Rencana Yahudi Illuminati Untuk Genosida Eropa

26 Juni 2015
(Sumber: www.henrymakow.com)

Artikel ini adalah terjemahan dari artikel Italia tahun 2014, awalnya diposting di Identità.

Belum pernah sebuah bangsa merangkul kematian politik dan budayanya dengan puas diri seperti penghuni goblok Eropa, Amerika Utara, dan Australia.

Pantai Spanyol
Pantai Spanyol

Jangan tujukan kemarahan kalian pada imigran yang sekadar mencoba memperbaiki hidup, sebagaimana leluhur kita dahulu.

Tujukan amarah kalian pada pemimpin politik dan budaya kita yang, sebagai agen para bankir sentral, menjadi penjajah dan pengkhianat.

Penyebab migrasi besar-besaran masih disembunyikan dengan lihai oleh sistem, dan dilukiskan sebagai kenyataan tak terhindari melalui propaganda multikulturalisme. Apa yang ingin mereka tampilkan sebagai keniscayaan dan fenomena spontan sesungguhnya merupakan rencana jangka panjang disengaja untuk memusnahkan wajah benua ini.

Pan-Eropa

Salah satu pelopor utama proses integrasi Eropa adalah orang yang merancang rencana genosida Bangsa Eropa. Elit memandangnya sebagai pendiri Uni Eropa. Namanya adalah Richard Coudenhove Kalergi. Ayahnya adalah diplomat Austria bernama Heinrich von Coudenhove-Kalergi (bertalian dengan keluarga Kallergi di Bizantium) dan ibunya adalah Mitsu Aoyama dari Jepang…

Richard Coudenhove Kalergi

Pada 1922 dia mendirikan gerakan “Pan-Eropa” di Wina, yang bertujuan menciptakan Tatanan Dunia Baru berlandaskan federasi bangsa-bangsa yang dipimpin AS. Integrasi Eropa adalah langkah pertama dalam menciptakan pemerintahan dunia. Para pendukung pertamanya mencakup politisi Ceko Tomáš Masaryk dan Edvard Beneš dan bankir Max Warburg, yang berinvestasi 60.000 mark. Kanselir Austria Ignaz Seipel dan presiden Austria berikutnya, Karl Renner, mengemban tanggungjawab untuk memimpin gerakan “Pan-Eropa”. Kemudian, para politisi Prancis, seperti Léon Blum, Aristide Briand, Alcide De Gasperi, dan lain-lain bergabung.

Dengan naiknya Fasisme di Eropa, proyek itu tertunda, tapi pasca Perang Dunia II, berkat dukungan Winston Churchill, Loji Mason Yahudi B’nai B’rith dan koran-koran besar seperti New York Times, rencana itu diterima oleh Pemerintah AS. CIA lantas mengerjakan perampungan proyek.

Hakikat Rencana Kalergi

Dalam bukunya, Praktischer Idealismus, Kalergi mengindikasikan bahwa penghuni “Eropa Serikat” di masa mendatang bukanlah Bangsa Benua Lama, melainkan produk perkawinan antar bangsa. Dia jelas-jelas menyatakan, bangsa-bangsa Eropa seharusnya dibastar dengan ras Asia dan berwarna, dengan begitu menciptakan kawanan multibangsa tanpa kualitas dan mudah dikendalikan elit penguasa.

MigranKalergi menghapuskan kedudukan negara merdeka dan penentuan nasib sendiri dengan memakai gerakan separatis etnis dan migrasi masal. Agar Eropa dikendalikan oleh elit, dia ingin mengubah orang-orang ke dalam keturunan campuran Kulit Hitam, Kulit Putih, dan Asia. Namun siapa elit ini? Kalergi khusus menyoroti ini:

Manusia masa depan akan berupa ras campuran. Ras dan kelas hari ini akan menghilang berangsur-angsur berkat lenyapnya ruang, waktu, dan prasangka. Ras Eurasia-Negroid masa depan, yang penampilannya mirip dengan Mesir Kuno, akan menggantikan aneka bangsa dan aneka individu. Alih-alih menghancurkan Yudaisme Eropa, Eropa, bertentangan dengan kehendaknya sendiri, justru memperhalus dan mendidik orang-orang ini menjadi bangsa pemimpin masa depan melalui proses evolusi buatan ini. Tidak mengherankan jika orang-orang yang lolos dari Penjara-Ghetto menjadi bangsawan spiritual Eropa. Dengan demikian, kepedulian penuh kasih yang diberikan oleh Eropa menciptakan keturunan aristokrat baru. Ini terjadi ketika aristokrasi feodal Eropa remuk akibat emansipasi Yahudi [gara-gara tindakan yang diambil oleh Revolusi Prancis].

Walaupun tak ada buku teks yang menyebut-nyebut Kalergi, ide-idenya menjadi prinsip pemandu Uni Eropa. Keyakinan bahwa bangsa-bangsa Eropa harus dicampur dengan orang Afrika dan orang Asia, guna menghancurkan identitas kita dan menciptakan ras tunggal mestizo, adalah dasar semua kebijakan komunitas yang bertujuan melindungi minoritas. Bukan untuk alasan kemanusiaan, tapi karena arahan Rezim bengis yang merencanakan genosida terbesar dalam sejarah.

Coudenhove-Kalergi European Prize dianugerahkan setiap dua tahun kepada orang Eropa yang unggul dalam mempromosikan rencana jahat ini. Di antara mereka yang dianugerahi hadiah ini adalah Angela Merkel dan Herman Van Rompuy.

Kapal ImigranPenghasutan genosida juga menjadi dasar seruan tetap PBB yang menuntut kita menerima jutaan imigran demi mengatasi rendahnya tingkat kelahiran UE. Menurut laporan yang dipublikasikan pada Januari 2000 dalam Population Division Review PBB di New York, di bawah judul “Penggantian Imigrasi: Solusi Untuk Penurunan dan Penuaan Populasi”, Eropa akan butuh 159.000.000 juta migran pada 2015.

Kita heran bagaimana bisa menaksir imigrasi dengan akurasi setinggi itu jika bukan direncanakan. Tentu saja rendahnya tingkat kelahiran dapat mudah dibalik dengan langkah-langkah tepat untuk menunjang keluarga. Juga jelas bahwa kontribusi gen orang asing tidak melindungi warisan genetik kita, tapi memungkinkan kehilangannya. Tujuan tunggal dari langkah ini adalah untuk mendistori bangsa kita, mengubah mereka jadi sekelompok orang tanpa kohesi kebangsaan, sejarah, dan budaya.

Singkat kata, kebijakan-kebijakan rencana Kalergi adalah dan masih menjadi dasar kebijakan resmi pemerintah yang diarahkan pada genosida Bangsa Eropa, melalui imigrasi masal. G. Brock Chisholm, mantan direktur World Health Organization (WHO), berkata: “Yang perlu dilakukan orang-orang di semua tempat adalah membatasi tingkat kelahiran dan mempromosikan perkawinan campur (antar ras berbeda-beda), ini bertujuan menciptakan ras tunggal di dunia yang akan diarahkan oleh otoritas pusat.”

Kesimpulan

Jika kita tengok sekeliling, rencana Kalergi sepertinya terwujud total. Kita menghadapi peleburan Eropa dengan Dunia Ketiga. Wabah perkawinan antar-ras setiap tahunnya menghasilkan ribuan pemuda ras campuran: “Anak-anak Kalergi”. Di bawah tekanan ganda misinformasi dan kelumpuhan humanis, dipromosikan oleh media mainstream, bangsa Eropa sedang diajari untuk meninggalkan asal-usul mereka, meninggalkan identitas kebangsaan, rasial, dan budaya mereka.

PolisiPara abdi globalisasi sedang mencoba meyakinkan kita bahwa menyangkal identitas kita adalah tindakan progresif dan humanis, bahwa “rasisme” adalah salah. Kita perlu, terlebih sekarang, melawan kebohongan Sistem, membangunkan semangat revolusi pada bangsa Eropa. Setiap orang harus melihat fakta ini, bahwa Integrasi Eropa sama dengan genosida. Kita tak punya opsi lain, alternatifnya adalah bunuh diri nasional.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s