Rencana Yahudi Illuminati Untuk Genosida Eropa

Penyebab migrasi besar-besaran masih disembunyikan dengan lihai oleh sistem, dan dilukiskan sebagai kenyataan tak terhindari melalui propaganda multikulturalisme. Apa yang ingin mereka tampilkan sebagai keniscayaan dan fenomena spontan sesungguhnya merupakan rencana jangka panjang disengaja untuk memusnahkan wajah benua ini.

Elit Global Kepergok Merencanakan Invasi Islam Atas Eropa

Rencana pembanjiran Eropa dengan orang-orang Islam bukanlah berita baru. Pada 2012 silam, pengusaha Irlandia dan peserta Bilderberg Group Peter Sutherland berkata kepada House of Lords bahwa pimpinan Uni Eropa perlu “berbuat sebaik-baiknya untuk menggerogoti” “homogenitas” negara-negara anggota.

Agen NWO dan Pemuja Setan Berkomplot Hancurkan Eropa

“Penghancuran kreatif adalah nama tengah kita [jelas dia sedang menyinggung Gelintir Seram], baik di dalam masyarakat kita maupun di luar negeri. Kita merobohkan tatanan lama setiap hari, mulai dari bisnis, sains, sastra, seni, arsitektur, sinema hingga politik dan hukum. Musuh-musuh kita selalu benci angin puyuh energi dan kreativitas ini, yang mengancam tradisi mereka (apapun itu) dan membuat malu mereka lantaran tidak mampu mengikuti zaman... Kita harus hancurkan mereka demi memajukan misi bersejarah kita.”

Manuel Valls Tolak Ide Kuota Migran di Uni Eropa

Rencana aksi untuk imigrasi dan suaka yang dipresentasikan Rabu lalu oleh Komisi Eropa menyediakan beberapa kuota wajib demi sebaran pengungsi yang adil dan, kalau-kalau terjadi krisis, pengalihan pencari suaka antara negara-negara UE. Tujuannya adalah untuk meringankan beban negara-negara semacam Italia atau Yunani dan menawarkan 20.000 jatah tambahan yang tersebar di UE kepada orang-orang beridentitas di zona krisis sebagai pihak yang membutuhkan perlindungan demikian.

Soros: Putin Berusaha Hancurkan Uni Eropa Dengan Migran Muslim, Jadi Uni Eropa Harus Undang Lebih Banyak Migran Muslim

Para pemimpin AS dan UE salah besar jika berpikir Rusia di bawah Presiden Vladimir Putin adalah sekutu potensial dalam perang melawan Islamic State. Bukti membantah mereka. Tujuan Putin adalah mendorong perpecahan UE, dan cara terbaik melakukannya adalah membanjiri Eropa dengan pengungsi Suriah.

Kenapa Yahudi Dukung Tsunami Imigran: Yang Buruk Untuk Eropa Pasti Baik Untuk Yahudi

Sebagian Yahudi Amerika adalah korban penjahat kulit hitam jalanan, tapi itu tak mencegah para taipan media Yahudi untuk mempromosikan rap gangsta yang memuja narkoba dan kekerasan di kalangan pemuda kulit hitam. Sebagian Yahudi Amerika menjadi korban imigran kriminal yang Trump keluhkan, tapi Yahudi setuju sekali membawa masuk lebih banyak imigran.

Anti-Semitisme Muslim Paksa Yahudi Keluar Dari Eropa

Semua kelompok terorganisir resmi Yahudi dan negara Israel sedang bekerja penuh waktu untuk mendukung invasi Muslim atas Eropa—dan akan mencela siapapun yang menentang invasi ini sebagai “Nazi”.

“Anti-Semitisme di Eropa”—Disebabkan Oleh Imigrasi Dunia Ketiga yang Dipromosikan Lobi Yahudi

Di Prancis, organisasi Yahudi LICRA (Ligue internationale contre le racisme et l’antisemitisme) dan CRIF (Conseil Représentatif des Institutions Juives de France), yang resmi mewakili Yahudi Prancis, merupakan tenaga pendorong dalam promosi pembuatan undang-undang “ujaran kebencian” dan promosi “multikulturalisme”.

Supremasis Yahudi Gunakan “Fabel Holocaust” Untuk Promosikan Invasi Dunia Ketiga Atas Eropa

ADL dan kaum Supremasis Yahudi lain yang merasa benar sendiri perihal upaya Eropa untuk melestarikan homogenitasnya juga bertolak belakang dengan tanah Yahudi Israel, di mana para imigran dicek DNA untuk memastikan mereka betul-betul Yahudi, dan di mana kepala rabbi negara itu terekam mengatakan bahwa hukum kewarganegaraan Israel berdasar ras belum “cukup ketat”. ADL dan orang-orang Yahudi “Human Rights Watch” di atas selalu bungkam soal langkah Yahudi untuk tetap murni [secara ras]...

Selagi Israel Hujani Gaza Dengan Kematian, Kelompok Zionis AS Desak Amerika Menyerap Invasi Imigran Ilegal

Huru-hara saat ini di Gaza bukanlah, seperti digambarkan oleh media boneka, akibat orang-orang Palestina “memulai serangan roket” ke Israel. “Roket” yang dipakai warga Palestina kenyataannya adalah perangkat rumahan yang memanfaatkan pupuk kelas rendah dan gula sebagai bahan bakar, pupuk sebagai “hulu ledak” (yakni tubrukan yang didetonasi oleh tembakan paku ke peluru) dan kemudian menyatu di dalam pipa yang tak punya sistem pemandu dan jangkauannya terbatas sekali.

Kemunafikan “Antifasis” Yahudi di Dover

Atzmon, pengarang buku laris The Wandering Who?, kemudian menulis bahwa banyak orang humanis dan berorientasi etika di Inggris sepakat Inggris harus menyediakan tempat bernaung bagi para pengungsi dari zona perang, apalagi karena Inggris-lah yang mengubah Irak, Suriah, dan seluruh kawasan jadi zona perang”.

Yahudi: AS Harus Terima Lebih Banyak Muslim

Dengan kata lain, negara Yahudi—yang didukung HIAS, COPMAJ, dan JFNA—menolak menerima pengungsi Muslim karena negara itu—dan Yahudi yang mendukungnya—paham betul bahwa penerimaan ribuan “pengungsi” ini akan menghancurkan homogenitas ras Israel dan mengancam masa depan eksistensinya sebagai negara Yahudi.

Israel Halangi “Pengungsi” Dengan Membangun Tembok—Sementara Yahudi Mendukung Invasi “Pengungsi” Atas Eropa

Sekali lagi, dalam pertunjukan Supremasisme Yahudi hipokrit yang mencengangkan, pemerintah Israel menolak menerima satupun “pengungsi” dari Suriah atau Afrika—dan sedang membangun tembok baru untuk mencegah mereka masuk—sementara kaum Yahudi pendukung Israel di Eropa dan Amerika terus menuntut negara-negara non-Yahudi agar menerima semua agresor Dunia Ketiga tanpa ragu.

World Jewish Congress dan Kelompok Resmi Yahudi Jerman Sambut Invasi Non-Kulit Putih

Selama bertahun-tahun, terdapat keluhan soal ketidakmauan negara ini untuk menjadi negara imigrasi, dan soal kurangnya ‘budaya menyambut’. Berdasarkan apa yang kita lihat selama pekan-pekan terakhir, itu jelas tidak benar,” sambung Lauder dan Schuster—mengabaikan fakta bahwa negara mereka, Israel, menangkap, menahan, dan mendeportasi orang-orang Dunia Ketiga yang mencoba bermukim di negara khusus Yahudi itu.

Yahudi Inginkan “Pengungsi”—Tapi Bukan Di Israel

Rupanya “kode genetik budaya Yahudi” ala Rabbi Steve Gutow dan “perlunya berempati, memahami, dan mendukung” ala Rabbi Jonathan Roos hanya mencakup negara-negara non-Yahudi. Kalau menyangkut negara mereka, Israel—yang didukung secara fanatik oleh semua Yahudi ini—“perlunya berempati” ini dibuang keluar jendela.