Israel Peringatkan Kehancuran Eropa Jika Boikot Berlanjut

Oleh: Sean Adl-Tabatabai
28 Mei 2016
(Sumber: www.yournewswire.com)

Israel merilis sebuah video ancaman, memperingatkan Eropa bahwa jika mereka tidak mengakhiri kampanye boikot Israel, benua mereka akan dilenyapkan.

Israel peringatkan Eropa

Video itu, dirilis oleh firma pencitraan pro-Israel, melukiskan para militan ISIS mengancurkan kota-kota Eropa dengan restu Jerusalem.

Alternet.org melaporkan:

Video dirilis kemarin di jejaring sosial Facebook oleh Hallelu, sebuah perusahaan pencitraan kurang dikenal yang dibaktikan untuk memperbaiki citra Negara Israel di dunia internasional, dan telah menyentuh lebih dari lima ribu tayang.

Video sepanjang satu menit ini memiliki nilai produksi tinggi dan menampilkan animasi 3-D dan naskah dengan pesan politik tajam. Plot narasinya sebagai berikut.

Dalam adegan pembuka, sebuah batu raksasa sebesar desa, dihiasi logo Islamic State dan Brigade Qassam Hamas, mulai menggelinding menuruni bukit ke arah kotamadya abad pertengahan bergaya Disney yang dilabeli “Eropa”.

Sementara batu itu bertambah momentum, sebuah makhluk cadas raksasa dengan Bintang Daud biru di pundaknya berupaya memperlambat batu ISIS, tapi gagal di upaya pertama. Batu bergulir melewati sebuah puncak berbendera Israel di tebingnya dan terus menuruni gunung.

Tampak letih tapi tak ciut, si makhluk cadas Yahudi atau Israel melompat ke depan jalur batu dan dengan susah-payah berhasil menghentikannya. Meski dia menyelamatkan sebagian besar kota dari pelumatan, kelembaman batu mendorongnya ke puncak menara sebuah bangunan di pintu masuk kota, menyebabkan bangunan tersebut runtuh.

Dalam respon cepat, reklame-reklame bertuliskan “Boikot Israel” menyembul dari menara-menara kota, lalu kota itu melepas berondongan rudal ke arah makhluk cadas, termasuk satu karang besar berlogo “BDS”—mengacu pada gerakan Boycott-Divest-Sanctions yang menyasar Israel.

Meski proyektil ini tampak tidak mengakibatkan kerusakan fisik pada makhluk cadas, ekspresi wajahnya berubah meringis, dan dia memilih menyingkir dari jalur batu dan membiarkannya menyelesaikan trayektori, melumat total kota “Eropa”, sebelum menggelinding ke sekumpulan air dan tenggelam.

Dalam detik-detik terakhir video ini, layar menjadi hitam dan penonton diberitahu, “Israel sedang melaksanakan perang kalian—Dukung Israel”, sementara langkah-langkah berat si makhluk cadas bisa didengar di latar. Klip ditutup dengan layar kredit memuat logo Hallelu Foundation.

Pesan video ini jelas sekali: para tentara Islam akan memerangi Israel terlebih dahulu, tapi akhirnya mereka akan berupaya membinasakan Eropa; jika bangsa Eropa tidak menghargai cara Israel melawan para Islamis, dan tidak mau menerima ongkos perang peradaban ini, Israel akan mencampakkan orang-orang non-Yahudi tak tahu terimakasih ini menuju nasib mereka yang pantas: punah.

Di antara nama-nama paling diakui yang dimasukkan sebagai “Anggota Yayasan” di situsnya terdapat tiga kepala keluarga terkemuka: kolumnis Ben Dror Yemini dari harian laris Israel Yediot Ahronot, profesor per-Arab-an Dr. Mordechai Kedar dari Bar Illan University Israel, dan juru bicara Greek Orthodox Patriarchate Bapa Gabriel Nadaf.

Yemini menganjurkan penggiringan pengungsi Afrika non-Yahudi keluar dari kota-kota Israel dan masuk ke pusat-pusat detensi gurun, agar kaum wanita Yahudi Afrika-Israel tidak berkencan dengan mereka. Kedar menganjurkan ancaman perkosaan para ibu dan anak perempuan Palestina agar mereka tidak melakukan serangan terhadap Israel. Pada tahun-tahun belakangan, pemerintah Israel melaksanakan masing-masing usulan ini.

Nadaf memimpin upaya untuk mewajibmiliterkan warga Kristen Palestina ke dalam tentara Israel. Sekutu dekat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, dia adalah salah satu dari enam orang yang menyalakan obor di upacara resmi negara untuk “Hari Kemerdekaan” Israel awal bulan ini. Beberapa hari sebelum upacara, muncul tuduhan pelecehan seksual kepada Nadaf dari beberapa pemuda yang coba diwamilkannya ke dalam IDF (Israel Defense Force).

Dua “Anggota Yayasan” Hallelu lain juga mempunyai koneksi dengan pemerintahan Netanyahu. “Direktur Hubungan Eksternal” Rena Riger merupakan Direktur Urusan Luar Negeri sewaktu Netanyahu menjabat Menteri Luar Negeri Israel dari 2002 s/d 2003. Selain itu, “Anggota Yayasan” Wilhelm Roth juga pernah menjadi Kepala Komite Penasehat Urusan Luar Negeri untuk Danny Ayalon antara 2011 s/d 2013, ketika Ayalon menjabat Wakil Menteri Luar Negeri Netanyahu, menurut profil Roth di Linked In.

Tahun lalu, pemerintahan Netanyahu mulai secara terbuka menuding aktivis Boycott-Divestment-Sanctions menimbulkan ancaman bagi eksistensi Negara Israel, dan telah mengalokasikan anggaran besar guna memerangi fenomena ini. Bulan lalu, legislator terkemuka partai berkuasa Likud, Menteri Perhubungan Yisrael Katz, mengancam para aktivias BDS dengan “pembasmian sipil terpusat”. Meski dikatakan secara samar, ancaman ini menyiratkan para pelaku kampanye boikot bisa berhadapan dengan balasan mematikan dari Israel.

Video pertama yang dipublikasikan oleh Hallelu Foundation, dirilis setahun lalu, menjelaskan tujuan hidup kelompok ini.

Mengeluh bahwa semua upaya pencitraan Israel terdahulu tidak berguna—“kami tak pandai menjelaskan apa yang sedang terjadi di sini”—narator klip mengusulkan agar Hallelu dijadikan promotor pencitraan Negara Israel yang menyeluruh:

“Hallelu didirikan dalam rangka mengubah cara berpikir kita tentang hasbara [propaganda]. Ia bermaksud memberitahu dunia cerita sesungguhnya, dan memiliki rencana tepat untuk melakukannya. Mulanya, Hallelu Foundation berencana menjadi organisasi payung untuk semua organisasi Yahudi di Israel dan luar negeri yang berkaitan dengan hasbara.”

Sang narator kemudian menjelaskan, kelompok ini bukan hanya membela Israel dari tuduhan pelanggaran HAM, tapi juga meneruskan ofensif: “Hallelu berencana memulai serangkaian kampanye serangan tiada tara, yang belum pernah kita saksikan, dalam hal konten maupun cakupan.”

Pasukan serbu Hallelu akan menyasar corong-corong media yang mempublikasikan berita negatif soal tindakan Israel, kata video ini. “Sederet pengacara akan mengejar secara hukum setiap situs, koran, jaringan TV di Israel dan luar negeri yang menebar dusta tentang operasi Israel,” tutur narator. “Organisasi-organisasi Israel akan belajar: mereka tak bisa lagi menulis apapun yang mereka mau.”

Yang menarik, video ini juga membongkar kepalsuan salah satu topik rutin para pembela Israel paling vokal: bahwa aktivis Boycott-Divest-Sanctions membenci Yahudi dan menyasar Yahudi hanya karena sasarannya adalah Yahudi.” “Apa setiap orang sudah menjadi anti-Semit? Tidak, belum,” jelas narator. “Mereka melakukan persis apa yang akan kami lakukan dalam posisi mereka: mereka memboikot, berunjuk rasa, menerapkan tekanan internasional, mencegat wisatawan, investor, artis panggung.”

Pemutakhiran: komponen animasi kualitas tinggi dalam video bukanlah karya kreatif asli, tapi perbaikan sampel klip CG pendek peraih penghargaan berdurasi 72 detik, berjudul “A Tale of Momentum & Inertia”, buatan studio animasi HouseSpecial asal Portland, Oregon. Agaknya, Hallelu lebih suka fakta ini tak diketahui luas, dan bukan cuma karena alasan hak cipta legal. Dalam animasi asli HouseSpecial, batu besar—diperkenalkan sebagai Hamas dan ISIS—yang menghancurkan semacam pemukiman Israel dan desa “Eropa” justru diciptakan secara ceroboh oleh makhluk cadas Yahudi atau Israel sendiri, ketika dia mencoba membangun suatu jenis bangunan, mungkin altar, di puncak bukit. Jika kiasan politik Hallelu diperluas hingga mencakup video pengantar “Momentum & Inertia” yang dipotong para calon pakar propaganda, berarti dalam upayanya membangun suatu jenis bangunan di atas bukit, Israel menciptakan ISIS dan Hamas, yang kemudian menghancurkan pemukiman Israel dan benua Eropa.

Tentang penulis: Sean Adl-Tabatabai adalah kepala editor di Your News Wire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s