Agenda China di Suriah

Penanganan China atas perang sipil Suriah berbeda nyata dari pendekatan Barat. Sejak awal konflik Suriah pada 2011, China konsisten menjunjung tinggi prinsip non-intervensi dalam urusan internal negara berdaulat. Penafsiran ketat China atas kedaulatan negara membuatnya memandang rezim Baath Assad sebagai satu-satunya otoritas pemerintahan yang sah di Suriah. China menyangkal argumen Barack Obama bahwa kejahatan perang Assad telah membuatnya kehilangan otoritas moral untuk memerintah Suriah.

Advertisements

Peran China Dalam Krisis Suriah

Baru-baru ini saya keberatan terhadap media China yang membuat modal politik dari krisis pengungsi Suriah dengan mencela AS lantaran tidak berbuat lebih banyak untuk membantu. Sejak saat itu teman-teman dan para pembaca merasa tersinggung oleh teori bahwa China sedang melempar batu dari dalam rumah kaca, dan sejujurnya, kesalahan ada pada saya karena menyajikan argumen yang terlalu menyederhanakan sebab-akibat.

Rusia dan Suriah “Mempersenjatakan” Krisis Pengungsi Untuk Mendestabilisasi Eropa

“Meski pengumuman publik berkata sebaliknya, Rusia tak berbuat banyak untuk menghadang Daesh (ISIS) tapi berbuat sangat banyak untuk menyokong rezim Assad dan para sekutunya. Bersama-sama, Rusia dan rezim Assad sengaja mempersenjatakan migrasi dalam upaya memberati struktur-struktur Eropa dan mematahkan keteguhan Eropa. Semua usaha konstruktif untuk mengakhiri perang boleh saja tapi tindakan harus berbicara lebih nyaring daripada perkataan.”

Rusia Sedang Merebut Timur Tengah Dari AS

Sejumlah perkembangan internasional penting akhir-akhir ini mengindikasikan bahwa Washington telah mengakui Moskow sebagai mitra setara. Para pejabat AS duduk di meja perundingan dengan sejawat Rusia mereka. Ini dibuktikan oleh pernyataan dari kepala Russian Airborne Troops tentang kemungkinan bantuan untuk Suriah. Apa yang mereka rundingkan? Sumber-sumber Barat menyebut topik bahasan adalah penyerahan diri Assad sebagai ganti konsesi masalah Ukraina.

Bagaimana Kremlin Memanipulasi Krisis Pengungsi Eropa

Oleh: John R. Schindler 6 April 2016 Sumber: Observer Intelijen Rusia dapat dideteksi dalam gelombang migrasi besar yang melanda Eropa. Apa ini artinya untuk keamanan Barat? Kini tak seorangpun dapat menyangkal bahwa krisis pengungsi yang menimpa Eropa tahun lalu telah mengubah lanskap politik benua tersebut. Kedatangan jutaan migran, utamanya dari Timur Tengah dan Afrika, dengan … Continue reading Bagaimana Kremlin Memanipulasi Krisis Pengungsi Eropa

Putin Pemain Kunci Dalam “New World Order”

Terlepas dari pamer kekuatan militer, para globalis di kedua kubu Timur-Barat menyebut cita-cita mereka sebagai pembentukan “New World Order”. “Tatanan” yang mereka bicarakan ini, sebagaimana akan kami perlihatkan, pada hakikatnya melambangkan sistem kendali politik dan ekonomi global atas umat manusia. Dan Putin, mantan bos KGB, sedang menempuh persis siasat-siasat ke arah tatanan dunia yang digarisbesarkan oleh elit Barat yang konon dia hadang. Dia sering menyebut visinya sebagai penegakan tatanan dunia baru “multipolar”. Tapi kian banyak bukti menunjukkan bahwa itu persis tatanan yang sama yang diusahakan para calo kekuasaan globalis Barat.

Menurut Logika, Vladimir Putin Adalah Boneka NWO

Para mantan agen KGB menegaskan bahwa Putin melakukan persis apa yang diperintahkan, bahwa dia praktisnya adalah boneka Illuminati. Putin sendiri mengakui menghargai loyalitas di atas segalanya, sesuatu yang lazim dari seorang boneka Illuminati. Mengingat tahun-tahun panjangnya sebagai agen KGB, loyalitas kepada atasan memungkinkannya untuk, bukan saja tetap hidup, tapi juga menaiki hirarki kekuasaan KGB.