Rencana Yahudi Illuminati Untuk Genosida Eropa

Penyebab migrasi besar-besaran masih disembunyikan dengan lihai oleh sistem, dan dilukiskan sebagai kenyataan tak terhindari melalui propaganda multikulturalisme. Apa yang ingin mereka tampilkan sebagai keniscayaan dan fenomena spontan sesungguhnya merupakan rencana jangka panjang disengaja untuk memusnahkan wajah benua ini.

Apakah ‘Krisis Migran’ Bagian Dari Plot Zionis Terhadap Bangsa Kulit Putih Eropa?

“Eropa sedang kehilangan identitasnya ke tangan bangsa lain dan agama lain, dan takkan ada sisa dan penyintas dari kenajisan Kristen, yang telah menumpahkan banyak darah yang takkan bisa ditebus,” tutup Efrati dalam ceramah kepada murid-murid Yeshiva-nya. Satu rabbi lain berkata bahwa agar Messiah Yahudi kembali ke bumi, “Eropa, Kristen” harus dimusnahkan total. “Jadi saya tanya pada kalian: apakah kabar bagus bahwa Islam menyerbu Eropa?” tanyanya. “Itu kabar luar biasa! Itu berarti kedatangan messiah.”

Manuel Valls Tolak Ide Kuota Migran di Uni Eropa

Rencana aksi untuk imigrasi dan suaka yang dipresentasikan Rabu lalu oleh Komisi Eropa menyediakan beberapa kuota wajib demi sebaran pengungsi yang adil dan, kalau-kalau terjadi krisis, pengalihan pencari suaka antara negara-negara UE. Tujuannya adalah untuk meringankan beban negara-negara semacam Italia atau Yunani dan menawarkan 20.000 jatah tambahan yang tersebar di UE kepada orang-orang beridentitas di zona krisis sebagai pihak yang membutuhkan perlindungan demikian.

Blair, Imigrasi, dan Pengkhianatan Terhadap Pekerja Inggris

Menurut Bower, Blair diam-diam menginstruksikan kementerian-kementerian untuk melepas puluhan ribu pencari suaka ke Inggris, dengan menggolongkan ulang mereka sebagai ‘migran ekonomi’. Blair berencana mengubah wajah Inggris selama-lamanya dengan imigrasi masal.” Dia menyuruh pemerintahan Partai Buruh-nya untuk tidak pernah membahas manfaat arus masuk tiada tara ini di depan publik.

Soros: Putin Berusaha Hancurkan Uni Eropa Dengan Migran Muslim, Jadi Uni Eropa Harus Undang Lebih Banyak Migran Muslim

Para pemimpin AS dan UE salah besar jika berpikir Rusia di bawah Presiden Vladimir Putin adalah sekutu potensial dalam perang melawan Islamic State. Bukti membantah mereka. Tujuan Putin adalah mendorong perpecahan UE, dan cara terbaik melakukannya adalah membanjiri Eropa dengan pengungsi Suriah.

Pemodal Media Liberal George Soros Akui Rencana Penghancuran Perbatasan Nasional, Membanjiri Eropa Dengan Pengungsi

“Barangkali namanya adalah contoh orang-orang yang mendukung apapun yang melemahkan negara bangsa, mereka mendukung segala sesuatu yang mengubah gaya hidup tradisional Eropa,” ujar Orban dalam wawancara di radio masyarakat Kossuth, menurut Bloomberg Business. “Para aktivis pendukung imigran ini dengan cerobohnya menjadi bagian dari jaringan penyelundupan manusia internasional.”

Kenapa Yahudi Dukung Tsunami Imigran: Yang Buruk Untuk Eropa Pasti Baik Untuk Yahudi

Sebagian Yahudi Amerika adalah korban penjahat kulit hitam jalanan, tapi itu tak mencegah para taipan media Yahudi untuk mempromosikan rap gangsta yang memuja narkoba dan kekerasan di kalangan pemuda kulit hitam. Sebagian Yahudi Amerika menjadi korban imigran kriminal yang Trump keluhkan, tapi Yahudi setuju sekali membawa masuk lebih banyak imigran.

Anti-Semitisme Muslim Paksa Yahudi Keluar Dari Eropa

Semua kelompok terorganisir resmi Yahudi dan negara Israel sedang bekerja penuh waktu untuk mendukung invasi Muslim atas Eropa—dan akan mencela siapapun yang menentang invasi ini sebagai “Nazi”.

Selagi Israel Hujani Gaza Dengan Kematian, Kelompok Zionis AS Desak Amerika Menyerap Invasi Imigran Ilegal

Huru-hara saat ini di Gaza bukanlah, seperti digambarkan oleh media boneka, akibat orang-orang Palestina “memulai serangan roket” ke Israel. “Roket” yang dipakai warga Palestina kenyataannya adalah perangkat rumahan yang memanfaatkan pupuk kelas rendah dan gula sebagai bahan bakar, pupuk sebagai “hulu ledak” (yakni tubrukan yang didetonasi oleh tembakan paku ke peluru) dan kemudian menyatu di dalam pipa yang tak punya sistem pemandu dan jangkauannya terbatas sekali.

Kemunafikan “Antifasis” Yahudi di Dover

Atzmon, pengarang buku laris The Wandering Who?, kemudian menulis bahwa banyak orang humanis dan berorientasi etika di Inggris sepakat Inggris harus menyediakan tempat bernaung bagi para pengungsi dari zona perang, apalagi karena Inggris-lah yang mengubah Irak, Suriah, dan seluruh kawasan jadi zona perang”.

Israel Halangi “Pengungsi” Dengan Membangun Tembok—Sementara Yahudi Mendukung Invasi “Pengungsi” Atas Eropa

Sekali lagi, dalam pertunjukan Supremasisme Yahudi hipokrit yang mencengangkan, pemerintah Israel menolak menerima satupun “pengungsi” dari Suriah atau Afrika—dan sedang membangun tembok baru untuk mencegah mereka masuk—sementara kaum Yahudi pendukung Israel di Eropa dan Amerika terus menuntut negara-negara non-Yahudi agar menerima semua agresor Dunia Ketiga tanpa ragu.

Yahudi Inginkan “Pengungsi”—Tapi Bukan Di Israel

Rupanya “kode genetik budaya Yahudi” ala Rabbi Steve Gutow dan “perlunya berempati, memahami, dan mendukung” ala Rabbi Jonathan Roos hanya mencakup negara-negara non-Yahudi. Kalau menyangkut negara mereka, Israel—yang didukung secara fanatik oleh semua Yahudi ini—“perlunya berempati” ini dibuang keluar jendela.