Empat Faktor Kegagalan Pemberontak Suriah

Hari ini, 4 tahun kemudian, dengan angka kematian jauh di atas 200.000 orang dan separuh dari 22 juta populasi terpindahkan, tuntutan untuk perubahan nyata berlanjut di Suriah. Apa yang berlangsung di Suriah telah melanda sebagian besar wilayah dunia; banyak orang dari seluruh dunia turut menyokong tuntutan masyarakat pribumi akan perubahan nyata. Itu juga melahirkan campur tangan negara-negara besar dunia, yang tindakannya bertolak belakang dengan retorikanya.

Agen NWO dan Pemuja Setan Berkomplot Hancurkan Eropa

“Penghancuran kreatif adalah nama tengah kita [jelas dia sedang menyinggung Gelintir Seram], baik di dalam masyarakat kita maupun di luar negeri. Kita merobohkan tatanan lama setiap hari, mulai dari bisnis, sains, sastra, seni, arsitektur, sinema hingga politik dan hukum. Musuh-musuh kita selalu benci angin puyuh energi dan kreativitas ini, yang mengancam tradisi mereka (apapun itu) dan membuat malu mereka lantaran tidak mampu mengikuti zaman... Kita harus hancurkan mereka demi memajukan misi bersejarah kita.”

Apakah ‘Krisis Migran’ Bagian Dari Plot Zionis Terhadap Bangsa Kulit Putih Eropa?

“Eropa sedang kehilangan identitasnya ke tangan bangsa lain dan agama lain, dan takkan ada sisa dan penyintas dari kenajisan Kristen, yang telah menumpahkan banyak darah yang takkan bisa ditebus,” tutup Efrati dalam ceramah kepada murid-murid Yeshiva-nya. Satu rabbi lain berkata bahwa agar Messiah Yahudi kembali ke bumi, “Eropa, Kristen” harus dimusnahkan total. “Jadi saya tanya pada kalian: apakah kabar bagus bahwa Islam menyerbu Eropa?” tanyanya. “Itu kabar luar biasa! Itu berarti kedatangan messiah.”

Rabbi Inginkan Eropa Islami Sebagai Balas Dendam Yahudi!

Kebencian patologis mereka terhadap bangsa Eropa dan nilai-nilai kita dibeberkan di www.davidduke.com dalam artikel saya tentang Profesor Nathan Abrams, yang menulis di Jewish Intellectual Quarterly. Di situ dia mendokumentasikan dominasi sempurna Yahudi atas pornografi dan mengutip raja-raja porno Yahudi bahwa motivasi mereka bukan semata finansial tapi didorong oleh “kebencian atavistik” terhadap bangsa Eropa dan moralitas Kristen. Ya, dia sungguh-sungguh melukiskan motivasi Yahudi dengan istilah ini, “kebencian atavistik”.

Hubungan Putin Dengan Israel/Yahudi Diperinci Dalam Kolom Israel

Faktanya adalah selama bom-bom dijatuhkan di Timur Tengah dan orang-orang Arab dan Muslim menjadi sekarat, Israel bahagia, menggosok-gosok tangannya dengan riang. Bom-bom Rusia tidak sedang dan tidak akan menyasar kota Israel manapun. Itu yang penting dari sudutpandang Zionis.

Soros: Putin Berusaha Hancurkan Uni Eropa Dengan Migran Muslim, Jadi Uni Eropa Harus Undang Lebih Banyak Migran Muslim

Para pemimpin AS dan UE salah besar jika berpikir Rusia di bawah Presiden Vladimir Putin adalah sekutu potensial dalam perang melawan Islamic State. Bukti membantah mereka. Tujuan Putin adalah mendorong perpecahan UE, dan cara terbaik melakukannya adalah membanjiri Eropa dengan pengungsi Suriah.

Kemunafikan “Antifasis” Yahudi di Dover

Atzmon, pengarang buku laris The Wandering Who?, kemudian menulis bahwa banyak orang humanis dan berorientasi etika di Inggris sepakat Inggris harus menyediakan tempat bernaung bagi para pengungsi dari zona perang, apalagi karena Inggris-lah yang mengubah Irak, Suriah, dan seluruh kawasan jadi zona perang”.

Yahudi: AS Harus Terima Lebih Banyak Muslim

Dengan kata lain, negara Yahudi—yang didukung HIAS, COPMAJ, dan JFNA—menolak menerima pengungsi Muslim karena negara itu—dan Yahudi yang mendukungnya—paham betul bahwa penerimaan ribuan “pengungsi” ini akan menghancurkan homogenitas ras Israel dan mengancam masa depan eksistensinya sebagai negara Yahudi.

Israel Halangi “Pengungsi” Dengan Membangun Tembok—Sementara Yahudi Mendukung Invasi “Pengungsi” Atas Eropa

Sekali lagi, dalam pertunjukan Supremasisme Yahudi hipokrit yang mencengangkan, pemerintah Israel menolak menerima satupun “pengungsi” dari Suriah atau Afrika—dan sedang membangun tembok baru untuk mencegah mereka masuk—sementara kaum Yahudi pendukung Israel di Eropa dan Amerika terus menuntut negara-negara non-Yahudi agar menerima semua agresor Dunia Ketiga tanpa ragu.

World Jewish Congress dan Kelompok Resmi Yahudi Jerman Sambut Invasi Non-Kulit Putih

Selama bertahun-tahun, terdapat keluhan soal ketidakmauan negara ini untuk menjadi negara imigrasi, dan soal kurangnya ‘budaya menyambut’. Berdasarkan apa yang kita lihat selama pekan-pekan terakhir, itu jelas tidak benar,” sambung Lauder dan Schuster—mengabaikan fakta bahwa negara mereka, Israel, menangkap, menahan, dan mendeportasi orang-orang Dunia Ketiga yang mencoba bermukim di negara khusus Yahudi itu.

Yahudi Inginkan “Pengungsi”—Tapi Bukan Di Israel

Rupanya “kode genetik budaya Yahudi” ala Rabbi Steve Gutow dan “perlunya berempati, memahami, dan mendukung” ala Rabbi Jonathan Roos hanya mencakup negara-negara non-Yahudi. Kalau menyangkut negara mereka, Israel—yang didukung secara fanatik oleh semua Yahudi ini—“perlunya berempati” ini dibuang keluar jendela.