Serangan Bendera Palsu di Prancis?

Oleh: Kevin Barrett
13 November 2015
(Sumber: www.geopolitics.co & www.veteranstoday.com)

Kejadiannya Jumat tanggal 13 (memperingati pembantaian Templars proto-Illuminati) bulan 11, di distrik 11 Paris. Ini akan diingat sebagai “11/13” atau “Jumat 13”. Numerologi Illuminati atau kebetulan?

Saya meninggalkan Paris pada Jumat tengah hari. Selagi pesawat saya mendarat di Chicago pada pukul 15:15 waktu lokal (21:15 waktu Paris), media sedang meneriakkan “Para teroris membunuh lusinan orang di pusat Paris; ada penyanderaan.” Militer Prancis menduduki Kota Cahaya tersebut. Mirip situasi Charlie Hebdo, hanya saja lebih besar dan lebih berdarah.

Secara kebetulan—setidaknya saya harap itu kebetulan—saya baru menghabiskan Kamis malam dengan berjalan-jalan di pusat Paris, diwawancara perihal serangan bendera palsu Charlie Hebdo Januari silam. Tak sedikitpun saya curiga bahwa dalam waktu kurang dari 24 jam, sebuah serangan teror lebih besar akan menggoncang kota.

Pembuat film, Vincent LaPierre dari Egalité et Reconciliation, merekam saya di Fontaine St. Michel, di depan katedral Notre Dame, dan di berbagai lokasi Left Bank serta kantor pusat E&R bersama sang pemimpin, Alain Soral. Sementara saya memberi wejangan ke kamera soal teror bendera palsu secara umum dan Charlie Hebdo secara khusus, seorang pejalan kaki memperhatikan dengan penuh minat; seorang pelanggan di meja luar kafe di sebelah kami mengaku suka dengan apa yang didengarnya dan mengapresiasi pekerjaan yang kami lakukan.

Karena kini kita tahu serangan Charlie Hebdo adalah serangan bendera palsu Gladio 2 oleh tersangka lumrah (kaum garis keras NATO dan Zionis), bisakah kita membuat asumsi serupa tentang kekejaman Jumat 13 Paris yang baru ini?

Saya kira bisa. Nyaris setiap serangan teror besar dan spektakuler ternyata merupakan, setelah diperiksa secara kritis dan mendalam, operasi bendera palsu yang disponsori negara. Tak ada alasan untuk berpikir bahwa yang satu ini beda.

Pertanyaan pertama, seperti biasa, adalah: Siapa yang untung? Dan jawabannya, seperti biasa, adalah: orang dalam yang Otoriter. Zionis, Militaris. Islamofobis. Penggila New World Order-Out-Of-Chaos.

Ngomong-ngomong, operasi order-out-of-chaos sedang bertambah kencang. Antara penghancuran beberapa negara Timur Tengah, pengungsi yang membanjiri Eropa, persiapan Perang Dunia III versus Rusia dan China, dan teror bendera palsu terus-menerus, tampaknya orang-orang “penghancur kreatif” senantiasa sibuk.

Pihak berwenang tak pelak akan memanfaatkan serangan baru ini sebagaimana mereka memanfaatkan Charlie Hebdo: dalih untuk mematikan pemikiran kritis dan perbedaan pendapat. Bahkan mereka mungkin mencoba mencegah saya kembali ke Paris pada 11 Desember nanti untuk mempresentasikan makalah yang membeberkan operasi bendera palsu Charlie Hebdo di sebuah konferensi akademis arus utama.

Toh, saya pernah dicegah masuk Kanada untuk memberi ceramah di We are NOT Charlie Hebdo: Free Thinkers Question the French 9/11. Presiden Prancis Hollande menyerang para “teoris konspirasi” Charlie Hebdo dengan istilah-istilah kasar, dan lembaga think tank-nya, Jean Jaurés Institute, menyebut saya sebagai salah satu dari lima “intelektual konspirasi” teratas dunia yang perlu diawasi.

Seandainya saya memang teoris konspirasi paranoid, atau intelektual konspirasi, atau apa saja, saya akan menduga seseorang melancarkan serangan baru ini persis selagi saya meninggalkan Paris dan berencana kembali satu bulan kemudian karena…well, karena mereka khawatir buku saya, We Are NOT Charlie Hebdo, bertambah panas dan berpotensi membeberkan kejahatan yang disponsori negara Januari silam. Menurut penafsiran paranoid ini, para penjahat tinggi Charlie Hebdo “terbang ke depan” ke dalam chaos lebih besar dan bahkan pemberangusan kebebasan lebih besar…khususnya kebebasan untuk mencari fakta soal teror bendera palsu.

Serangan baru ini dapat mengacaukan upaya saya untuk menejermahkan We Are NOT Charlie Hebdo ke dalam bahasa Prancis—yang menjadi salah satu urusan saya di Paris.

Ini juga menghambat upaya saya untuk menyelamatkan Mohamed Boutiche, saksi atas fakta bahwa Kouachi bersaudara, boneka insiden Charlie Hebdo, adalah aset intelijen. Saya baru mendapat kabar bahwa Boutiche telah dipenjara dan akan disidang pada 23 November. Pihak berwenang pasti akan memanfaatkan gelombang baru histeria teror untuk berusaha membereskan Boutiche dengan cepat dan menutupi infonya tentang Charlie Hebdo.

Dan jangan lupa, UE baru saja menetapkan kewajiban pelabelan produk dari Wilayah Dudukan; Zionis sedang mengamuk..persis seperti sebelum serangan Charlie Hebdo. Hati-hati, Zionis sedang mengamuk.

Jadi, sekurangnya yang dapat dikatakan adalah bahwa pemilihan waktunya teramat mencurigakan.

Lagi-lagi, mungkin itu semua cuma kebetulan. Mungkin itu memang serangan sungguhan oleh Muslim yang marah. Mungkin tak ada sponsor negara. Mungkin kali ini, sekali-kalinya, itu memang BUKAN serangan bendera palsu.

Tapi keuntungan apa yang diraih “Muslim radikal”? Itu sudah dipersalahkan pada ISIS; tapi itu tak masuk akal, sebab Rusia-lah, bukan Prancis, yang memerangi ISIS di Suriah. Dan ISIS, tentu saja, adalah kelompok teror buatan, bukan kelompok Muslim sungguhan.

Untuk mempercayai laporan resmi “Muslim pelakunya” atas serangan-serangan teror besar yang dimulai dari 9/11, Anda harus menganggap para penjahat Muslim pura-pura itu sebagai idiot sempurna, tak mampu berpikir strategis, nekat memberi pencitraan yang justru diinginkan oleh kaum neokon Zionis.

Tentu, tak diragukan lagi ada beberapa Muslim gusar bodoh di luar sana. Tapi kemungkinan besar mereka adalah boneka, bukan dalang.

Jadi, walaupun terlalu dini untuk berkata pasti, saya rasa kita boleh berasumsi sementara bahwa pembantaian Jumat 13 di Paris ini adalah yang terbaru dalam rentetan panjang pertunjukan bendera palsu. Dan jika kita biarkan penjahatnya lolos, sebagaimana yang sudah-sudah, kita bisa menyangka hal yang sama lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s