Rencana Yahudi Illuminati Untuk Genosida Eropa

Penyebab migrasi besar-besaran masih disembunyikan dengan lihai oleh sistem, dan dilukiskan sebagai kenyataan tak terhindari melalui propaganda multikulturalisme. Apa yang ingin mereka tampilkan sebagai keniscayaan dan fenomena spontan sesungguhnya merupakan rencana jangka panjang disengaja untuk memusnahkan wajah benua ini.

Elit Global Kepergok Merencanakan Invasi Islam Atas Eropa

Rencana pembanjiran Eropa dengan orang-orang Islam bukanlah berita baru. Pada 2012 silam, pengusaha Irlandia dan peserta Bilderberg Group Peter Sutherland berkata kepada House of Lords bahwa pimpinan Uni Eropa perlu “berbuat sebaik-baiknya untuk menggerogoti” “homogenitas” negara-negara anggota.

Agen NWO dan Pemuja Setan Berkomplot Hancurkan Eropa

“Penghancuran kreatif adalah nama tengah kita [jelas dia sedang menyinggung Gelintir Seram], baik di dalam masyarakat kita maupun di luar negeri. Kita merobohkan tatanan lama setiap hari, mulai dari bisnis, sains, sastra, seni, arsitektur, sinema hingga politik dan hukum. Musuh-musuh kita selalu benci angin puyuh energi dan kreativitas ini, yang mengancam tradisi mereka (apapun itu) dan membuat malu mereka lantaran tidak mampu mengikuti zaman... Kita harus hancurkan mereka demi memajukan misi bersejarah kita.”

Apakah ‘Krisis Migran’ Bagian Dari Plot Zionis Terhadap Bangsa Kulit Putih Eropa?

“Eropa sedang kehilangan identitasnya ke tangan bangsa lain dan agama lain, dan takkan ada sisa dan penyintas dari kenajisan Kristen, yang telah menumpahkan banyak darah yang takkan bisa ditebus,” tutup Efrati dalam ceramah kepada murid-murid Yeshiva-nya. Satu rabbi lain berkata bahwa agar Messiah Yahudi kembali ke bumi, “Eropa, Kristen” harus dimusnahkan total. “Jadi saya tanya pada kalian: apakah kabar bagus bahwa Islam menyerbu Eropa?” tanyanya. “Itu kabar luar biasa! Itu berarti kedatangan messiah.”

Rabbi Inginkan Eropa Islami Sebagai Balas Dendam Yahudi!

Kebencian patologis mereka terhadap bangsa Eropa dan nilai-nilai kita dibeberkan di www.davidduke.com dalam artikel saya tentang Profesor Nathan Abrams, yang menulis di Jewish Intellectual Quarterly. Di situ dia mendokumentasikan dominasi sempurna Yahudi atas pornografi dan mengutip raja-raja porno Yahudi bahwa motivasi mereka bukan semata finansial tapi didorong oleh “kebencian atavistik” terhadap bangsa Eropa dan moralitas Kristen. Ya, dia sungguh-sungguh melukiskan motivasi Yahudi dengan istilah ini, “kebencian atavistik”.

Israel Peringatkan Kehancuran Eropa Jika Boikot Berlanjut

Pasukan serbu Hallelu akan menyasar corong-corong media yang mempublikasikan berita negatif soal tindakan Israel, kata video ini. “Sederet pengacara akan mengejar secara hukum setiap situs, koran, jaringan TV di Israel dan luar negeri yang menebar dusta tentang operasi Israel,” tutur narator. “Organisasi-organisasi Israel akan belajar: mereka tak bisa lagi menulis apapun yang mereka mau.”

Blair, Imigrasi, dan Pengkhianatan Terhadap Pekerja Inggris

Menurut Bower, Blair diam-diam menginstruksikan kementerian-kementerian untuk melepas puluhan ribu pencari suaka ke Inggris, dengan menggolongkan ulang mereka sebagai ‘migran ekonomi’. Blair berencana mengubah wajah Inggris selama-lamanya dengan imigrasi masal.” Dia menyuruh pemerintahan Partai Buruh-nya untuk tidak pernah membahas manfaat arus masuk tiada tara ini di depan publik.

Hubungan Putin Dengan Israel/Yahudi Diperinci Dalam Kolom Israel

Faktanya adalah selama bom-bom dijatuhkan di Timur Tengah dan orang-orang Arab dan Muslim menjadi sekarat, Israel bahagia, menggosok-gosok tangannya dengan riang. Bom-bom Rusia tidak sedang dan tidak akan menyasar kota Israel manapun. Itu yang penting dari sudutpandang Zionis.

Israel Halangi “Pengungsi” Dengan Membangun Tembok—Sementara Yahudi Mendukung Invasi “Pengungsi” Atas Eropa

Sekali lagi, dalam pertunjukan Supremasisme Yahudi hipokrit yang mencengangkan, pemerintah Israel menolak menerima satupun “pengungsi” dari Suriah atau Afrika—dan sedang membangun tembok baru untuk mencegah mereka masuk—sementara kaum Yahudi pendukung Israel di Eropa dan Amerika terus menuntut negara-negara non-Yahudi agar menerima semua agresor Dunia Ketiga tanpa ragu.

World Jewish Congress dan Kelompok Resmi Yahudi Jerman Sambut Invasi Non-Kulit Putih

Selama bertahun-tahun, terdapat keluhan soal ketidakmauan negara ini untuk menjadi negara imigrasi, dan soal kurangnya ‘budaya menyambut’. Berdasarkan apa yang kita lihat selama pekan-pekan terakhir, itu jelas tidak benar,” sambung Lauder dan Schuster—mengabaikan fakta bahwa negara mereka, Israel, menangkap, menahan, dan mendeportasi orang-orang Dunia Ketiga yang mencoba bermukim di negara khusus Yahudi itu.

Prancis Khianati Israel—Lagi

Pada 30 Desember, Prancis, bersama pendukung demokrasi lainnya seperti Rusia, Chad, dan Yordania memihak resolusi Palestina berbias yang menjatuhkan dikte pada Israel, memaksa Negara Yahudi itu menarik diri ke perbatasan 4 Juni 1967 paling lambat tahun 2017. Terlebih, resolusi sepihak itu tidak memperhitungkan keamanan Israel dan klaim wilayah dan mengimplikasikan hak pulang bagi “pengungsi” Arab tak ramah dan keturunan mereka ke Israel sebagaimana mestinya.

Kemunafikan Yahudi Disoroti di Prancis

Dalam putusan terhadap para aktivis, yang mengaku hanya menggunakan kebebasan berekspresi, pengadilan mengutip “undang-undang republik Prancis mengenai kebebasan pers, yang menentukan hukuman penjara atau denda hingga $50.000 untuk pihak-pihak yang menghasut diskriminasi, kebencian, atau kekerasan terhadap orang atau sekelompok orang atas dasar asal-usul, keanggotaan atau bukan keanggotaan mereka dalam suatu kelompok etnis, bangsa, ras, atau agama tertentu.”

Editor Prancis Didenda Lantaran Menyebut Lobi Yahudi

Artikel Rivarol terkait hal ini menguraikan bahwa kasus yang memberatkan Dieudonné berawal dari organsiasi-organisasi swasta Yahudi, dan bahwa dengan menegakkan klaim mereka terhadapnya, pengadilan Prancis sedang menjadi “pengadilan kerabbian” dan karenanya Prancis hidup di bawah “tirani total Yahudi”.

Perdana Menteri Prancis Manuel Valls: “Kita Harus Belajar Hidup Dengan Teror, Seperti Israel”

Januari 2016, sewaktu berpidato di hadapan delegasi lobi Israel, Valls membacakan daftar serangan teroris “ISIS” beserta insiden “teroris” lain di Israel, mengklaim bahwa ini adalah bukti, “kita ada dalam perang dunia”, seraya tidak menyinggung sedikitpun soal pendudukan militer brutal Israel dan rezim pembersihan etnis sistematis yang mereka lancarkan terhadap penduduk asli Palestina sejak pendirian Negara Israel di tahun 1948.