Kenapa Merkel Khianati Eropa dan Jerman

Oleh: Nicolas Bonnal
3 Juni 2015
(Sumber: www.pravdareport.com)

Kita harus mengerti alasan perilaku Angela Merkel. Dia mematuhi Amerika dan mentor Israel-nya (“Israel adalah tujuan hidup Jerman”???), dia mengancam dan menganiaya Eropa, dia menyerang Rusia, dan kini dia membangun lingkaran sanitasi baru (seperti pad 1919) dalam rangka mendekonstruksi Eurasia dan menguatkan agenda Amerika di benua naas kita. Sekarang Merkel mengadvokasi penerapan cepat pakta perdagangan paling keji dan berbahaya dalam sejarah, TPP (Trans-Pacific Partnership). Baru-baru ini Dr. Roberts menjelaskan makna ungkapan “Jalur Cepat”, dan 27 Mei lalu Guardian berani membeberkan korupsi Kongres Amerika menyangkut perkara luar biasa tapi mengerikan ini.

Angela Merkel (2003). Sumber: arsip Pravda.ru
Angela Merkel (2003). Sumber: arsip Pravda.ru

Kenapa Merkel Begitu Pro-Amerika dan Anti-Eropa?

Mari jelaskan alasan perilaku nihilis dan aneh ini dengan data.

  • Angela Merkel bukan dari Jerman Timur (orang-orang Jerman Timur pro-Rusia, lihat deklarasi para jenderal akhir-akhir ini). Dia lahir di Hamburg pada 1954 (Republik Federal Jerman). Segera setelah kelahirannya, keluarganya mengambil pilihan tak biasa yakni pindah ke Timur. Ayahnya, pastor gereja Lutheran, mendirikan seminari di Republik Demokratik Jerman (GDR) dan menjadi direktur panti penyandang cacat. Dia menikmati status sosial istimewa, sering bepergian ke Barat.
  • Merkel kemudian terlibat secara politik dalam Freie Deutsche Jugend (Free German Youth), organisasi negara untuk para pemuda. Dia naik ke jabatan Sekretaris departemen Agitprop, menjadi salah ahli utama dalam komunikasi politik di sistem komunis. Dia nyaman mempromosikan pendiriannya.
  • Pada November 1989, CIA berupaya mengambilalih dengan merekrut tokoh-tokoh senior. Sebulan kemudian, Merkel menyeberang dan bergabung dengan Demokratischer Aufbruch (Democratic Revival), gerakan yang terilhami partai Demokrat Kristen Jerman Barat. Sebagaimana kita tahu dari sejarah, partai-partai politik di Eropa ini bukan Kristen, bukan pula demokratis. Mereka cuma melayani agenda Amerika dan perusahaan. Demi menghindari eksodus besar-besaran dari Timur ke Barat, Merkel berargumen mendukung GDR ikut ekonomi pasar dan zona Deutschmark. Ultraliberal tapi tak pernah populer di Jerman, tesisnya akhirnya diterapkan di Jerman, seperti halnya tesis Sarkozy, rekan neokon di Prancis yang menyingkirkan sisa Gaullisme.
  • Suami keduanya, Joachim Sauer, direkrut oleh perusahaan AS, Biosym Technology, menghabiskan waktu setahun di San Diego di laboratorium kontraktor Pentagon ini. Lalu dia bergabung dengan Accelrys, perusahaan San Diego lain yang melaksanakan kontrak untuk Pentagon. Tentu saja Acclerys dikutip di NASDAQ…
  • Helmut Kohl dan rekan-rekan terdekatnya rupanya menerima uang dari sumber tak jelas untuk CDU (Christian Democratic Union). Angela Merkel kemudian menerbitkan artikel heroik kocak di Frankfurter Allgemeine Zeitung, di mana dia menjauh dari mentornya. Kita dapat mengecek bahwa dia berulangkali mengkhianati para pelindungnya…dan para pemilih (yang usia rata-ratanya adalah 60).

Angela Merkel saat itu didukung secara terbuka oleh dua kelompok pers. Pertama, dia dapat mengandalkan dukungan Friede Springer, yang mewarisi kelompok Axel Springer (180 suratkabar dan majalah, termasuk Bild dan Die Welt). Para wartawan kelompok ini diwajibkan menandatangani perjanjian editorial bahwa mereka harus bekerja ke arah pengembangan mata rantai transatlantik dan pembelaan negara Israel. Kelompok kedua adalah Bertelsmann.

Angela Merkel Menolak Keras Independensi Eropa

Pada 2003, Kanselir Gerhard Schröder menentang intervensi Anglo-Amerika di Irak. Angela Merkel lantas menerbitkan artikel ‘berani’ di Washington Post di mana dia menolak doktrin independensi Eropa ala Chirac-Schröder, menegaskan terimakasih dan persahabatannya kepada “Amerika” dan mendukung perang penuh skandal dan konyol ini. Saya mengutip beberapa baris kepasrahannya kepada tuhan-tuhan Amerikanya:

  • Akibat peristiwa-peristiwa menentukan, Eropa dan AS kini harus mendefinisikan ulang inti prinsip-prinsip kebijakan dalam negeri, luar negeri, dan keamanan.
  • Bantuan untuk Turki, mitra kita dalam persekutuan, dihalangi selama berhari-hari di Dewan NATO oleh Prancis, Belgia, dan Jerman, sebuah situasi yang menggerogoti dasar legitimasi NATO.
  • Negara-negara Eropa Timur calon anggota Uni Eropa diserang oleh pemerintah Prancis hanya karena mereka mendeklarasikan komitmen pada kemitraan transatlantik antara Eropa dan AS.

Lalu dia mengancam Prancis, waktu itu negara bebas yang dipimpin Chirac dan Villepin, dan menyokong apa yang Gore Vidal kutip ‘perang abadi’…yang melibatkan ‘damai abadi’.

  • Siapapun yang menolak aksi militer sebagai jalan terakhir akan memperlemah tekanan terhadap para diktator dan akibatnya menjadikan perang semakin probabel.
  • Jerman butuh pertemanan dengan Prancis, tapi manfaat pertemanan itu hanya dapat diwujudkan dalam pergaulan akrab dengan mitra-mitra Eropa lama dan baru kita, dan dalam persekutuan transatlantik dengan AS.

Tapi Merkel hampir tidak menang pada pemilu 2007. Dia mengumumkan penghapusan pajak pendapatan progresif, mengusulkan tarifnya harus sama untuk orang-orang yang hidup seadanya dan orang-orang yang hidup mewah. Sisa pendidikan Kristennya mungkin?

Kanselir yang lengser, Gerhard Schröder, mengecam proposal ini dalam debat televisi. Keunggulan CDU menipis, dan dalam pemilu sungguhan CDU mendapat 35% suara dan SPD 34%, sisanya tersebar di antara sejumlah partai kecil. Rakyat Jerman tak lagi menginginkan Schröder, tapi mereka juga tak menghendaki Merkel. Saya ulangi, Merkel lebih dipaksakan ketimbang dipilih. Stanley Payne, sejarawan tersohor Amerika mengatakan hal yang sama soal Spanyol (atau negara demokrasi barat manapun) bahwa kini politisi “bukan dipilih lewat pemilu tapi dipilih” oleh aparat, lembaga, dan ‘tangan-tangan nyata’ pasar—Goldman Sachs.

Pekan-pekan terakhir ini Bunda Merkel mencoba meluncurkan kembali usulan penggabungan North American Free Trade Area dan European Free Trade Area, dengan begitu menciptakan “pasar transatlantik raya”, meminjam istilah yang pernah diucapkan Sir Leon Brittain, pedofil terkenal yang terlibat skandal dan suap dan ditemukan tewas dua bulan lalu.

Mari kita lihat beberapa hubungan mereka:

Merkel didukung secara terbuka oleh Friede Springer, janda raja pers Jerman Barat, Axel Springer, yang merupakan konglomerat penerbitan. Springer Group diam-diam menerima kurang-lebih $7 juta dari CIA di awal 1950-an.

Penasehat Merkel adalah Jeffrey Gedmin. Gedmin merupakan kolumnis tetap di Die Welt, sebuah terbitan Springer Group. Setelah menjadi pengurus Council of the Community of Democracies dan direktur Aspen Institute di Berlin pada 2001, Gedmin membaktikan dirinya pada Merkel. Gedmin juga terlibat dalam Project for a New American Century (PNAC) dan menulis bab mengenai Eropa di program neokon tersebut. Dia berargumen, Uni Eropa harus tetap di bawah kewenangan NATO dan bahwa ini hanya dimungkinkan dengan “mematahkan seruan Eropa untuk emansipasi”.

Kita belum pernah sejauh ini dari ‘emansipasi’ di Eropa, dan belum pernah sedekat ini dengan perang terhadap Rusia dan mungkin (demi memuaskan nafsu ganas Amerika) Asia Tengah dan China. Di Prancis, 61% masyarakat yang pernah menyaksikan perang menegaskan pada 1945 bahwa kita diselamatkan oleh Tentara Rusia. Kini, berkat propaganda Amerika yang ditopang kolaborator Eropa, tidak sampai 10% dari kita tahu fakta ini. Sisanya disesatkan oleh propaganda, media, TV, dan film. Daniel Estulin bicara tentang masa lalu yang dibuat ulang atau direka ulang oleh televisi dan lembaga-lembaga media AS.

Dalam beberapa tahun, Merkel telah menghancurkan solidaritas Eropa, menghapus taman nuklir Jerman (obsesi lama Amerika juga), memiskinkan rakyat Jerman dan ekonomi mereka yang dulu tepat guna dan setia kawan, mendukung invasi Afrika atas Eropa bersama-sama kaum kiri dan pengecut, menyokong diplomasi ‘anjing gila’ Amerika, dan bersama pemerintahan Amerika yang tak bertanggungjawab (karena Amerika takkan pernah memenangkan konflik jenis ini) dia menciptakan krisis berbahaya melawan Rusia yang tak bisa berujung perang atau pembagian Eropa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s