Paspor Ajaib Hadir Kembali: Paspor Suriah Diduga Ditemukan Pada Pelaku Bom Bunuh Diri

Tema ini terulang Januari silam pasca Serangan Charlie Hebdo, ketika kartu identitas salah satu terduga pria bersenjata tertinggal secara ajaib di kursi mobil ‘pelarian’ mereka. Penempatan enteng ini dipakai untuk membangun ‘tautan teroris’ dengan Yaman dan “Al Qaeda Semenanjung Arab” yang ilusif.

Informan? Tersangka Teror Paris Pernah Bertemu Presiden Prancis Sarkozy Pada 2009

Bahkan, tersangka ketiga dalam peristiwa penembakan Paris pekan ini, Amedi Coulibaly, pernah bertemu Presiden Prancis Nicholas Sarkozy pada 2009, saat dia berumur 27 tahun (lihat gambar artikel di bawah). Kisah ini juga dapat ditemukan secara daring di Le Parisien.

Penembakan di Paris

Teori-teori konspirasi akan muncul dalam beberapa menit ke depan atau sudah mulai muncul. Mereka memakai trik dan manipulasi yang sama, sebagaimana pada umumnya. Para teoris konspirasi di belakang PC dan situs mereka cuma perlu menggunakan imajinasi dan meneruskan dasar teori terdahulu dan memodifikasinya. Pada intinya, berikut adalah prediksi tesis teori-teori mendatang.

Mossad Serang Charlie Hebdo

Setelah polisi ini “ditembak” di kepala dengan peluru kosong, tak ada tanda-tanda darah. Terdapat tiga keterangan berbeda tentang siapa polisi ini. Dalam satu keterangan dia adalah perwira yang muncul dari mobil polisi. Dalam keterangan lain dia adalah polisi yang keluar dari pos polisi. Dalam keterangan ketiga dia adalah polisi bersepeda.

Cerita Serangan Bendera Palsu Charlie Hebdo Menyebar

Sejauh ini, kasusnya berjalan seperti operasi bendera palsu, berbicara seperti operasi bendera palsu, dan melanggengkan narasi 9/11 tentang “Islam radikal” seperti operasi bendera palsu. Jadi saya akan sebut ia bendera palsu sampai terbukti sebaliknya.

Serangan Bendera Palsu di Prancis?

Seandainya saya memang teoris konspirasi paranoid, atau intelektual konspirasi, atau apa saja, saya akan menduga seseorang melancarkan serangan baru ini persis selagi saya meninggalkan Paris dan berencana kembali satu bulan kemudian karena...well, karena mereka khawatir buku saya, We Are NOT Charlie Hebdo, bertambah panas dan berpotensi membeberkan kejahatan yang disponsori negara Januari silam. Menurut penafsiran paranoid ini, para penjahat tinggi Charlie Hebdo “terbang ke depan” ke dalam chaos lebih besar dan bahkan pemberangusan kebebasan lebih besar...khususnya kebebasan untuk mencari fakta soal teror bendera palsu.

Lagi-lagi Serangan Bendera Palsu di Paris?

Akan ada keterangan yang mungkin dapat dipercaya bahwa serangan Paris adalah serangan teroris sungguhan. Namun, keuntungan apakah yang didapat para pengungsi dari perbuatan menjadikan diri mereka sendiri tak diterima dengan aksi kekerasan terhadap negara tuan rumah, dan di manakah para pengungsi di Prancis memperoleh senjata otomatis dan bom? Bahkan, di mana orang Prancis bisa memperolehnya?

Serangan Paris – Pemerintah Hollande Tersangka Utama

Pemerintah Prancis, CIA, dan Mossad adalah tersangka utama kita. Sekurangnya pemerintah Prancis masih harus mengaku soal operasi bendera palsu Charlie Hebdo, diikutsertai para aktor krisis bergaya rambut militer [lihat di sini], sebelum peristiwa ini dapat dipertimbangkan sebagai serangan teroris sungguhan.