Yahudi: AS Harus Terima Lebih Banyak Muslim

24 September 2016
(Sumber: www.newobserveronline.com)

Hebrew Immigrant Aid Society (HIAS)—organisasi Yahudi terbesar pro-“pengungsi” di Amerika—menuntut AS “menjadi teladan” dalam membawa lebih banyak Muslim ke negara itu, tapi pada saat yang sama berdiri kokoh bersama Israel yang menolak menerima satupun “pengungsi” Muslim karena mereka akan mengancam eksistensi negara tersebut.

Times of Israel - HIAS

Menurut artikel dalam Times of Israel yang bermarkas di Jerusalem, HIAS “bertujuan mendorong AS tetap terbuka bagi orang-orang yang mencari tempat berlindung dari kekerasan dan penganiayaan”.

Rabbi Jennie Rosenn, wakil presiden partisipasi masyarakat HIAS, berceramah dalam pertemuan.
Rabbi Jennie Rosenn, wakil presiden partisipasi masyarakat HIAS, berceramah dalam pertemuan.

“Merupakan sebuah nilai inti Yahudi untuk menyambut orang asing,” ujar Rabbi Jennie Rosenn, wakil presiden partisipasi masyarakat HIAS, dalam sebuah konferensi pers. “Ini disebutkan sebanyak 36 kali dalam Taurat. Ini adalah firman langka yang diberi alasan: ‘Sebab kami dahulu adalah orang asing di tanah Mesir.’ Ini nilai inti, tapi ini juga sejarah kami.”

Mark Hetfield, presiden HIAS
Mark Hetfield, presiden HIAS

Times of Israel kemudian mengutip perkataan Mark Hetfield, presiden HIAS, “Komunitas Yahudi Amerika sekali lagi memanggil seluruh komunitas internasional untuk mendukung pengungsi. Ini waktu yang penting sekali untuk menegaskan lagi komitmen kita pada pengungsi. Organisasi kami telah bergeser dari organisasi yang membantu pengungsi karena mereka Yahudi menjadi organisasi yang membantu pengungsi karena kami Yahudi,” kata Hetfield.

Menurut Times of Israel, 200 sinagog dan 1.300 rabbi “berikrar mengambil tindakan dengan mendidik orang lain soal pengungsi, mengadvokasi kebijakan yang lebih baik bersama para pejabat terpilih, mengumpulkan uang untuk mendukung pengungsi”.

HIAS adalah anggota Conference of Presidents of Major American Jewish Organizations (COPMAJ), dan disokong langsung oleh Jewish Federations of North America (JFNA).

Ketiga organisasi ini—HIAS, COPMAJ, dan JFNA—semuanya fanatik mendukung Israel, dan aktif terlibat dalam apa yang mereka sebut “advokasi” untuk negara Yahudi itu.

Namun, tak satupun dari mereka mengadvokasi agar pengungsi “Muslim” ini pergi ke Israel—negara yang lebih dekat dengan wilayah konflik.

Bahkan, pada September 2015, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak menerima satupun “pengungsi” ke Israel, menyebut negaranya “tidak dalam posisi untuk memasukkan mereka”.

“Kurangnya kedalaman demografis dan geografis” Israel mengharuskan pengawasan perbatasan terhadap “migran ilegal maupun terorisme”, tambah Netanyahu.

LA Times - Israel tak menerima pengungsi

Laporan LA Times yang mengutip Netanyahu kemudian menyatakan bahwa “penyebutan demografi mengacu pada kecemasan yang sering diungkapkan di Israel perihal terbanjirinya populasi Yahudi negara itu oleh non-Yahudi”.

Bagi banyak Yahudi Israel, sambung LA Times, “Angka tambahan non-Yahudi sekecil apapun menjadi ancaman potensial, dan krisis pengungsi Suriah serta perdebatan tentang peran Israel telah membangkitkan kekhawatiran terdalam di negeri itu—ketakutan akan hilangnya mayoritas Yahudi dan kemudian karakter negara Yahudi.”

Daily Mail juga memberitakan komentar Netanyahu, tapi menambahkan, “Jauh dari menyambut pengungsi dari negara-negara terkoyak perang, dia menyebut Israel akan segera memulai pagar pengaman perbatasan tahap pertama sepanjang 18 guna menutup rapat perbatasan dengan Yordania.

“Ini adalah tambahan untuk rintangan 143 mil sepanjang perbatasan Mesir yang rampung tahun 2013. Negara Yahudi itu sudah mempunyai pagar di perbatasan Lebanon dan sepanjang garis antara Dataran Dinggi Golan dudukan Israel dan Suriah,” tambah Daily Mail.

Mail Online - Israel tolak pengungsi

Semua ini tidak menunjukkan “nilai inti Yahudi untuk menyambut orang asing” sebagaimana diklaim oleh HIAS.

Dengan kata lain, negara Yahudi—yang didukung HIAS, COPMAJ, dan JFNA—menolak menerima pengungsi Muslim karena negara itu—dan Yahudi yang mendukungnya—paham betul bahwa penerimaan ribuan “pengungsi” ini akan menghancurkan homogenitas ras Israel dan mengancam masa depan eksistensinya sebagai negara Yahudi.

Menyadari kenyataan ini, kita dapat bertanya secara sah: kenapa Yahudi HIAS, COPMAJ, dan JFNA bekerja sekeras itu untuk membawa para “pengungsi” ke Amerika?

Ini terutama berkaitan jika mengingat fakta bahwa mereka semua tahu masuknya pengungsi ke Amerika akan menghancurkan AS sebagaimana itu dapat menghancurkan Israel.

Organisasi-organisasi Yahudi ini sadar betul apa yang sedang mereka kerjakan, dan sengaja mengerjakannya demi menghancurkan AS secara ras.

Tak ada alasan lain untuk kemunafikan mencolok mereka dalam urusan ini.

Yang menambah luka, menurut laporan keuangan teranyar, HIAS mendapat paling kurang 55% dananya dari pemerintah AS.

Ini terdiri dari hibah $16.959.850 dari Departemen Luar Negeri AS, hibah $2.546.469 dari Departemen Kesehatan dan Layanan Manusia, dan $25.454 dalam “hibah lain dari pemerintah dalam negeri”—setara dengan $19.531.773 dari total pemasukan HIAS sebesar $35.339.247.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s