World Jewish Congress dan Kelompok Resmi Yahudi Jerman Sambut Invasi Non-Kulit Putih

12 Desember 2015
(Sumber: www.newobserveronline.com)

World Jewish Congress dan Central Council of Jews di Jerman menerbitkan pernyataan resmi yang menyambut invasi non-kulit putih atas Jerman, menyebutnya “hal benar” dan “evolusi menuju masyarakat terbuka”.

Pada saat yang sama, tentu saja, kedua organisasi Yahudi menyokong Israel, yang memiliki kebijakan imigrasi khusus Yahudi dan memeriksa imigran potensial apakah mereka punya DNA Yahudi.

Die Welt Juden

Dalam pernyataan resmi yang dipublikasikan di suratkabar Die Welt Jerman, berjudul “Wir Juden wissen, wie bitter Flucht ist” (“Kami Yahudi Paham Apa Artinya Menjadi Pengungsi”), Ronald S. Lauder (presiden World Jewish Congress (WJC)), Dr. Josef Schuster (presiden Central Council of Jews di Jerman), dan wakil presiden WJC mencela semua orang Jerman yang menentang banjir orang non-kulit putih ke negara mereka, menjuluki mereka “neo-Nazi”.

“Kita sedang menyaksikan gelombang besar keterlibatan naluriah warga, dan keputusan administratif sedang diambil lebih cepat daripada biasanya di Jerman. Ini membuat Jerman mendapat simpati baru dari seluruh dunia,” tulis para pemimpin Yahudi tersebut.

“Selama bertahun-tahun, terdapat keluhan soal ketidakmauan negara ini untuk menjadi negara imigrasi, dan soal kurangnya ‘budaya menyambut’. Berdasarkan apa yang kita lihat selama pekan-pekan terakhir, itu jelas tidak benar,” sambung Lauder dan Schuster—mengabaikan fakta bahwa negara mereka, Israel, menangkap, menahan, dan mendeportasi orang-orang Dunia Ketiga yang mencoba bermukim di negara khusus Yahudi itu.

“Komunitas Yahudi, di Jerman maupun di seluruh dunia, menyambut evolusi menuju masyarakat terbuka ini. Ini hal yang benar.”

Mengabaikan fakta bahwa lobi Yahudi dan negara Yahudi adalah penyebab semua kekerasan di Timur Tengah, kedua pemimpin Yahudi ini lantas mengklaim gelombang “pengungsi” dari Suriah melarikan diri karena “agama”.

Kenyataannya, tentu saja, angka-angka resmi menunjukkan lebih dari 70% “pengungsi” bukanlah dari Suriah, tapi dari negara-negara Dunia Ketiga lain—yang tak satupun akan disambut di Israel.

Lebih jauh, negara Israel—yang didukung oleh Lauder dan Schuster—telah memperjelas bahwa mereka takkan menerima satupun pengungsi asli dari Suriah, dan bahkan sudah membangun tembok baru untuk mencegah pengungsi masuk ke negara khusus Yahudi itu.

Kedua petinggi Yahudi kemudian menuntut agar banjir agresor non-kulit putih disebar ke semua negara Eropa:

“Yang diperlukan sekarang bukan sekadar penjatahan adil ke berbagai negara, tapi juga dukungan jangka panjang. Negara ini sedang musim dingin, dan para pengungsi butuh rumah yang bagus. Tidak cukup menyediakan mereka tenda, atau kue kering, atau beruang teddy.”

Para pemimpin Yahudi ini juga bersusah-payah menguraikan bahwa banjir baru orang non-kulit putih ini pasti menjadi pendukung Israel dan percaya pada cerita Holocaust Yahudi:

“Penting pula bahwa orang-orang yang kini tak bisa pulang ke negara asal mereka akan akrab dengan nilai-nilai Barat kita. Di Jerman, itu berarti penghormatan untuk nilai-nilai yang diabadikan dalam Konstitusi dan juga pengakuan bahwa dukungan bagi Israel adalah bagian dari DNA politik negara ini. Lebih jauh, masyarakat secara keseluruhan setuju Holocaust harus dikenang.”

Kedua petinggi Yahudi lalu mengutuk orang-orang Jerman yang menentang invasi ini. Mereka memperingatkan agar tidak melakukan penentangan fisik, bahkan juga penentangan politik secara damai:

“Namun, citra Jerman Budiman yang sedang kita lihat tidak boleh menyembunyikan aspek-aspek negatif tertentu: masih ada serangan terhadap rumah-rumah pencari suaka, dan boleh jadi ada reaksi di pemilu mendatang untuk kepentingan partai-partai politik tertentu yang mencoba memanfaatkan ketakutan terkait krisis pengungsi.”

Di Israel, sudah menjadi norma bagi partai-partai politik untuk bersikap ultra-xenofobia, dan melarang pernikahan antara Yahudi dan non-Yahudi, serta antar homoseksual—semua hal yang akan dikecam Lauder dan Schuster, dan komunitas mereka di seluruh negara Barat, jika dipraktekkan oleh negara Eropa manapun.

Kemunafikan ini mengagetkan: di satu sisi komunitas terorganisir Yahudi di negara-negara Eropa menuntut bangsa Eropa menerima invasi Dunia Ketiga, di sisi lain mereka fanatik mendukung Israel yang terang-terangan mempunyai kebijakan imigrasi berdasar ras dan aktif mengusir agresor Dunia Ketiga yang menyelinap.

Dua gereja Kristen terbesar di Jerman, denominasi Katolik Roma dan Lutheran, juga telah menyatakan mendukung invasi non-kulit putih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s