Rabbi Inginkan Eropa Islami Sebagai Balas Dendam Yahudi!

Kebencian patologis mereka terhadap bangsa Eropa dan nilai-nilai kita dibeberkan di www.davidduke.com dalam artikel saya tentang Profesor Nathan Abrams, yang menulis di Jewish Intellectual Quarterly. Di situ dia mendokumentasikan dominasi sempurna Yahudi atas pornografi dan mengutip raja-raja porno Yahudi bahwa motivasi mereka bukan semata finansial tapi didorong oleh “kebencian atavistik” terhadap bangsa Eropa dan moralitas Kristen. Ya, dia sungguh-sungguh melukiskan motivasi Yahudi dengan istilah ini, “kebencian atavistik”.

Perilaku Yahudi Sebabkan Holocaust, Kata Akademisi Terkemuka Asal Polandia

Krzysztof Jasiewicz, profesor di Polish Academy of Sciences dan pakar kenamaan hubungan Polandia-Yahudi, dikutip dalam majalah populer Polandia Focus, “Yahudi punya masalah sebab mereka yakin diri mereka adalah bangsa pilihan. Mereka merasa berhak menafsirkan segalanya, termasuk doktrin Katolik... Saya yakin tak ada gunanya berdialog dengan Yahudi, sebab itu tak membawa kita ke manapun,” katanya.

Lobi Yahudi Serukan “HAM” di UE, Tapi Mengingkari Rumah Palestina di Tepi Barat

Dalam tindakan munafik yang menggoncangkan, pemerintah Israel menyatakan “ilegal” bagi Uni Eropa mendanai proyek perumahan Palestina di Tepi Barat—sementara pada saat yang sama lobi Yahudi internasional meminta UE memaksakan undang-undang “hak sipil” kejam anti kebebasan berbicara—yang mencakup “hak atas perumahan”.

Yahudi: AS Harus Terima Lebih Banyak Muslim

Dengan kata lain, negara Yahudi—yang didukung HIAS, COPMAJ, dan JFNA—menolak menerima pengungsi Muslim karena negara itu—dan Yahudi yang mendukungnya—paham betul bahwa penerimaan ribuan “pengungsi” ini akan menghancurkan homogenitas ras Israel dan mengancam masa depan eksistensinya sebagai negara Yahudi.

Israel Halangi “Pengungsi” Dengan Membangun Tembok—Sementara Yahudi Mendukung Invasi “Pengungsi” Atas Eropa

Sekali lagi, dalam pertunjukan Supremasisme Yahudi hipokrit yang mencengangkan, pemerintah Israel menolak menerima satupun “pengungsi” dari Suriah atau Afrika—dan sedang membangun tembok baru untuk mencegah mereka masuk—sementara kaum Yahudi pendukung Israel di Eropa dan Amerika terus menuntut negara-negara non-Yahudi agar menerima semua agresor Dunia Ketiga tanpa ragu.