Rusia dan China Khianati Korban Suriah Dengan Memveto Resolusi DK PBB

Veto Rusia dan China pada 22 Mei 2014 terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB untuk merujuk situasi di Suriah ke Pengadilan Kejahatan Internasional (ICC) telah mengkhianati para korban kejahatan serius di sana. Resolusi itu mendapat dukungan luas internasional dan disetujui oleh 13 anggota Dewan Keamanan lain.

Bagaimana Kremlin Memanipulasi Krisis Pengungsi Eropa

Kini tak seorangpun dapat menyangkal bahwa krisis pengungsi yang menimpa Eropa tahun lalu telah mengubah lanskap politik benua tersebut. Kedatangan jutaan migran, utamanya dari Timur Tengah dan Afrika, dengan dorongan dari beberapa pemimpin Eropa, telah melahirkan gempa politik yang berpotensi membentuk ulang politik Eropa secara signifikan.

Manuel Valls Tolak Ide Kuota Migran di Uni Eropa

Rencana aksi untuk imigrasi dan suaka yang dipresentasikan Rabu lalu oleh Komisi Eropa menyediakan beberapa kuota wajib demi sebaran pengungsi yang adil dan, kalau-kalau terjadi krisis, pengalihan pencari suaka antara negara-negara UE. Tujuannya adalah untuk meringankan beban negara-negara semacam Italia atau Yunani dan menawarkan 20.000 jatah tambahan yang tersebar di UE kepada orang-orang beridentitas di zona krisis sebagai pihak yang membutuhkan perlindungan demikian.

“Anti-Semitisme di Eropa”—Disebabkan Oleh Imigrasi Dunia Ketiga yang Dipromosikan Lobi Yahudi

Di Prancis, organisasi Yahudi LICRA (Ligue internationale contre le racisme et l’antisemitisme) dan CRIF (Conseil Représentatif des Institutions Juives de France), yang resmi mewakili Yahudi Prancis, merupakan tenaga pendorong dalam promosi pembuatan undang-undang “ujaran kebencian” dan promosi “multikulturalisme”.

Prancis Khianati Israel—Lagi

Pada 30 Desember, Prancis, bersama pendukung demokrasi lainnya seperti Rusia, Chad, dan Yordania memihak resolusi Palestina berbias yang menjatuhkan dikte pada Israel, memaksa Negara Yahudi itu menarik diri ke perbatasan 4 Juni 1967 paling lambat tahun 2017. Terlebih, resolusi sepihak itu tidak memperhitungkan keamanan Israel dan klaim wilayah dan mengimplikasikan hak pulang bagi “pengungsi” Arab tak ramah dan keturunan mereka ke Israel sebagaimana mestinya.

Kemunafikan Yahudi Disoroti di Prancis

Dalam putusan terhadap para aktivis, yang mengaku hanya menggunakan kebebasan berekspresi, pengadilan mengutip “undang-undang republik Prancis mengenai kebebasan pers, yang menentukan hukuman penjara atau denda hingga $50.000 untuk pihak-pihak yang menghasut diskriminasi, kebencian, atau kekerasan terhadap orang atau sekelompok orang atas dasar asal-usul, keanggotaan atau bukan keanggotaan mereka dalam suatu kelompok etnis, bangsa, ras, atau agama tertentu.”

Editor Prancis Didenda Lantaran Menyebut Lobi Yahudi

Artikel Rivarol terkait hal ini menguraikan bahwa kasus yang memberatkan Dieudonné berawal dari organsiasi-organisasi swasta Yahudi, dan bahwa dengan menegakkan klaim mereka terhadapnya, pengadilan Prancis sedang menjadi “pengadilan kerabbian” dan karenanya Prancis hidup di bawah “tirani total Yahudi”.

Prancis Danai Pemberontak Suriah Dalam Desakan Baru Untuk Lengserkan Assad

Suratkabar Prancis Le Figaro memberitakan pekan ini bahwa para penasehat militer Prancis baru-baru ini bertemu kelompok-kelompok pemberontak di Suriah, di sebuah area antara Lebanon dan Damaskus, sebagai bukti lanjutan atas usaha Prancis menaikkan tekanan terhadap Presiden Assad.

“Undang-undang Patriot” Prancis

AS menghadapi skenario serupa pasca serangan 9/11. Pada waktu itu pemerintah federal bukan cuma tidak berkonsultasi dengan rakyat Amerika mengenai UU Patriot, tapi juga tak pernah menyelidiki secara resmi apa yang terjadi pada 9/11. Malah, persimpangan jejaring intelijen Amerika-Israel mencegah ditemukannya fakta dengan mengawasi ketat “penyelidikan dan akses bukti, penafsiran media atas kejadian, dan proses pengadilan terkait.”

Perdana Menteri Prancis Manuel Valls: “Kita Harus Belajar Hidup Dengan Teror, Seperti Israel”

Januari 2016, sewaktu berpidato di hadapan delegasi lobi Israel, Valls membacakan daftar serangan teroris “ISIS” beserta insiden “teroris” lain di Israel, mengklaim bahwa ini adalah bukti, “kita ada dalam perang dunia”, seraya tidak menyinggung sedikitpun soal pendudukan militer brutal Israel dan rezim pembersihan etnis sistematis yang mereka lancarkan terhadap penduduk asli Palestina sejak pendirian Negara Israel di tahun 1948.

Informan? Tersangka Teror Paris Pernah Bertemu Presiden Prancis Sarkozy Pada 2009

Bahkan, tersangka ketiga dalam peristiwa penembakan Paris pekan ini, Amedi Coulibaly, pernah bertemu Presiden Prancis Nicholas Sarkozy pada 2009, saat dia berumur 27 tahun (lihat gambar artikel di bawah). Kisah ini juga dapat ditemukan secara daring di Le Parisien.

Mossad Serang Charlie Hebdo

Setelah polisi ini “ditembak” di kepala dengan peluru kosong, tak ada tanda-tanda darah. Terdapat tiga keterangan berbeda tentang siapa polisi ini. Dalam satu keterangan dia adalah perwira yang muncul dari mobil polisi. Dalam keterangan lain dia adalah polisi yang keluar dari pos polisi. Dalam keterangan ketiga dia adalah polisi bersepeda.

Cerita Serangan Bendera Palsu Charlie Hebdo Menyebar

Sejauh ini, kasusnya berjalan seperti operasi bendera palsu, berbicara seperti operasi bendera palsu, dan melanggengkan narasi 9/11 tentang “Islam radikal” seperti operasi bendera palsu. Jadi saya akan sebut ia bendera palsu sampai terbukti sebaliknya.

Serangan Bendera Palsu di Prancis?

Seandainya saya memang teoris konspirasi paranoid, atau intelektual konspirasi, atau apa saja, saya akan menduga seseorang melancarkan serangan baru ini persis selagi saya meninggalkan Paris dan berencana kembali satu bulan kemudian karena...well, karena mereka khawatir buku saya, We Are NOT Charlie Hebdo, bertambah panas dan berpotensi membeberkan kejahatan yang disponsori negara Januari silam. Menurut penafsiran paranoid ini, para penjahat tinggi Charlie Hebdo “terbang ke depan” ke dalam chaos lebih besar dan bahkan pemberangusan kebebasan lebih besar...khususnya kebebasan untuk mencari fakta soal teror bendera palsu.

Misi Israel dalam Konflik Darfur

(Sumber: Yusuf Burhanudin, “Misi Israel dalam Konflik Darfur”, Sabili No. 22 TH. XVI 21 Mei 2009 / 26 Jumadil Awal 1430, hal. 107-111) Darfur termasuk wilayah terbesar Sudan sebelah barat, dihuni oleh mayoritas Muslim. Darfur, yang berarti Negeri Fur, dinisbatkan kepada ‘Fur’, nama suku yang mendiami wilayah tersebut. Penduduk wilayah seluas setengah juta kilometer persegi … Continue reading Misi Israel dalam Konflik Darfur