Kenapa Yahudi Dukung Tsunami Imigran: Yang Buruk Untuk Eropa Pasti Baik Untuk Yahudi

Oleh: Dr. Patrick Slattery
10 September 2015
(Sumber: www.davidduke.com)

Sebagaimana Dr. Duke terangkan berkali-kali dalam acara radionya, masyarakat kerap menolak pernyataannya bahwa Yahudi adalah tenaga penggerak di balik pembukaan perbatasan Eropa untuk imigrasi Muslim. Mereka sulit membayangkan kenapa Yahudi Eropa tidak menentang pertambahan jumlah minoritas yang telah menjadi sumber banyak kekerasan terhadap Yahudi, seperti serangan jamak Januari lalu termasuk Charlie Hebdo.

Artikel dari Jewish Telegraphic Agency memperjelas bahwa komunitas Yahudi bersatu mendukung penerimaan invasi imigran yang terus berlanjut. Malah, mereka menjatuhkan “bom-H”—dosa Holocaust. Hitung berapa kali Holocaust, Hitler, dan Nazi disebut-sebut dalam artikel tersebut. Pesan kasarnya adalah Eropa harus menebus holocaust dengan membuka perbatasannya dan menyediakan kesejahteraan bagi jutaan imigran permanen.

Artikel itu mengakui bahwa para imigran kemungkinan besar memendam sikap “anti-semit”. Mereka tahu Yahudi Eropa mungkin akan menjadi korban para imigran ini. Tapi coba pikirkan. Sebagian Yahudi Amerika adalah korban penjahat kulit hitam jalanan, tapi itu tak mencegah para taipan media Yahudi untuk mempromosikan rap gangsta yang memuja narkoba dan kekerasan di kalangan pemuda kulit hitam. Sebagian Yahudi Amerika menjadi korban imigran kriminal yang Trump keluhkan, tapi Yahudi setuju sekali membawa masuk lebih banyak imigran.

Faktanya, Yahudi sebagai sebuah kelompok telah bersedia mengorbankan sebagian anggota mereka sendiri demi mencapai tujuan. David Ben Gurion, Perdana Menteri Israel pertama yang legendaris, terkenal menyatakan bahwa dirinya lebih suka menyelamatkan separuh anak-anak Yahudi di Jerman era Nazi dengan menyuruh mereka datang ke Palestina (di mana mereka dibutuhkan untuk mendirikan negara Yahudi) daripada menyelamatkan mereka semua dengan dikirim ke Inggris.

Jadi, dalam hitungan akhir, tidak masalah tsunami imigran Muslim ini menjadikan Eropa tak dapat ditinggali bagi Yahudi, sekurangnya bagi orang-orang yang bersetelan hitam dan mudah dikenali. Toh mereka mungkin pula pindah ke Israel, menyisakan kaum elit di puncak komando masyarakat Eropa. (Ingat, ketika 90% Yahudi Soviet beremigrasi pada 80-an dan 90-an, kekuasaan Yahudi di Rusia betul-betul MENINGKAT.)

Yang penting bagi para pemimpin Yahudi Eropa adalah jutaan imigran Muslim akan menjadikan Eropa tak dapat ditinggali bagi orang Eropa. Karena, yang buruk untuk Eropa pasti baik untuk Yahudi. Benar?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s