Rusia dan Suriah “Mempersenjatakan Migrasi” Untuk Mematahkan Eropa

Jenderal Angkatan Udara Philip M. Breedlove, panglima Supreme Headquarters Allied Powers Europe NATO dan panglima Komando AS di Eropa, bicara blak-blakan soal Rusia dan Suriah. Dia bilang kedua negara “mempersenjatakan migrasi” dengan membanjiri Eropa dengan pengungsi untuk “mematahkan keteguhan Eropa”. Breedlove juga menyebut Rusia “ancaman eksistensial” bagi AS.

Rusia dan Suriah “Mempersenjatakan” Krisis Pengungsi Untuk Mendestabilisasi Eropa

“Meski pengumuman publik berkata sebaliknya, Rusia tak berbuat banyak untuk menghadang Daesh (ISIS) tapi berbuat sangat banyak untuk menyokong rezim Assad dan para sekutunya. Bersama-sama, Rusia dan rezim Assad sengaja mempersenjatakan migrasi dalam upaya memberati struktur-struktur Eropa dan mematahkan keteguhan Eropa. Semua usaha konstruktif untuk mengakhiri perang boleh saja tapi tindakan harus berbicara lebih nyaring daripada perkataan.”

Amerika Sedang Dihancurkan Oleh Kebusukan Spiritual dan Moral, Bukan Terorisme

Tapi ada masalah. Ancaman besar bagi peradaban kita, dan hal yang paling membuatnya rentan terhadap ancaman lain semisal Islamic State, datang dari dalam: liberalisme. Atau paham kiri. Atau setanisme sekuler, sebagaimana saya mulai menyebutnya demikian. Label apapun yang Anda pakai, agama pemujaan diri dan relativisme tak bertuhan ini, budaya kematian ini, ideologi palsu dan edan ini, tetap menjadi ancaman pertama dan paling urgen yang kita hadapi sebagai masyarakat dan peradaban.

Bagaimana Kremlin Memanipulasi Krisis Pengungsi Eropa

Kini tak seorangpun dapat menyangkal bahwa krisis pengungsi yang menimpa Eropa tahun lalu telah mengubah lanskap politik benua tersebut. Kedatangan jutaan migran, utamanya dari Timur Tengah dan Afrika, dengan dorongan dari beberapa pemimpin Eropa, telah melahirkan gempa politik yang berpotensi membentuk ulang politik Eropa secara signifikan.