Manuel Valls Tolak Ide Kuota Migran di Uni Eropa

Oleh: Jean-Christophe Magnenet
17 Mei 2015
(Sumber: http://www.france24.com)

Sabtu kemarin, Manuel Valls menolak ide kuota migran di Uni Eropa. Sang Perdana Menteri justru menganjurkan pendirian European Border Guard.

Sabtu 16 Mei kemarin Perdana Menteri Prancis Manuel Valls, dalam perjalanan ke Menton, di Alpes Maritimes, menentang pembentukan kuota migran di Uni Eropa (UE). “Ini tak pernah selaras dengan usulan Prancis,” ungkapnya, lebih jauh menegaskan “kebijakan suaka” untuk Eropa.

Rencana aksi untuk imigrasi dan suaka yang dipresentasikan Rabu lalu oleh Komisi Eropa menyediakan beberapa kuota wajib demi sebaran pengungsi yang adil dan, kalau-kalau terjadi krisis, pengalihan pencari suaka antara negara-negara UE. Tujuannya adalah untuk meringankan beban negara-negara semacam Italia atau Yunani dan menawarkan 20.000 jatah tambahan yang tersebar di UE kepada orang-orang beridentitas di zona krisis sebagai pihak yang membutuhkan perlindungan demikian.

Sebuah inisiatif yang jauh dari kata menyenangkan bagi Manuel Valls, dia percaya negara-negara Eropa di garis pertama pada gilirannya akan mengambil tanggungjawab dan menyortir migran non-reguler untuk dipulangkan ke negara asal mereka dan pelamar suaka, yang klaimnya harus didaftarkan di tempat.

54 penyelundup ditahan sejak awal tahun

“Suaka adalah hak, yang ditentukan menurut kriteria internasional. Itu pula sebabnya jumlah penerima tidak boleh dijatah,” tegas Perdana Menteri.

Seraya menyambut sikap terhadap kuota, deputi walikota Nice (dari UMP), Christian Estrosi, meratapi kurangnya reaksi segera dan konkret terhadap arus masuk migran di wilayahnya. Antara Senin s/d Kamis, kepolisian telah menahan 944 migran di Alpes-Maritimes menurut statistik prefek tersebut. Sejak awal tahun, 54 penyelundup juga telah ditahan.

Sementara itu, anggota parlemen Alpes-Maritimes, Éric Ciotti memastikan di Twitter bahwa dirinya telah meminta Manuel Valls agar mengembalikan pengawasan perbatasan untuk menangani tekanan migrasi di Menton.

Menghadapi tekanan migrasi di #Menton, saya meminta @manuelvalls mengembalikan pengawasan perbatasan. #immigration
—Éric Ciotti (@Eciotti) 16 Mei 2015

Manuel Valls menyerukan agar dua satuan bergerak CRS dan kepolisian dimobilisasi di départemen tersebut guna memberi dukungan kepada pasukan yang dikerahkan di wilayah setempat.

Sejak awal tahun, 54 penyelundup telah ditahan dan tiga saluran terbongkar, ungkapnya. Dan dari sekitar 6.000 orang yang menyeberangi perbatasan, hampir 2/3-nya telah dipulangkan.

Menteri Dalam Negeri Bernard Cazeneuve, turut hadir di Menton, mengaku telah menginstruksikan Direktorat Jenderal Kepolisian Nasional untuk menyesuaikan rencana pemantauan “berkelanjutan”.

Sementara itu, dalam pertemuan dekat Montpellier, Presiden UMP (Union for a Popular Movement) Nicolas Sarkozy memutuskan untuk menerapkan “Schengen 2”: “Kita harus mengubah syarat penerimaan migran dan kemudian mendefinisikan syarat solidaritas. Anda perlu Schengen 2. Kita adalah negara terbuka dari sudutpandang geografi. Tapi persoalan migrasi diangkat,” nilai sang mantan presiden.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s