. Akan ada serangan. Serangan skala besar. Itu keniscayaan. Hiper-terorisme hadir untuk menetap.”

Januari 2016, sewaktu berpidato di hadapan delegasi lobi Israel, Valls membacakan daftar serangan teroris “ISIS” beserta insiden “teroris” lain di Israel, mengklaim bahwa ini adalah bukti, “kita ada dalam perang dunia”, seraya tidak menyinggung sedikitpun soal pendudukan militer brutal Israel dan rezim pembersihan etnis sistematis yang mereka lancarkan terhadap penduduk asli Palestina sejak pendirian Negara Israel di tahun 1948.

Juru bicara CRIF Israel, Roger Cukierman, menyambut kesetiaan sepihak Valls terhadap lobbi Israel, dengan mengatakan, “Dalam sejumlah kesempatan, Anda mengatakan hal-hal berpengaruh: bahwa anti-Zionisme adalah anti-Semitisme, bahwa Prancis tanpa Yahudi bukan lagi Prancis,” kata Cukierman. “Ini menjadikan Anda politisi berharga.”

Apakah ini contoh kasus manipulasi negara dan para konglomerat keamanan transnasionalnya terhadap masyarakat agar menerima mentalitas pengepungan tanpa batas waktu dan negara polisi permanen skala penuh?

Kelihatannya, sekali lagi kita menyaksikan sebuah upaya untuk mentransformasi mayoritas masyarakat barat—lewat penyusunan ulang prioritas politik dan ekonomi negara ke dalam apa yang disebut sebagai “teater keamanan”, yang sebetulnya tak ada kaitan sama sekali dengan keamanan sungguhan, dan terkait sepenuhnya dengan teater politik dan geopolitik dalam negeri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s