Serangan Paris – Pemerintah Hollande Tersangka Utama

14 November 2015
(Sumber: www.geopolitics.co)

Sebagaimana serangan teror bendera palsu lainnya, petunjuk pertama selalu datang tak lama setelah serangan yang digelar. Operasi bendera palsu tak harus tanpa korban sungguhan. Tapi penting sekali untuk menilai “reaksi” awal atau “langkah tandingan” yang diambil pemerintah pasca peristiwa.

French soldiers patrol near the Eiffel Tower in Paris as part of the "Vigipirate" security plan December 23, 2014. French security forces stepped up protection of public places on Tuesday after three acts of violence in three days left some 30 wounded and reignited fears about France's vulnerability to attacks by Islamic radicals.  (REUTERS/Gonzalo Fuentes)
French soldiers patrol near the Eiffel Tower in Paris as part of the “Vigipirate” security plan December 23, 2014. French security forces stepped up protection of public places on Tuesday after three acts of violence in three days left some 30 wounded and reignited fears about France’s vulnerability to attacks by Islamic radicals. (REUTERS/Gonzalo Fuentes)

Dalam kasus Prancis, reaksi awal adalah menutup perbatasan, mengumumkan keadaan darurat dan mengerahkan pasukan darat. Siapa yang untung, atau rugi, dari langkah demikian?

Sebelum mendalami jawaban potensial untuk pertanyaan pertama, kita perlu membuat daftar tersangka yang melancarkan serangan berganda terhadap Prancis ini, seperti:

  1. Islamic State — Ini tersangka pertama yang akan diyakinkan pemerintah kepada kita. Bahkan seseorang diberitakan berteriak “Allahu Akbar” dan “Ini Untuk Suriah” guna memperkuat motif ini. Sungguh mungkinkah para teroris sejati yang menyamar sebagai pengungsi mampu mengumpulkan cukup senjata dan bahan peledak untuk melancarkan serangan serumit itu terhadap banyak target dari dan di dalam Prancis tanpa terdeteksi oleh dinas-dinas intelijennya? Bahwa Prancis melancarkan serangan udara terhadap Islamic State beberapa waktu lalu dan akibatnya mengalami serangan ini, akankah itu menjadi naskah bagus untuk mencamkan pemikiran bahwa Prancis, seperti halnya AS, memang betul-betul memburu kelompok teroris tersebut di Suriah, padahal bertentangan dengan liputan dari lapangan?
  2. CIA & Mossad — Rusia sudah tahu siapa yang menembak jatuh penerbangan 7K9268 dan sudah mengarahkan telunjuk pada pemberontak sokongan CIA di Suriah [lihat di sini]. Apakah serangan Paris dimaksudkan untuk mengalihkan perhatian semua orang dari masalah tersebut? “Hei, Rusia, kami tak ada kaitannya dengan kecelakaan pesawat kalian. Lihat, kami juga diserang…dengan Kalashnikov?”
  3. Pemerintah Hollande — Apakah pemerintahan petahana Prancis punya motivasi yang pantas untuk membunuh warganya sendiri demi menyelamatkan masa jabatan dengan mendeklarasikan darurat nasional, memberlakukan jam malam guna membatasi pergerakan setiap orang kecuali penjahatnya, tentu saja, dan mengerahkan pasukan darat ke seluruh pelosok Prancis?

Kalau kita mau perhatikan, kini berkembang sebuah tren dari Eropa di mana kaum Kabalis petahana sedang dirobohkan dari kekuasaan, satu persatu, oleh partai-partai progresif yang mempunyai partisipasi langsung dari segmen awas dan paham di antara masyarakat Eropa.

Kaum kiri, sosialis, dan bahkan nasionalis sedang memperoleh pijakan politik di Britania, Portugal, Spanyol, dan Prancis sendiri, dan tersangka No. 2 dan No. 3 bukan cuma punya kemampuan untuk melancarkan serangan semacam itu, mereka juga bermotivasi tinggi mengingat kekalahan mereka di Timur Tengah dan dalam negeri.

Pemerintahan berkuasa Prancis sedang terancam oleh Partai Front Nasional-nya Marine Le Pen, dan perekonomian nasional memburuk sejak 2013…

Krisis euro yang tak disinggung oleh siapapun: Prancis sedang jatuh bebas.

23 Agustus 2012 di Berlin, Jerman.
23 Agustus 2012 di Berlin, Jerman.

Tinjauan lebih dalam menunjukkan bahwa Prancis tengah terperosok ke dalam krisis ekonomi. Ekonomi terbesar kedua di zona euro ini (PDB 2012: 2 triliun euro) sedang menderita penurunan daya saing lebih daripada anggota manapun. Sederhananya, produk-produk Prancis—mobil, baja, pakaian, elektronik—terlalu mahal untuk diproduksi ketimbang barang-barang pesaing dari Asia maupun para tetangga Eropa-nya, bukan cuma Jerman, tapi bahkan Spanyol dan Italia. Itu menyebabkan kejatuhan ekspor yang tajam dan cepat, dan kemerosotan signifikan dalam hal produksi dan jasa penunjangnya.

Implosi maya industri Prancis diluputkan oleh analis dan cendekiawan yang mengklaim zona euro telah menghindari bencana dan memasuki periode stabilitas baru dan awet. Padahal, Prancis-lah—bukan Yunani atau Spanyol—yang kini menjadi ancaman terbesar bagi keberlangsungan euro. Prancis melambangkan masalah nyata pada mata uang tunggal itu: ketidakmampuan negara-negara berongkos produksi tinggi, dan terus naik, untuk menyesuaikan mata-mata uang mereka agar produk mereka tetap kompetitif di pasar dunia. http://fortune.com/2013/01/09/the-euro-crisis-no-one-is-talking-about-france-is-in-free-fall/

Bukan ekonomi Prancis saja yang sedang jatuh bebas, melainkan seluruh zona Euro, menurut data teranyar. PDB zona euro: pertumbuhan melambat ke 0,3% saja – kenyataan.

Terakhir, kita ingin bertanya tentang sebagian detil serangan yang bertentangan:

  • Ada berapa banyak penyerang persisnya, mengingat angka-angka bertentangan yang disiarkan dari beberapa penyerang kini berkembang jadi pria gila bersenjata yang sendirian.
  • Sudah pasti, keamanan negara tersebut sedang disiagakan untuk empat alasan: arus masuk pengungsi, KTT “perubahan iklim” PBB, dampak operasi bendera palsu Charlie Hebdo, dan acara “The Shared 21st Century International Mission” yang ditutup baru-baru ini, menghadirkan Direktur CIA John Brennan, mantan Kepala MI6 Inggris John Sawers, Direktur French Directorate for External Security Bernard Bajolet [lihat video di bawah]. Hmm, kebetulan, bukan?
  • Apakah orang-orang bersenjata itu masih dalam “tahanan polisi”, ataukah mereka semua “mati”?
  • Berapa banyak korban sesungguhnya? Angkanya terus berubah setiap menit.

Pemerintah Prancis, CIA, dan Mossad adalah tersangka utama kita. Sekurangnya pemerintah Prancis masih harus mengaku soal operasi bendera palsu Charlie Hebdo, diikutsertai para aktor krisis bergaya rambut militer [lihat di sini], sebelum peristiwa ini dapat dipertimbangkan sebagai serangan teroris sungguhan.

Apakah sebentar lagi akan ada “unjuk rasa persatuan”?

Semestinya ada, di jalan raya yang sangat eksklusif di Prancis, lantaran ini “serangan lebih besar”.

Tidak, mereka cuma perlu menerangi tempat-tempat penting di seluruh dunia menurut warna bendera Prancis. Apa mereka sudah mengganti pengukur cahaya terlebih dahulu?

Solidaritas untuk Prancis #ParisAttacks pic.twitter.com/AxdsggajIk
—Colby Smith (@colbyLsmith) 14 November 2015

Bagaimana dengan bendera Suriah? Mereka harus memikul teror Islamic State selama 5 tahun dibanding beberapa menit di Prancis, tapi tak satupun negara menyalakan lampu dengan warna Suriah. Kita juga tak lihat warna Rusia pasca kecelakaan pesawat. Apakah nyawa suatu ras lebih berharga daripada ras-ras lain? Tapi bukan itu intinya, kan?

Kini, setiap orang terhipnotis

Ya, kaum Lugu sedang berjalan menuruti jalur yang dihamparkan oleh manajemen. Mereka melupakan semua isu relevan lain hari ini, misalnya TPP, CISA, dan upgrade sistem pengawasan global yang akan segera diberlakukan. Dosis tetap pil ketakutan sedang bekerja. Tapi, ini bukan satu-satunya tujuan.

Orang-orang antre untuk mendonorkan darah di Rumah Sakit Saint Louis, Paris, 14 November 2015. (© Dominique Faget/AFP)
Orang-orang antre untuk mendonorkan darah di Rumah Sakit Saint Louis, Paris, 14 November 2015. (© Dominique Faget/AFP)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s