Ex-Illuminati: Pengalaman Mendekati Kematian

Illuminati telah mempelajari neurophysiology manusia selama bertahun-tahun, dan efek “traumatic conditioning” terhadap otak dan jiwa manusia. Dalam pencarian mereka terhadap metode-metode “ingraining programming” yang lebih baik dan dapat diandalkan, mereka telah memanfaatkan hasil riset dari berbagai sumber: badan pemerintah, rezim totalitarian, dan eksperimen mereka sendiri yang berjalan secara terus-menerus (dan rahasia).

Ex-Illuminati, Wawancara Bag. 16: Pria Bersenjata yang Sendirian

Mereka adalah orang-orang yang diajari, sejak masa kecil, untuk membunuh—dengan dingin dan tanpa perasaan—berdasarkan komando. Mereka adalah orang-orang yang diperintahkan untuk menembak saudara mereka, baik perempuan maupun laki-laki, selama latihan VR, dan mereka yakin, di bawah keadaan terhipnotis, bahwa ini adalah nyata, dalam rangka menguji “kepatuhan” mereka.

Ex-Illuminati, Wawancara Bag. 15: TV-Perangkat Mind Control Sempurna

Penting bagi kita untuk menyadari bahwa ketika seseorang menonton TV, mereka memasuki alpha brain wave state, dimana mereka menjadi lebih mudah tersugesti dibandingkan dalam keadaan normal. Pada kenyataannya, BANYAK programming Illuminati dilakukan dalam “alpha state”, karena orang tersebut menjadi rileks dan sangat mudah disugesti. Pernahkah Anda memperhatikan ekspresi berkaca-kaca pada wajah seseorang yang sedang menonton TV selama beberapa jam?

Ex-Illuminati, Wawancara Bag. 14: Sejarah dan Masa Depan Illuminati

Karena Illuminati menganggap akar mereka berasal dari dewa-dewa kuno ini, mereka juga memiliki antitesis sendiri terhadap ras Yahudi. Selain itu, saya tidak akan pernah mempercayai literatur yang dikirim kepada saya dari Neo-Nazi atau kelompok kebencian ekstrim lainnya, karena mereka dibangun di atas prinsip rasisme, egalitarianisme, dan konsep ras unggulan, dan lain-lain yang didukung secara kuat oleh Illuminati dan kelompok lain.

Ex-Illuminati, Wawancara Bag. 6: Penyimpangan Ritual – Penolakan Mind Control; Bohemian Grove

Anda bisa menunjukkan pada masyarakat sebuah video yang diambil dari ritual, dan mereka pasti akan berkata, “Ini pasti bohong; manusia tidak mungkin melakukan hal-hal seperti itu.” Anda bisa menunjukkan website dengan pentagram, tulang yang dikubur, dan bukti lain, dan mereka akan kembali berkata, “Oh, ini hanya permainan remaja”. Anda bisa menunjukkan kepada mereka foto-foto terowongan bawah tanah di dekat Los Alamos, dan mereka akan berkata, “Bukankah ini menarik. Pasti sebuah proyek pemerintah.”

Ex-Illuminati, Wawancara Bag. 3: Bagaimana Illuminati Mempengaruhi Hollywood?

Ini terjadi secara perlahan, melalui proses halus karena mereka sangat sabar. Mereka telah bekerja di belakang layar selama beratus-ratus tahun, dan mereka tahu bahwa publik lambat dalam menerima ide-ide baru, karena itu harus dilakukan secara bertahap. (Mereka menyebutnya memimpin “domba”, yang dalam anggapan mereka sebagai “manusia yang belum tercerahkan”).