Rabbi Inginkan Eropa Islami Sebagai Balas Dendam Yahudi!

12 November 2012
(Sumber: www.davidduke.com)

Kaum Yahudi seharusnya “girang” akan fakta bahwa Eropa Kristen sedang kehilangan identitasnya ke tangan Islam sebagai “hukuman” atas “kejahatan” dan “penyimpangan”-nya, demikian maklumat seorang rabbi terkemuka pemukim Israel. Di bawah artikel ini terdapat komentar penting dari Dr. David Duke!

Rabbi Efrati Inginkan Eropa Islami

Menurut laporan di Ynet News, rabbi kenamaan Baruch Efrati, seorang kepala yeshiva dan rabbi komunitas di permukiman Efrat Tepi Barat, membuat komentar di sebuah situs Yahudi sebagai jawaban untuk pertanyaan tentang Islamifikasi Eropa.

“Kaum Yahudi seharusnya girang akan fakta bahwa Eropa Kristen sedang kehilangan identitasnya sebagai hukuman atas perbuatannya kepada kita selama ratusan tahun dalam pengasingan di sana,” kata Efrati.

“Kita takkan pernah memaafkan Kristen Eropa atas pembantaian jutaan anak, wanita, dan jompo kita…sepanjang bergenerasi-generasi, dengan cara konsisten yang menjadi ciri khas semua faksi Kristen munafik. Dan kini, Eropa sedang kehilangan identitasnya ke tangan bangsa lain dan agama lain, dan takkan ada sisa dan penyintas dari kenajisan Kristen, yang telah menumpahkan banyak darah yang takkan bisa ditebus,” ungkapnya.

“Dengan bantuan Tuhan, kaum non-Yahudi di sana akan mengadopsi hidup yang lebih sehat dengan banyak kesederhanaan dan ketulusan, dan tidak seperti Kristen munafik yang kelihatan murni tapi hakikatnya korup,” tambah sang rabbi.

“Walaupun kita sedang perang besar dengan bangsa Arab di kawasan ini demi Tanah Israel, Islam tetap jauh lebih baik sebagai budaya non-Yahudi ketimbang Kristen,” tutup rabbi Efrati.

Hardikan kepala Yeshiva ini melukiskan dua poin penting: pertama, kebencian kaum Supremasis Yahudi terhadap Eropa begitu besar hingga mereka lebih sudi melihat Eropa diduduki Islam, musuh abadi Zionis, ketimbang melihatnya langgeng dan mempertahankan identitas sendiri; kedua, ini mempertegas sifat sejati Supremasisme Yahudi dan kendali media.

Bayangkan jika seorang pendeta Kristen di suatu tempat memaklumatkan bahwa “Yudaisme hakikatnya korup, jahat, dan bahwa Israel layak diduduki Muslim.”

Media akan menerkam pendeta demikian dan dia akan dikeluarkan dari pekerjaan dan masyarakat secara umum.

Tapi seorang rabbi terkemuka bisa membuat komentar demikian dan bukan hanya tidak menarik perhatian media, tapi dipelihara dan dilindungi oleh negara Yahudi.

Komentar Dr. David Duke

Lancang! Saya bersyukur atas kelancangan ini! Tanpa kenekatan ekstrimis Yahudi yang tak terkendali, akan sulit memberitahu kalian motivasi sejati di balik penghancuran bangsa Eropa.

Rabbi Baruch Efrati, seorang penjajah Zionis radikal dan penindas bangsa Palestina mengungkapkan kepada kita perasaan sejati kaum Zionis di manapun. Musuh terbesar mereka bukanlah Muslim atau Arab, tapi masyarakat Kristen Eropa di Barat.

Kedengarannya mungkin sulit dipercaya bagi orang yang tertidur tapi inilah arus utama pemikiran intelektual Yahudi, bukan sekadar pandangan beberapa radikalis di gurun Tepi Barat. Sebagai contoh, kalian bisa baca artikel Wikipedia yang panjang dan rinci berjudul History of the Jews in the Land of Israel (ditulis oleh Yahudi).

Artikel ini berulangkali mengutuk orang Kristen dan Pasukan Salib Eropa, bangsa Romawi, Bizantium, dan lain-lain dan membicarakan toleransi Islam dan bagaimana Yahudi tumbuh subur di bawah Kekaisaran Islam Utsmani.

Bahkan nama Gentile, istilah dalam tarikh Yudaisme yang secara resmi berarti kejahatan dan kenajisan dalam mendeskripsikan orang-orang keturunan non-Yahudi, berasal dari kebencian Yahudi kuno terhadap bangsa Romawi. Istilah Gentile berasal dari kata romawi (Latin) Gens yang merupakan masyarakat berkuasa Romawi dan secara harfiah berarti ras.

Bagi Yahudi saat itu, istilah untuk non-Yahudi najis dan hewani, yakni prototipe Eropa, adalah kata Gens yang menjadi “Gentile”.

Kebencian patologis mereka terhadap bangsa Eropa dan nilai-nilai kita dibeberkan di www.davidduke.com dalam artikel saya tentang Profesor Nathan Abrams, yang menulis di Jewish Intellectual Quarterly. Di situ dia mendokumentasikan dominasi sempurna Yahudi atas pornografi dan mengutip raja-raja porno Yahudi bahwa motivasi mereka bukan semata finansial tapi didorong oleh “kebencian atavistik” terhadap bangsa Eropa dan moralitas Kristen. Ya, dia sungguh-sungguh melukiskan motivasi Yahudi dengan istilah ini, “kebencian atavistik”.

Dan saya percaya pada profesor aktivis Yahudi ini. Saya percaya dia bicara jujur, dan dokumentasi faktanya ini merupakan bukti tegas atas banyak tindakan destruktif lain yang dilakukan Yahudi kepada bangsa Eropa.

Penjajah Palestina ini, Rabbi Efrati, mempunyai kebencian atavistik persis sama terhadap Gentile Eropa sebagaimana raja-raja porno yang berusaha balas dendam kepada Gentile dengan merusak jutaan anak dan pemuda Gentile dengan porno jijik!

Dia mengungkap motivasi tertinggi Zionis di seantero Barat dalam mempromosikan imigrasi non-Eropa ke negara-negara berpenduduk Eropa.

Para Zionis yang menciptakan dan mendukung Negara Yahudi, sebuah negara eksklusif Yahudi dan mempunyai undang-undang imigrasi ketat, mendukung imigrasi besar-besaran ke Eropa, Kanada, Amerika, Australia, dan bangsa Eropa lain.

Jika mereka memandang imigrasi masif non-Yahudi sangat destruktif bagi kepentingan Israel dan Yahudi, maka mereka pasti tahu pula bahwa imigrasi masal non-Eropa juga destruktif bagi kepentingan bangsa Eropa. Mana mungkin tidak?

Mereka juga tahu bahwa, sebagai minoritas kecil tapi berpengaruh, jalan mereka menuju kekuasaan politik, media, dan keuangan negara-negara kuat Barat adalah lewat kebijakan pecah-belah dan taklukkan.

Para pemimpin Yahudi, seperti mantan kepala National Affairs Stephen Steinlight, dari organisasi Yahudi paling berpengaruh di Amerika, American Jewish Committee, terang-terangan menulis tentang strategi Yahudi “pecah-belah dan taklukkan” di Amerika.

Pikirkan ini. Kenapa kaum Zionis radikal, yang mencoba melestarikan bangsa Yahudi dan menciptakan Negara Yahudi kuat, berusaha menghancurkan kesatuan dan warisan etnis Amerika dan Eropa?

Jika mereka memandang kehancuran etnis mereka sendiri sebagai suatu hal seram, tentu mereka tahu konsekuensi seram bagi bangsa Eropa.

Tanya saja setiap cendekiawan sejarah dari Lebanon. Mereka bisa beritahu kalian bagaimana Zionis mempromosikan skenario pecah-belah dan taklukkan di Lebanon antara Kristen dan Muslim demi menghancurkan dan melemahkan musuh Israel. Itulah senjata terkuat mereka dalam usaha menyerbu dan mencuri negeri itu.

Tanya saja setiap intelektual Suriah hari ini tentang fakta bahwa Israel dan proksi-proksinya sedang mendukung skenario pecah-belah dan taklukkan di sana untuk melemahkan Suriah dan Iran, dua negara yang dipandang sebagai musuh terbesarnya.

Zionis telah menemukan jalan untuk membuat Muslim Syiah dan Sunni saling menggorok, demi melemahkan balasan Muslim terhadap Israel.

Perdana Menteri Israel Moshe Sharett dalam diarinya menulis panjang-lebar perihal strategi pecah-belah dan taklukkan.
Itu bukan cuma di Lebanon dan Suriah. Itu Ziostrategi di seluruh dunia!

Sebagaimana ditunjukkan oleh Profesor Kecin MacDonald dalam buku-bukunya dan saya sendiri dalam buku-buku saya seperti My Awakening dan Jewish Supremacism, adalah fakta tak terbantahkan bahwa Yahudi menjadi tenaga penggerak besar atas perubahan undang-undang imigrasi di seluruh Dunia Barat.

Mereka memimpin lobi sungguhan dan pengaruh politik untuk itu. Mereka mendominasi cuciotak media yang menanamkan kebencian diri pada bangsa Eropa dan mempromosikan dusta jijik bahwa imigrasi masal akan menuntun kepada cinta dan persaudaraan, padahal itu menuntun kepada konflik masyarakat dan kebencian. Mereka juga mengajari bangsa Eropa bahwa itu akan menuntun kepada kemakmuran ekonomi, padahal imigrasi menuntun kepada dampak ekonomi merusak dan kenaikan kriminalitas dan kekerasan.

Mereka menyajikan begitu banyak kelancangan di media Amerika, bahwa kemenangan Obama baru-baru ini dipandang sebagai perayaan kehancuran Amerika Kulit Putih dan perayaan fakta bahwa orang Amerika keturunan Eropa yang tak lama lalu adalah 90%, kini di bawah 70% dan terpecah-belah dengan segala macam cara dan ditakdirkan jatuh ke bawah kendali politik-sosial aktivis beretnis minoritas yang tanpa malu mendahulukan kepentingan etnis mereka!

Perayaan itu betul-betul diselenggarakan oleh kaum supremasis Yahudi yang menyaksikan kehancuran musuh kuno mereka, bangsa Eropa.

Bangsa Eropa Harus Mengenali Musuh Sejati Mereka

Kini, Zionis sedang memanipulasi bangsa Eropa dan Amerika lagi.

Mereka sedang berusaha membuat semua orang Eropa memandang Muslim sebagai musuh mereka dan dengan begitu mendukung Israel.

Faktanya, bangsa Eropa secara alami menentang imigrasi masif non-Eropa beda agama ke Eropa, sebagaimana Muslim Arab atau bangsa lain di muka bumi menentang imigrasi masif non-Arab non-Muslim ke negara mereka.

Bangsa Eropa harus mengerti, faktanya para Islamis tidak berada di balik perubahan undang-undang imigrasi. Melainkan Zionis.

Para Islamis tidak berada di balik pornografi yang menjangkiti dan merusak puluhan juta orang Eropa. Melainkan Zionis.

Para Islamis bukanlah taipan Ziowood yang mempromosikan narkoba, penyalahgunaan alkohol, kemerosotan seksual. Melainkan Zionis.

Para Islamis tidak mencuri triliunan dolar kekayaan dari Eropa dan Amerika. Zionis, melalui ziobank internasional semacam ZioFED, Bank Dunia, IMF, dan bank-bank predator seperti Goldman Sachs, telah mencuri triliunan dari kalian. Goldman Sachs saja lebih kaya dari gabungan banyak negara!

Para Islamis tidak mengajari bangsa Eropa untuk benci diri sendiri. Zionis melakukannya, melalui ujaran kebencian terhadap bangsa Eropa di media yang terus-menerus.

Ironisnya, bahkan Muslim sendiri dirusak secara menyeramkan oleh penghancuran Yahudi atas bangsa Eropa dan warisan mereka di Barat.

Pelengseran otoritas Eropa-Amerika adalah cara agar Ziomit dapat mengendalikan Barat, kekayaannya, dan bahkan darah pemuda dan pemudinya demi memajukan agena Zioglobalis di muka bumi, termasuk banyak negara Muslim.

Saya nyatakan, Muslim seharusnya menguasai negaranya sendiri, bukan orang Eropa dan tentu bukan penghasut perang Zionis yang memiliki supremasi atas bangsa Eropa kita.

Saya nyatakan, bangsa Eropa seharusnya memiliki negara dan media sehat yang mencintai ekspresi warisan, tradisi, dan budayanya sendiri, dan mempunyai pemerintah yang kebjiakannya mementingkan rakyatnya sendiri, sebagaimana setiap bangsa lain mempunyai hak dasar itu!

Zioglobalis adalah musuh terbesar kebebasan, keanekaragaman, dan kemerdekaan manusia.

Saya bicara kepada warisan saya sendiri sebagai orang Eropa, untuk memahami penuh identitas musuh sejati kebebasan, warisan, dan bahkan eksistensi kalian. Zionis bukan sekadar memperagakan perampokan seluruh Palestina, mereka sedang aktif mengusahakan dan mengerjakan genosida bangsa Eropa.

Seperti dikatakan rabbi Efrati begitu gamblang: “Takkan ada sisa dan penyintas dari kenajisan Kristen.”

Matriks Zionis, yaitu Kekuasaan, Media, Pemerintah, dan Keuangan, takkan beristirahat sampai bangsa Eropa terhapus dari planet ini. “Tak ada penyintas.”

Dan kepada Muslim yang membaca ini:

Tolong pahami, pengambilalihan Zionis atas Amerika dan pelengseran bangsa Eropa di tanah kami sendiri adalah alasan tunggal terbesar kenapa bangsa Palestina dan begitu banyak Muslim menderita peperangan Israel dan Zionis!

Saya paham, kalian ingin kebebasan untuk bangsa kalian sendiri di tanah-tanah kalian sendiri.

Saya mendukung kalian dalam hak azasi dan pencarian itu.

Kini, saya minta kalian paham bahwa bangsa Eropa punya hak azasi yang sama di tanah kami. Sesungguhnya, kalian berkepentingan pula agar Eropa dan Amerika dicurahkan pada kepentingan sejati mayoritas bangsa mereka sendiri daripada kaum Zionis dan supremasi pecah-belah dan taklukkan.

Jika kita semua merangkul hak azasi sejati, seluruh umat manusia akan mendapat kebaikan. Untuk bangsa saya, bangsa kalian, dan semua bangsa.

Untuk tujuan ini saya telah baktikan hidup saya, dan saya berdoa semoga kalian baktikan hidup kalian untuk prinsip ini pula.

Kita ingin menyaksikan dunia berisi bangsa-bangsa bebas dan merdeka yang merayakan ekspresi kemanusiaan khas masing-masing, bukan dunia tirani, resimentasi, perampokan, dan kemerosotan di bawah tumit zioglobalisme!

Tuhan Memberkati Kalian Semua!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s