Agen NWO dan Pemuja Setan Berkomplot Hancurkan Eropa

“Penghancuran kreatif adalah nama tengah kita [jelas dia sedang menyinggung Gelintir Seram], baik di dalam masyarakat kita maupun di luar negeri. Kita merobohkan tatanan lama setiap hari, mulai dari bisnis, sains, sastra, seni, arsitektur, sinema hingga politik dan hukum. Musuh-musuh kita selalu benci angin puyuh energi dan kreativitas ini, yang mengancam tradisi mereka (apapun itu) dan membuat malu mereka lantaran tidak mampu mengikuti zaman... Kita harus hancurkan mereka demi memajukan misi bersejarah kita.”

Apakah ‘Krisis Migran’ Bagian Dari Plot Zionis Terhadap Bangsa Kulit Putih Eropa?

“Eropa sedang kehilangan identitasnya ke tangan bangsa lain dan agama lain, dan takkan ada sisa dan penyintas dari kenajisan Kristen, yang telah menumpahkan banyak darah yang takkan bisa ditebus,” tutup Efrati dalam ceramah kepada murid-murid Yeshiva-nya. Satu rabbi lain berkata bahwa agar Messiah Yahudi kembali ke bumi, “Eropa, Kristen” harus dimusnahkan total. “Jadi saya tanya pada kalian: apakah kabar bagus bahwa Islam menyerbu Eropa?” tanyanya. “Itu kabar luar biasa! Itu berarti kedatangan messiah.”

Rabbi Inginkan Eropa Islami Sebagai Balas Dendam Yahudi!

Kebencian patologis mereka terhadap bangsa Eropa dan nilai-nilai kita dibeberkan di www.davidduke.com dalam artikel saya tentang Profesor Nathan Abrams, yang menulis di Jewish Intellectual Quarterly. Di situ dia mendokumentasikan dominasi sempurna Yahudi atas pornografi dan mengutip raja-raja porno Yahudi bahwa motivasi mereka bukan semata finansial tapi didorong oleh “kebencian atavistik” terhadap bangsa Eropa dan moralitas Kristen. Ya, dia sungguh-sungguh melukiskan motivasi Yahudi dengan istilah ini, “kebencian atavistik”.

Kenapa Yahudi Dukung Tsunami Imigran: Yang Buruk Untuk Eropa Pasti Baik Untuk Yahudi

Sebagian Yahudi Amerika adalah korban penjahat kulit hitam jalanan, tapi itu tak mencegah para taipan media Yahudi untuk mempromosikan rap gangsta yang memuja narkoba dan kekerasan di kalangan pemuda kulit hitam. Sebagian Yahudi Amerika menjadi korban imigran kriminal yang Trump keluhkan, tapi Yahudi setuju sekali membawa masuk lebih banyak imigran.

Anti-Semitisme Muslim Paksa Yahudi Keluar Dari Eropa

Semua kelompok terorganisir resmi Yahudi dan negara Israel sedang bekerja penuh waktu untuk mendukung invasi Muslim atas Eropa—dan akan mencela siapapun yang menentang invasi ini sebagai “Nazi”.

Perilaku Yahudi Sebabkan Holocaust, Kata Akademisi Terkemuka Asal Polandia

Krzysztof Jasiewicz, profesor di Polish Academy of Sciences dan pakar kenamaan hubungan Polandia-Yahudi, dikutip dalam majalah populer Polandia Focus, “Yahudi punya masalah sebab mereka yakin diri mereka adalah bangsa pilihan. Mereka merasa berhak menafsirkan segalanya, termasuk doktrin Katolik... Saya yakin tak ada gunanya berdialog dengan Yahudi, sebab itu tak membawa kita ke manapun,” katanya.

“Anti-Semitisme di Eropa”—Disebabkan Oleh Imigrasi Dunia Ketiga yang Dipromosikan Lobi Yahudi

Di Prancis, organisasi Yahudi LICRA (Ligue internationale contre le racisme et l’antisemitisme) dan CRIF (Conseil Représentatif des Institutions Juives de France), yang resmi mewakili Yahudi Prancis, merupakan tenaga pendorong dalam promosi pembuatan undang-undang “ujaran kebencian” dan promosi “multikulturalisme”.

Selagi Israel Hujani Gaza Dengan Kematian, Kelompok Zionis AS Desak Amerika Menyerap Invasi Imigran Ilegal

Huru-hara saat ini di Gaza bukanlah, seperti digambarkan oleh media boneka, akibat orang-orang Palestina “memulai serangan roket” ke Israel. “Roket” yang dipakai warga Palestina kenyataannya adalah perangkat rumahan yang memanfaatkan pupuk kelas rendah dan gula sebagai bahan bakar, pupuk sebagai “hulu ledak” (yakni tubrukan yang didetonasi oleh tembakan paku ke peluru) dan kemudian menyatu di dalam pipa yang tak punya sistem pemandu dan jangkauannya terbatas sekali.

Kemunafikan “Antifasis” Yahudi di Dover

Atzmon, pengarang buku laris The Wandering Who?, kemudian menulis bahwa banyak orang humanis dan berorientasi etika di Inggris sepakat Inggris harus menyediakan tempat bernaung bagi para pengungsi dari zona perang, apalagi karena Inggris-lah yang mengubah Irak, Suriah, dan seluruh kawasan jadi zona perang”.

Yahudi: AS Harus Terima Lebih Banyak Muslim

Dengan kata lain, negara Yahudi—yang didukung HIAS, COPMAJ, dan JFNA—menolak menerima pengungsi Muslim karena negara itu—dan Yahudi yang mendukungnya—paham betul bahwa penerimaan ribuan “pengungsi” ini akan menghancurkan homogenitas ras Israel dan mengancam masa depan eksistensinya sebagai negara Yahudi.

Israel Halangi “Pengungsi” Dengan Membangun Tembok—Sementara Yahudi Mendukung Invasi “Pengungsi” Atas Eropa

Sekali lagi, dalam pertunjukan Supremasisme Yahudi hipokrit yang mencengangkan, pemerintah Israel menolak menerima satupun “pengungsi” dari Suriah atau Afrika—dan sedang membangun tembok baru untuk mencegah mereka masuk—sementara kaum Yahudi pendukung Israel di Eropa dan Amerika terus menuntut negara-negara non-Yahudi agar menerima semua agresor Dunia Ketiga tanpa ragu.

World Jewish Congress dan Kelompok Resmi Yahudi Jerman Sambut Invasi Non-Kulit Putih

Selama bertahun-tahun, terdapat keluhan soal ketidakmauan negara ini untuk menjadi negara imigrasi, dan soal kurangnya ‘budaya menyambut’. Berdasarkan apa yang kita lihat selama pekan-pekan terakhir, itu jelas tidak benar,” sambung Lauder dan Schuster—mengabaikan fakta bahwa negara mereka, Israel, menangkap, menahan, dan mendeportasi orang-orang Dunia Ketiga yang mencoba bermukim di negara khusus Yahudi itu.

Yahudi Inginkan “Pengungsi”—Tapi Bukan Di Israel

Rupanya “kode genetik budaya Yahudi” ala Rabbi Steve Gutow dan “perlunya berempati, memahami, dan mendukung” ala Rabbi Jonathan Roos hanya mencakup negara-negara non-Yahudi. Kalau menyangkut negara mereka, Israel—yang didukung secara fanatik oleh semua Yahudi ini—“perlunya berempati” ini dibuang keluar jendela.