Perdana Menteri Prancis Manuel Valls: “Kita Harus Belajar Hidup Dengan Teror, Seperti Israel”

Januari 2016, sewaktu berpidato di hadapan delegasi lobi Israel, Valls membacakan daftar serangan teroris “ISIS” beserta insiden “teroris” lain di Israel, mengklaim bahwa ini adalah bukti, “kita ada dalam perang dunia”, seraya tidak menyinggung sedikitpun soal pendudukan militer brutal Israel dan rezim pembersihan etnis sistematis yang mereka lancarkan terhadap penduduk asli Palestina sejak pendirian Negara Israel di tahun 1948.

Informan? Tersangka Teror Paris Pernah Bertemu Presiden Prancis Sarkozy Pada 2009

Bahkan, tersangka ketiga dalam peristiwa penembakan Paris pekan ini, Amedi Coulibaly, pernah bertemu Presiden Prancis Nicholas Sarkozy pada 2009, saat dia berumur 27 tahun (lihat gambar artikel di bawah). Kisah ini juga dapat ditemukan secara daring di Le Parisien.

Mossad Serang Charlie Hebdo

Setelah polisi ini “ditembak” di kepala dengan peluru kosong, tak ada tanda-tanda darah. Terdapat tiga keterangan berbeda tentang siapa polisi ini. Dalam satu keterangan dia adalah perwira yang muncul dari mobil polisi. Dalam keterangan lain dia adalah polisi yang keluar dari pos polisi. Dalam keterangan ketiga dia adalah polisi bersepeda.

Cerita Serangan Bendera Palsu Charlie Hebdo Menyebar

Sejauh ini, kasusnya berjalan seperti operasi bendera palsu, berbicara seperti operasi bendera palsu, dan melanggengkan narasi 9/11 tentang “Islam radikal” seperti operasi bendera palsu. Jadi saya akan sebut ia bendera palsu sampai terbukti sebaliknya.

Lagi-lagi Serangan Bendera Palsu di Paris?

Akan ada keterangan yang mungkin dapat dipercaya bahwa serangan Paris adalah serangan teroris sungguhan. Namun, keuntungan apakah yang didapat para pengungsi dari perbuatan menjadikan diri mereka sendiri tak diterima dengan aksi kekerasan terhadap negara tuan rumah, dan di manakah para pengungsi di Prancis memperoleh senjata otomatis dan bom? Bahkan, di mana orang Prancis bisa memperolehnya?