Matinya Amerika

Amerika Serikat, dulu mercusuar kesuksesan, kegigihan, harapan, dan janji dunia, telah betul-betul dimusnahkan lewat kombinasi imigrasi Dunia Ketiga, pengkhianatan kelas penguasa, pendorongan kebijakan dan ideologi buta ras oleh media boneka.

Advertisements

88.300 “Anak Bawah Umur” Serbu Eropa

Jumlah ini merupakan kenaikan dramatis dari tahun-tahun terdahulu, ungkap angka Eurostat. Sebelumnya, jumlah agresor “anak bawah umur tanpa pendamping” bercokol antara 11.000 s/d 13.000 pada periode 2008-2013, tapi kemudian pada 2014, jumlahnya naik dua kali lipat ke 23.000 lebih sedikit. Angka ini lalu naik hampir empat kali lipat pada 2015.

Genosida Kulit Putih – Konspirasi Nyata

Ada upaya disengaja dan sistematis untuk membinasakan Populasi Kulit Putih di Eropa, AS, dan seluruh dunia. Orang-orang di balik ini adalah sebagian anggota ras kulit putih kita. Mereka adalah kaum kiri yang terpapar sebuah ideologi pada 1960-an. Itu merupakan ideologi yang mempromosikan asimilasi Ras Kulit Putih dengan ras-ras non-kulit putih sebagai sarana menghancurkan kita.

Apakah ‘Krisis Migran’ Bagian Dari Plot Zionis Terhadap Bangsa Kulit Putih Eropa?

“Eropa sedang kehilangan identitasnya ke tangan bangsa lain dan agama lain, dan takkan ada sisa dan penyintas dari kenajisan Kristen, yang telah menumpahkan banyak darah yang takkan bisa ditebus,” tutup Efrati dalam ceramah kepada murid-murid Yeshiva-nya. Satu rabbi lain berkata bahwa agar Messiah Yahudi kembali ke bumi, “Eropa, Kristen” harus dimusnahkan total. “Jadi saya tanya pada kalian: apakah kabar bagus bahwa Islam menyerbu Eropa?” tanyanya. “Itu kabar luar biasa! Itu berarti kedatangan messiah.”

Rabbi Inginkan Eropa Islami Sebagai Balas Dendam Yahudi!

Kebencian patologis mereka terhadap bangsa Eropa dan nilai-nilai kita dibeberkan di www.davidduke.com dalam artikel saya tentang Profesor Nathan Abrams, yang menulis di Jewish Intellectual Quarterly. Di situ dia mendokumentasikan dominasi sempurna Yahudi atas pornografi dan mengutip raja-raja porno Yahudi bahwa motivasi mereka bukan semata finansial tapi didorong oleh “kebencian atavistik” terhadap bangsa Eropa dan moralitas Kristen. Ya, dia sungguh-sungguh melukiskan motivasi Yahudi dengan istilah ini, “kebencian atavistik”.