Peran China Dalam Krisis Suriah

Baru-baru ini saya keberatan terhadap media China yang membuat modal politik dari krisis pengungsi Suriah dengan mencela AS lantaran tidak berbuat lebih banyak untuk membantu. Sejak saat itu teman-teman dan para pembaca merasa tersinggung oleh teori bahwa China sedang melempar batu dari dalam rumah kaca, dan sejujurnya, kesalahan ada pada saya karena menyajikan argumen yang terlalu menyederhanakan sebab-akibat.

Apa yang Akan Memecah Amerika

Apa itu status dunia ketiga? Anda tak bisa mengandalkan definisi bodoh Wikipedia di sini, yang mencoba menjadikannya isu kepihakan politik. Status dunia ketiga berarti negara Anda semrawut dan tak punya arah; alhasil, ia korup, kotor, keras, buta huruf, dan lemah. Biasanya ia adalah negara yang pernah besar, tapi jatuh ke dalam kesemrawutan, dan dengan itu kehilangan kemampuan atau keinginan untuk mengenali orang-orang baiknya, dan menghapus keturunan mereka. Yang tersisa adalah sekumpulan orang dekil jahil yang dikuasai oleh para tuan besar licik dan kejam.

Akankah Rusia Gantikan AS Sebagai ‘Pembela Global’ Israel

“Memastikan Israel aman adalah dasar kebijakan luar negeri Amerika yang sakral, dwipartisan, dan tak bisa diganggu-gugat. Tapi sedemikian pentingkah Amerika menjadi negara yang menyediakan perlindungan itu?” tanyanya dalam artikel opini berjudul “Kenapa Rusia Harus Mengambil Alih Pembelaan Israel dari Amerika”.

Agen NWO dan Pemuja Setan Berkomplot Hancurkan Eropa

“Penghancuran kreatif adalah nama tengah kita [jelas dia sedang menyinggung Gelintir Seram], baik di dalam masyarakat kita maupun di luar negeri. Kita merobohkan tatanan lama setiap hari, mulai dari bisnis, sains, sastra, seni, arsitektur, sinema hingga politik dan hukum. Musuh-musuh kita selalu benci angin puyuh energi dan kreativitas ini, yang mengancam tradisi mereka (apapun itu) dan membuat malu mereka lantaran tidak mampu mengikuti zaman... Kita harus hancurkan mereka demi memajukan misi bersejarah kita.”

Apakah ‘Krisis Migran’ Bagian Dari Plot Zionis Terhadap Bangsa Kulit Putih Eropa?

“Eropa sedang kehilangan identitasnya ke tangan bangsa lain dan agama lain, dan takkan ada sisa dan penyintas dari kenajisan Kristen, yang telah menumpahkan banyak darah yang takkan bisa ditebus,” tutup Efrati dalam ceramah kepada murid-murid Yeshiva-nya. Satu rabbi lain berkata bahwa agar Messiah Yahudi kembali ke bumi, “Eropa, Kristen” harus dimusnahkan total. “Jadi saya tanya pada kalian: apakah kabar bagus bahwa Islam menyerbu Eropa?” tanyanya. “Itu kabar luar biasa! Itu berarti kedatangan messiah.”

Rabbi Inginkan Eropa Islami Sebagai Balas Dendam Yahudi!

Kebencian patologis mereka terhadap bangsa Eropa dan nilai-nilai kita dibeberkan di www.davidduke.com dalam artikel saya tentang Profesor Nathan Abrams, yang menulis di Jewish Intellectual Quarterly. Di situ dia mendokumentasikan dominasi sempurna Yahudi atas pornografi dan mengutip raja-raja porno Yahudi bahwa motivasi mereka bukan semata finansial tapi didorong oleh “kebencian atavistik” terhadap bangsa Eropa dan moralitas Kristen. Ya, dia sungguh-sungguh melukiskan motivasi Yahudi dengan istilah ini, “kebencian atavistik”.

Israel Peringatkan Kehancuran Eropa Jika Boikot Berlanjut

Pasukan serbu Hallelu akan menyasar corong-corong media yang mempublikasikan berita negatif soal tindakan Israel, kata video ini. “Sederet pengacara akan mengejar secara hukum setiap situs, koran, jaringan TV di Israel dan luar negeri yang menebar dusta tentang operasi Israel,” tutur narator. “Organisasi-organisasi Israel akan belajar: mereka tak bisa lagi menulis apapun yang mereka mau.”

Bagaimana Israel Khianati Amerika

Menimbang pergeseran strategis neraca kekuatan global ini, Israel sudah mengubah arah kebijakan luar negerinya dengan berputar ke Asia, terlebih dalam hubungannya dengan China (dan India, dalam taraf lebih sempit), dalam persiapan menghadapi kejatuhan Amerika di pentas dunia.

Kenapa Merkel Khianati Eropa dan Jerman

Merkel lebih dipaksakan ketimbang dipilih. Stanley Payne, sejarawan tersohor Amerika mengatakan hal yang sama soal Spanyol (atau negara demokrasi barat manapun) bahwa kini politisi “bukan dipilih lewat pemilu tapi dipilih” oleh aparat, lembaga, dan ‘tangan-tangan nyata’ pasar—Goldman Sachs.

Hubungan Putin Dengan Israel/Yahudi Diperinci Dalam Kolom Israel

Faktanya adalah selama bom-bom dijatuhkan di Timur Tengah dan orang-orang Arab dan Muslim menjadi sekarat, Israel bahagia, menggosok-gosok tangannya dengan riang. Bom-bom Rusia tidak sedang dan tidak akan menyasar kota Israel manapun. Itu yang penting dari sudutpandang Zionis.

Kenapa Yahudi Dukung Tsunami Imigran: Yang Buruk Untuk Eropa Pasti Baik Untuk Yahudi

Sebagian Yahudi Amerika adalah korban penjahat kulit hitam jalanan, tapi itu tak mencegah para taipan media Yahudi untuk mempromosikan rap gangsta yang memuja narkoba dan kekerasan di kalangan pemuda kulit hitam. Sebagian Yahudi Amerika menjadi korban imigran kriminal yang Trump keluhkan, tapi Yahudi setuju sekali membawa masuk lebih banyak imigran.

Anti-Semitisme Muslim Paksa Yahudi Keluar Dari Eropa

Semua kelompok terorganisir resmi Yahudi dan negara Israel sedang bekerja penuh waktu untuk mendukung invasi Muslim atas Eropa—dan akan mencela siapapun yang menentang invasi ini sebagai “Nazi”.

Perilaku Yahudi Sebabkan Holocaust, Kata Akademisi Terkemuka Asal Polandia

Krzysztof Jasiewicz, profesor di Polish Academy of Sciences dan pakar kenamaan hubungan Polandia-Yahudi, dikutip dalam majalah populer Polandia Focus, “Yahudi punya masalah sebab mereka yakin diri mereka adalah bangsa pilihan. Mereka merasa berhak menafsirkan segalanya, termasuk doktrin Katolik... Saya yakin tak ada gunanya berdialog dengan Yahudi, sebab itu tak membawa kita ke manapun,” katanya.

“Anti-Semitisme di Eropa”—Disebabkan Oleh Imigrasi Dunia Ketiga yang Dipromosikan Lobi Yahudi

Di Prancis, organisasi Yahudi LICRA (Ligue internationale contre le racisme et l’antisemitisme) dan CRIF (Conseil Représentatif des Institutions Juives de France), yang resmi mewakili Yahudi Prancis, merupakan tenaga pendorong dalam promosi pembuatan undang-undang “ujaran kebencian” dan promosi “multikulturalisme”.