Yahudi Inginkan “Pengungsi”—Tapi Bukan Di Israel

29 November 2015
(Sumber: www.newobserveronline.com)

Semua organisasi besar Yahudi di Amerika terang-terangan menuntut Amerika membuka pintunya bagi ratusan ribu “pengungsi” Muslim—seraya, pada waktu yang sama, mendukung negara Israel khusus Yahudi yang melarang masuk semua “pengungsi”.

JTA - 11 kelompok Yahudi

Jewish Telegraphic Agency (JTA) memberitakan bahwa sebelas kelompok Yahudi (mencakup Union for Reform Judaism, Orthodox Union, Rabbinical Assembly, Hebrew Immigrant Aid Society HIAS, National Council of Jewish Women, Anti-Defamation League, American Jewish Committee, Jewish Council for Public Affairs, badan naungan untuk kelompok-kelompok kebijakan publik Yahudi, dan banyak lainnya) telah resmi mendesak Kongres “tidak membatalkan rencana untuk menerima pengungsi Suriah ke Amerika Serikat.”

JTA - Pengingat bukan ancaman

Artikel JTA lain (“Bagi Kelompok-kelompok Yahudi, Pengungsi Suriah Adalah Pengingat—Bukan Ancaman”, 24 November 2015) memberitakan bahwa konsensus di antara tiga arus besar Yahudi AS—Reformasi, Konservatif, dan Ortodoks—diperoleh dari kesepahaman akan kitab Yahudi, tutur Rabbi Jonah Pesner, yang memimpin gerakan Reformasi, Religious Action Center.

Artikel ini kemudian mengutip Rabbi Steve Gutow, presiden Jewish Council for Public Affairs yang lengser, yang berkata bahwa “simpati untuk pengungsi tertulis di dalam kode genetik budaya Yahudi”.

Jewish Exponent

Pendapat tersebut digaungkan dalam sebuah artikel di Jewish Exponent, suratkabar Yahudi tertua kedua di Amerika, yang terbit di Philadelphia. Artikel dalam koran ini (“Sementara Sentimen Anti-Pengungsi Meningkat, Lembaga-lembaga Yahudi Mendorong Pemukiman [Pengungsi]”, 25 November 2015), mengutip Rabbi Jennie Rosenn, wakil presiden partisipasi masyarakat di Hebrew Immigrant Aid Society (HIAS), New York, yang menyebut mereka “telah dan sedang membantu menghubungkan jemaat-jemaat setempat dengan keluarga pengungsi yang datang ke wilayah mereka.”

Jewish Exponent menyatakan umat Yahudi “terpacu untuk bertindak oleh banyak pidato High Holiday yang dipersembahkan bagi penyambutan orang asing,” dan mengutip Rabbi Jonathan Roos dari Temple Sinai di Washington, DC, yang berbicara kepada jemaatnya tentang perlunya membantu pengungsi Suriah dengan lensa hukum dan tradisi Yahudi.

Demi tujuan itu, sambung Jewish Exponent, Temple Sinai pimpinan Roos “telah mengerjakan isu pengungsi sejak 2014”, dan walaupun Temple Sinai “tidak bisa secara langsung menyokong keluarga pengungsi, seperti jemaat-jemaat di Kanada saat ini,” Roos mengatakan bahwa “pengalaman historis mengingatkan kami dan menunjukkan perlunya berempati, memahami, dan mendukung orang-orang dalam posisi serupa.”

Dukungan berlimpah Yahudi untuk Israel, yang terang-terangan menolak menerima satupun pengungsi, sangat kontras dengan dukungan mereka bagi kebijakan mempromosikan pengungsi Muslim ke dalam Amerika.

Rupanya “kode genetik budaya Yahudi” ala Rabbi Steve Gutow dan “perlunya berempati, memahami, dan mendukung” ala Rabbi Jonathan Roos hanya mencakup negara-negara non-Yahudi. Kalau menyangkut negara mereka, Israel—yang didukung secara fanatik oleh semua Yahudi ini—“perlunya berempati” ini dibuang keluar jendela.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pemerintah Israel menolak menerima “pengungsi” dari Suriah atau Afrika—dan sedang membangun tembok baru untuk mencegah mereka masuk.

Israel PM Office - Statement

Pernyataan resmi dari kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut, “Israel adalah negara kecil, amat kecil, yang kurang akan kedalaman demografis dan geografis. Oleh sebab itu, kami harus mengawasi perbatasan kami, terhadap migran ilegal maupun terorisme.”

LA Times - Israel

Pandangan resmi Israel mengenai pelarangan “pengungsi” Suriah juga dirinci dalam LA Times 6 September 2015 (“Satu Negara yang Takkan Menerima Pengungsi Suriah: Israel”), di mana Netanyahu mengulang penegasannya bahwa “kurangnya kedalaman demografis dan geografis” Israel mengharuskan pengawasan perbatasannya terhadap “migran ilegal maupun terorisme”.

Malah, Israel juga melarang non-Yahudi, sebagaimana didefinisikan secara rasial oleh negara itu, untuk berimigrasi ke Israel sama sekali, tak peduli dari mana mereka berasal.

Times of Israel - Tes DNA

Pada saat yang sama, pemerintah Israel juga membiayai invasi Muslim Dunia Ketiga atas Eropa lewat seksi bantuan luar negeri resminya (IsraAID).

IsraAID utamanya dibiayai oleh Departemen Luar Negeri pemerintah Israel, tapi, seperti diungkap artikel Jewish Exponent, mereka juga disokong secara keuangan oleh Yahudi di Amerika:

Rabbi Lance Susman, rabbi senior Reform Congregatin Keneseth Israel di Elkins Park, adalah komisaris IsraAID, yang bertujuan “menolong Israel, menolong umat manusia”. Sebagai komisaris di dewan Amerika Utara organisasi tersebut, Sussman mencoba memperkuat organisasinya dan menggalang sumbangan untuk kegiatan IsraAID di Yordania, Turki, dan, pesisir Yunani.

Kemunafikan ini jelas sekali:

  • Di Amerika, Yahudi bersatu mendorong imigrasi besar-besaran “pengungsi” Muslim.
  • Di Israel, yang didukung secara fanatik oleh orang-orang Yahudi ini, semua “pengungsi” Muslim dilarang total, dan dicegah masuk melalui hambatan hukum dan fisik.

Mustahil untuk lari dari kesimpulan bahwa Yahudi sadar imigrasi Dunia Ketiga atau Muslim ke Israel akan menghancurkan homogenitas bangsa tersebut dan identitas Yahudi.

Mustahil pula untuk lari dari kesimpulan bahwa Yahudi juga sadar desakan mereka untuk imigrasi besar-besaran Dunia Ketiga atau Muslim ke Amerika akan menghancurkan homogenitas dan identitas bangsa ini—tapi karena ini bukan negara Yahudi, mereka tak ambil pusing dan bahkan mendorong kehancurannya.

Satu hukum bagi Yahudi, beda bagi non-Yahudi: pelestarian identitas ras bagi Yahudi, dan kehancuran identitas ras bagi non-Yahudi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s