“Anti-Semitisme di Eropa”—Disebabkan Oleh Imigrasi Dunia Ketiga yang Dipromosikan Lobi Yahudi

30 Januari 2015
(Sumber: www.newobserveronline.com)

Militan Muslim berada di balik “meningkatnya anti-Semitisme” di Eropa sekarang ini yang membuat Lobi Yahudi dan media massa bonekanya sangat kecewa—padahal kebijakan imigrasi masal dan “integrasi” dorongan Lobi Yahudi-lah yang menghadirkan jutaan Muslim di jantung-jantung Eropa.

Muslim - Yahudi

Di Prancis, contohnya, serangan Charlie Hebdo dan pengepungan “supermarket Yahudi” menunjukkan siapa yang bertanggungjawab atas serangan kekerasan terhadap Yahudi di negara tersebut. Namun serangan-serangan kejam itu hanya puncak gunung es Islam. Di antara ratusan serangan yang lebih mencolok adalah berikut:

  • Pada 2006, Yahudi Maroko Ilan Halimi diculik oleh geng pemuda Muslim yang menyebut diri mereka “Geng Barbar” dan disiksa sampai mati selama tiga pekan.
  • Pada 2012, Mohammed Merah menembak dan membunuh tiga anak Yahudi dan seorang rabbi di Ozar Hatorah School di Toulouse, Prancis.
  • Pada Juli 2014, lusinan Muslim yang memprotes serangan kejam terhadap Jalur Gaza mengepung sebuah sinagog Paris dan bentrok dengan pihak keamanan. Kemudian, setelah perusuh gagal membakar habis sinagog, mereka justru membakar mobil-mobil dan menghancurkan properti mili Yahudi di kawasan mayoritas Yahudi, Sarcelles.

Pada Juni 2014, menyusul ancaman terhadap Yahudi di Prancis, utamanya dari Muslim kelahiran Prancis yang pulang dari bertempur di perang sipil Suriah, Presiden Prancis Francois Hollande bertemu delegasi internasional pemimpin-pemimpin Yahudi dan menguraikan langkah yang telah diambil guna melindungi komunitas Yahudi dari “Muslim pulang” ini.

Prancis kini dikenal mempunyai jumlah tertinggi untuk kepergian orang Yahudi menuju Israel—20.000 dalam tiga tahun—dibanding negara Eropa manapun, semuanya lari dari “anti-Semitisme meningkat” ini.

Tapi, Lobi Yahudi di Prancis-lah yang menjadi garis terdepan dalam menghasut pembukaan perbatasan Prancis bagi orang-orang Dunia Ketiga ini.

Di Prancis, organisasi Yahudi LICRA (Ligue internationale contre le racisme et l’antisemitisme) dan CRIF (Conseil Représentatif des Institutions Juives de France), yang resmi mewakili Yahudi Prancis, merupakan tenaga pendorong dalam promosi pembuatan undang-undang “ujaran kebencian” dan promosi “multikulturalisme”.

Di Inggris, aktris Yahudi kenamaan Maureen Lipman baru saja mengumumkan bahwa dirinya sedang mempertimbangkan pergi dari negara itu akibat “meningkatnya anti-Semitisme” pula.

Menurut suratkabar Yahudi Daily Mail, Lipman sedang berpikir untuk pindah ke “Israel atau New York” (menganggap keduanya kurang-lebih sama) dalam rangka melarikan diri dari “anti-Semitisme”.

Empat dekade silam, Lipman adalah juru bicara “Anti-Nazi League” (ANL) yang didominasi Yahudi. Mereka rutin menyerang secara fisik gerakan-gerakan politik yang menentang kebijakan imigrasi masal.

Lebih jauh, anjing-anjing penyerang utama terhadap partai-partai nasionalis Inggris selama bertahun-tahun adalah Komunis Gerry Gable dan majalah Searchlight, yang masih menerima bantuan keuangan langsung dari Board of Deputies of British Jews.

Organisasi-organisasi inilah—dan lobi aktif Yahudi di partai Konservatif dan Buruh—yang berada di balik dorongan untuk membuka perbatasan Inggris bagi Dunia Ketiga.

Sebagai contoh, “Race Relation Act”, kini dikenal sebagai “Equality Act”—yang dipakai untuk memberangus kebebasan berbicara perihal dampak imigrasi di Inggris—disusun menurut perwakilan dari Board of Jewish Deputies.

Undang-undang itu awalnya dimajukan lewat Parlemen pada 1965 oleh Menteri Dalam Negeri Yahudi di Pemerintahan Partai Buruh, Sir Frank Soskice.

Sekali lagi, serangan-serangan anyar terhadap Yahudi di Inggris semuanya dilakukan oleh Muslim—disebabkan utamanya oleh kebijakan genosida Israel terhadap bangsa Palestina.

Bahkan Rod Liddle, editor tamu sayap kiri di majalah kiri Spectator, cukup jujur mengakui bahwa “nyaris semua serangan anti-Semit di negeri ini—dan di Prancis, Jerman, dan Belgia—dilakukan oleh Muslim.”

“Coordination Forum for Countering Anti-Semitism” mengkonfirmasi kesimpulan Liddle, mengutip Sunday Times dalam artikel Juli 2014 yang melihat bahwa lebih dari 100 “insiden kebencian” yang terekam bulan lalu “dilakukan oleh pemuda Muslim”.

Maka dari itu “Anti-Semitisme” di Eropa dapat dikaitkan langsung dengan dua faktor:

  1. Promosi imigrasi masal Dunia Ketiga dan “multikulturalisme” di Eropa oleh Lobi Yahudi, yang mengakibatkan terbentuknya ghetto non-kulit putih dan Muslim di sebagian besar kota Eropa, dan dari sanalah militan Islam mendapat pasokan rekrutan yang tak pernah habis.
  2. Kebijakan genosida Israel atas bangsa Palestina yang membantu menghasut imigran non-kulit putih yang memang sudah labil di Eropa.

Tak ada dalih untuk perilaku Yahudi ini—di Israel, mereka tahu betul bahwa multikulturalisme mengancam “ke-Yahudi-an negara itu” dan telah mengambil langkah hukum untuk memastikan kebijakan imigrasi khusus Yahudi, berbanding terbalik dengan apa yang mereka promosikan untuk negara-negara Eropa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s