Kemunafikan Yahudi Disoroti di Prancis

Dalam putusan terhadap para aktivis, yang mengaku hanya menggunakan kebebasan berekspresi, pengadilan mengutip “undang-undang republik Prancis mengenai kebebasan pers, yang menentukan hukuman penjara atau denda hingga $50.000 untuk pihak-pihak yang menghasut diskriminasi, kebencian, atau kekerasan terhadap orang atau sekelompok orang atas dasar asal-usul, keanggotaan atau bukan keanggotaan mereka dalam suatu kelompok etnis, bangsa, ras, atau agama tertentu.”

Editor Prancis Didenda Lantaran Menyebut Lobi Yahudi

Artikel Rivarol terkait hal ini menguraikan bahwa kasus yang memberatkan Dieudonné berawal dari organsiasi-organisasi swasta Yahudi, dan bahwa dengan menegakkan klaim mereka terhadapnya, pengadilan Prancis sedang menjadi “pengadilan kerabbian” dan karenanya Prancis hidup di bawah “tirani total Yahudi”.

Rifaat Assad, Paman Bashar Assad, Sedang Diselidiki di Prancis

Para penyelidik Prancis sedang menyelidiki bagaimana pamannya Presiden Suriah Bashar Assad memiliki harta hampir $100 juta padahal meninggalkan Suriah 30 tahun silam “dengan tangan kosong”, demikian yang diberitakan Agence France-Presse pada hari Senin ini. Rifaat Assad, adik mendiang Presiden Suriah Hafez Assad, menyebut dirinya membangun kekayaan melalui donasi dari orang-orang kaya Saudi, tapi sebuah kelompok aktivis yang memicu penyelidikan ini mengklaim uang tersebut dicuri dari Suriah sebelum Rifaat Assad diusir pada 1980-an.

Prancis Adakan Penyelidikan Terhadap Rezim Assad

Menteri luar negeri Laurent Fabius menyatakan, Prancis punya tanggungjawab untuk mengambil tindakan. “Dihadapkan dengan kejahatan yang menyakiti hati nurani manusia ini, birokrasi horor ini, dihadapkan dengan penyangkalan terhadap nilai-nilai kemanusiaan ini, merupakan tanggungjawab kami untuk melawan impunitas para pembunuh,” kata Fabius.

Menuntut Kejahatan Suriah di Pengadilan Prancis

Pada 30 September 2015, kantor jaksa Paris mengumumkan tengah membuka penyelidikan terhadap penyiksaan yang dilakukan rezim Assad. Penyelidikan pidana pertama di dunia atas konflik Suriah bersandar pada bukti yang dikirim oleh kementerian luar negeri Prancis ke kantor jaksa, dokumen berisi ribuan foto yang memperlihatkan jasad-jasad berkerut, kelaparan, tersiksa yang tewas dalam penahanan militer Suriah.