Rifaat Assad, Paman Bashar Assad, Sedang Diselidiki di Prancis

Oleh: Howard Koplowitz
27 April 2015
(Sumber: www.ibtimes.com)

Para penyelidik Prancis sedang menyelidiki bagaimana pamannya Presiden Suriah Bashar Assad memiliki harta hampir $100 juta padahal meninggalkan Suriah 30 tahun silam “dengan tangan kosong”, demikian yang diberitakan Agence France-Presse pada hari Senin ini. Rifaat Assad, adik mendiang Presiden Suriah Hafez Assad, menyebut dirinya membangun kekayaan melalui donasi dari orang-orang kaya Saudi, tapi sebuah kelompok aktivis yang memicu penyelidikan ini mengklaim uang tersebut dicuri dari Suriah sebelum Rifaat Assad diusir pada 1980-an.

Rifaat Assad, pamannya Presiden Suriah Bashar Assad, sedang diselidiki di Prancis. Gambar di atas adalah Siwar Assad, putera Rifaat Assad, dalam sebuah konferensi pers di Paris, 3 Oktober 2013. (Foto: Reuters)
Rifaat Assad, pamannya Presiden Suriah Bashar Assad, sedang diselidiki di Prancis. Gambar di atas adalah Siwar Assad, putera Rifaat Assad, dalam sebuah konferensi pers di Paris, 3 Oktober 2013. (Foto: Reuters)

Rifaat Assad, 77 tahun, menjabat sebagai kepala pasukan keamanan Suriah pada 1970-an dan 1980-an sebelum lari ke pengasingan pasca kudeta gagal terhadap saudaranya. Dia berkata kepada para penyelidik bahwa dirinya meninggalkan negaranya “dengan tangan kosong”. Sejak saat itu, Assad mendapat dua mansion di, rumah di Prancis, Inggris, dan Spanyol, dan mempunyai dua blok apartemen dan satu peternakan kuda. Assad mendaftarkan aset $98 juta di bea cukai Prancis pada Mei 2014, warta AFP.

“Peternakan kuda itu diberikan kepada ayah saya oleh Pangeran (kemudian Raja) Abdullah dari Arab Saudi,” kata putera Rifaat, Soumar Assad, 43 tahun, kepada penyelidik awal tahun ini, warta AFP. Soumar Assad menjelaskan pemberian tersebut dengan menyebut ayahnya dan Abdullah sama-sama mencintai kuda.

Rifaat al-Assad diselidiki oleh otoritas Prancis. Bagaimana dia mengumpulkan kekayaan £64 juta? http://t.co/CHFQ2C0vde pic.twitter.com/vPzRKz3XIp

Krstyan Benedict (@KreaseChan) 27 April 2015

Pakar Suriah, Fabrice Balanche dari Universitas CNRS di Lyon,s Prancis, menyangsikan klaim Soumar Assad. “Arab Saudi tak punya kepentingan dalam mendukung Rifaat, yang tidak mewakili apa-apa,” kata Balanche kepada penyelidik.

Pengacara Rifaat Assad, Benjamin Grundler, menyangkal klaim kelompok aktivis Sherpa bahwa uang milik kliennya berasal dari rezim Suriah. Assad “terutama hidup dari penjualan apartemen…dan dari bantuan rutin Arab Saudi. Itu bukan uang Suriah.”

Rifaat mengaku tak punya uang sepeser pun saat meninggalkan Suriah karena dia menyumbangkan uang kepada rakyat miskin di negara Timur Tengah tersebut. Dia bilang, dia memanfaatkan donasi Saudi untuk membeli asetnya tapi tidak selalu mencermati bagaimana hartanya bertambah.

“Saya hanya menyibukkan diri dengan politik,” ujarnya. “Mereka membawakan saya dokumen untuk ditandatangani… Saya tak tahu bagaimana harus membayar, bahkan di restoran.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s