Empat Faktor Kegagalan Pemberontak Suriah

Hari ini, 4 tahun kemudian, dengan angka kematian jauh di atas 200.000 orang dan separuh dari 22 juta populasi terpindahkan, tuntutan untuk perubahan nyata berlanjut di Suriah. Apa yang berlangsung di Suriah telah melanda sebagian besar wilayah dunia; banyak orang dari seluruh dunia turut menyokong tuntutan masyarakat pribumi akan perubahan nyata. Itu juga melahirkan campur tangan negara-negara besar dunia, yang tindakannya bertolak belakang dengan retorikanya.

Rifaat Assad, Paman Bashar Assad, Sedang Diselidiki di Prancis

Para penyelidik Prancis sedang menyelidiki bagaimana pamannya Presiden Suriah Bashar Assad memiliki harta hampir $100 juta padahal meninggalkan Suriah 30 tahun silam “dengan tangan kosong”, demikian yang diberitakan Agence France-Presse pada hari Senin ini. Rifaat Assad, adik mendiang Presiden Suriah Hafez Assad, menyebut dirinya membangun kekayaan melalui donasi dari orang-orang kaya Saudi, tapi sebuah kelompok aktivis yang memicu penyelidikan ini mengklaim uang tersebut dicuri dari Suriah sebelum Rifaat Assad diusir pada 1980-an.

Prancis Adakan Penyelidikan Terhadap Rezim Assad

Menteri luar negeri Laurent Fabius menyatakan, Prancis punya tanggungjawab untuk mengambil tindakan. “Dihadapkan dengan kejahatan yang menyakiti hati nurani manusia ini, birokrasi horor ini, dihadapkan dengan penyangkalan terhadap nilai-nilai kemanusiaan ini, merupakan tanggungjawab kami untuk melawan impunitas para pembunuh,” kata Fabius.

Menuntut Kejahatan Suriah di Pengadilan Prancis

Pada 30 September 2015, kantor jaksa Paris mengumumkan tengah membuka penyelidikan terhadap penyiksaan yang dilakukan rezim Assad. Penyelidikan pidana pertama di dunia atas konflik Suriah bersandar pada bukti yang dikirim oleh kementerian luar negeri Prancis ke kantor jaksa, dokumen berisi ribuan foto yang memperlihatkan jasad-jasad berkerut, kelaparan, tersiksa yang tewas dalam penahanan militer Suriah.

Netanyahu dan Putin Sepakat Assad dan Sisi Lebih Baik Daripada Alternatif Lain

Jumat 20 Desember 2013 (Sumber: http://www.middleeastmonitor.com) Dikabarkan, perdana menteri Israel dan presiden Rusia sepakat bahwa keberadaan Bashar Al-Assad di Suriah dan Abdel Fattah Al-Sisi di Mesir lebih baik daripada alternatif “ekstrimis” dan Ikhwanul Muslimin saat ini. Suratkabar Maariv menambahkan, Benjamin Netanyahu juga telah dijanjikan oleh Putin bahwa dia akan menghalangi konferensi apapun yang diusulkan untuk … Continue reading Netanyahu dan Putin Sepakat Assad dan Sisi Lebih Baik Daripada Alternatif Lain

Mengapa Rusia Mengebom Suriah?

Oleh: Eric Ruder 5 Oktober 2015 (Sumber: http://www.socialistworker.org) Intervensi Rusia dalam perang sipil Suriah menandai dimulainya bab baru yang tak mengenakkan dalam konflik yang telah merenggut ratusan ribu nyawa dan memencarkan lebih dari 10 juta orang di dalam dan di luar perbatasan Suriah. Presiden Vladimir Putin mendandani masuknya Rusia ke dalam konflik sebagai “mirip dengan … Continue reading Mengapa Rusia Mengebom Suriah?

Mengapa Rusia Membekingi Assad?

28 September 2015 (Sumber: http://www.socialistworker.org) Dukungan Vladimir Putin untuk diktator Suriah Bashar al-Assad bukan cuma untuk menyangga satu-satunya sekutu sisa Rusia di Timur Tengah, jelas sebuah artikel yang aslinya dipublikasikan di situs Rusia anti-imperialis, OpenLeft.ru, dan dipasang dalam terjemahan bahasa Inggris oleh Nick Evans di situs sosialisme revoluisoner abad 21. Sederet bukti (juga di sini) … Continue reading Mengapa Rusia Membekingi Assad?