Pengungsi atau Agresor?

Oleh: Brooke Binkowski
29 Maret 2016
Sumber: Snopes

Gambar-gambar yang mengklaim gelombang migran dan pengungsi pencari suaka adalah “mayoritas anak muda” didasarkan pada statistik cacat atau sesat.

KLAIM
Sebagian besar pengungsi adalah pria dewasa muda. Lihat contoh:

RATING

KEBANYAKAN PALSU

PANGKAL
Sejak kekerasan yang disponsori pemerintah pecah di Suriah pada 2011 (dan banyak negara lain menghadapi destabilisasi, tekanan kemiskinan, kekerasan tak tertahankan, atau paduan ketiganya), gelombang imigran, migran, dan pengungsi menyapu benua Eropa dan Amerika, membentur rintangan yang semakin bertambah menuju pendaratan aman: sentimen anti-imigran, pengetatan perbatasan, dan politik bermotif ras. Rumor dan misinformasi telah menjadi bagian utuh dari kampanye anti-pengungsi di seluruh dunia, di antaranya klaim bahwa para migran dan pengungsi, anehnya, masih muda, bugar, dan pria—dengan kata lain, mirip “tentara”, “teroris”, atau (seperti kata meme di atas secara blak-blakan) “agresor”.

Foto yang terlihat dalam meme ini diambil di Munich pada September 2015 dan dipakai untuk mengilustrasikan klaim bahwa banyak sekali pengungsi dan migran adalah pria dan muda. Klaim-klaim seperti ini membangkitkan ketakutan bahwa para pengungsi membawa masuk terorisme, pemerkosaan, gangguan seksual, pelecehan, dan penyakit masyarakat lain yang merundung masyarakat patriarkis, ketakutan yang telah menjadi bagian dari narasi umum perihal pengungsi.

Namun, statistik pengungsi membantah klaim ini. Menurut United Nations High Commissioner for Refugees, hingga 16 Maret 2016 mereka telah merekam hampir 5 juta pengungsi Suriah terdaftar: 2,1 juta ada di Mesir, Irak, Yordania, dan Lebanon, 1,9 juta di Turki, dan lebih dari 28.000 di Afrika Utara. Dari 5 juta pengungsi itu, lebih dari separuh (50,7%) adalah wanita.

Memang betul bahwa demografi pengungsi cenderung anak muda. Suriah adalah negara dengan populasi kaum muda yang besar, apalagi bila dibandingkan dengan Eropa yang beruban. Mayoritas orang Suriah berumur antara 24 s/d 54, dan cuma 4,02% dari populasi Suriah berumur lebih dari 65 per 2015, dibanding dengan angka 18,5% milik Uni Eropa. Jika populasi pengungsi dan migran menuruti demografi negara asal mereka, maka kita patut menduga minimal separuh pengungsi Suriah (dan lainnya) adalah pria, dan kebanyakan dari mereka berusia muda.

Jika memperhitungkan isu umur, per 2015 usia median Suriah adalah 23,8, Irak 19,7, dan Afghanistan 18,4. Sebagai perbandingan, usia median di AS adalah 37,7, Inggris 40,4, dan Jerman 46,5. Anak-anak dari Suriah (dan negara lain) menyusun sekurangnya sepertiga populasi pengungsi: anak-anak yang, entah dengan pendamping atau sendirian, sedang mencari kesempatan untuk tumbuh besar di negara yang tidak tercabik oleh kekerasan.

Namun, ada lebih banyak pria muda berbadan bugar dan lebih sedikit anak kecil di antara pengungsi yang muncul secara teratur di pantai-pantai Eropa dalam perahu. Alasannya sederhana: perjalanan lewat laut relatif pendek (di beberapa tempat hanya 2,5 mil, atau 4 kilometer) tapi penuh dengan bahaya di perairan, juga di daratan begitu mereka tiba. Sebuah selebaran informasi yang dibagikan kepada para pengungsi potensial yang berencana menyeberangi Laut Aegea menguraikan panjang-lebar beberapa bahaya itu:

Jangan menaiki perahu kelebihan muatan atau rusak.

Pastikan lambung kayu atau karet dalam kondisi bagus. Tak ada lubang, bagian yang robek atau kempis! Jika perahu dalam kondisi buruk, nyawa Anda beresiko!

Kami menyadari bahwa hubungan dengan penyelundup mungkin membuat persyaratan keamanan ini jadi mustahil. Tapi sebagian orang telah menolak naik perahu berkondisi buruk atau/dan kelebihan muatan, sebab ini menempatkan nyawa mereka dalam resiko.

Rata-rata, perahu sepanjang 10 meter tak bisa memuat lebih dari 10 orang. Angka ini naik jadi 30 orang untuk perahu 20 meter. Perahu kelebihan muatan beresiko tenggelam!

Pastikan ada cukup bahan bakar untuk panjang perjalanan dua kali lipat dari yang direncanakan!

Pastikan ada cukup dayung, dalam kondisi bagus, dan bahwa orang-orang yang memegang dayung memiliki pengalaman bagus dan bertubuh kuat.

Tindakan pencegahan selama perjalanan

Amati secara seksama dan coba dokumentasikan (dengan menuliskannya, misal) segala sesuatu yang terjadi atau yang Anda lihat selama perjalanan. Informasi apapun mengenai tempat dan waktu dapat berguna dalam keadaan darurat. Buat catatan, ambil gambar, dan caritahu koordinat GPS jika memungkinkan. Waspada terhadap karang atau perahu lain yang dapat menyebabkan tabrakan!

Lindungi diri Anda dari dingin, dan jaga pakaian Anda tetap sekering mungkin.

Jangan berjalan-jalan di perahu, agar keseimbangannya terus terjaga!

Pertahankan sikap tenang dan hindari konflik bagaimanapun caranya! Saling menolong, dan saling melindungi nyawa. Dalam tahun-tahun terakhir, kesetiakawanan di antara penumpang telah menyelamatkan banyak nyawa!

Berpegangan kuat-kuat pada perahu. Gerakan mendadak atau reaksi kalut dapat menempatkan diri Anda dalam resiko karena orang-orang dapat dengan mudah jatuh dari perahu, dan perahu itu sendiri bisa terbalik! Ada beberapa kasus di mana kaum wanita dan anak-anak tewas karena terjebak dalam kabin di kolong geladak. Namun, kadang-kadang, khususnya dalam cuaca buruk, berada di luar juga berbahaya. Jadi jika Anda di dalam kabin, siagalah dengan apa yang sedang terjadi di luar dan pastikan Anda dapat keluar darinya dengan mudah.

Mengingat resiko tenggelam dan penangkapan, dan lain-lain yang tidak mudah dilihat seperti pemerkosaan atau serangan fisik, banyak pria memutuskan pergi duluan seorang diri dan memanggil keluarga mereka belakangan, begitu mereka telah menetap di negara baru.

Namun, gambar dalam meme “agresor” ini (“Di mana kaum wanita, anak-anak, dan lansia?”) tidak memperlihatkan penyeberangan laut. Itu memperlihatkan sekelompok orang (kebanyakan pria muda) yang baru turun dari kereta dan dipakai untuk menopang klaim bahwa mayoritas pengungsi adalah pria dan muda. Foto ini diambil di Munich, Jerman, pada 12 September 2015, dan keterangan gambarnya tidak menyebutkan persis dari negara apa kelompok migran ini bepergian:

MUNICH, JERMAN—12 SEPTEMBER: Migran tiba dengan kereta di stasiun Munich Hauptbahnhof pada 12 September 2015 di Munich, Jerman. Pihak berwenang Jerman memperkirakan 10.000 migran akan tiba dengan kereta hari ini, kebanyakan dari Hongaria lewat Austria, menambah kurang-lebih 20.000 yang telah tiba dalam 48 jam terakhir. Jerman sedang mendistribusikan migran ke seluruh pelosok dan sedang berjuang mendaftarkan dan memondokkan mereka. Banyak dari para migran ini datang dari Suriah, Afghanistan, dan Irak dan sedang mencapai Eropa barat lewat Balkan.

Sebuah foto lain yang diambil beberapa saat kemudian di tempat yang sama memperlihatkan lebih banyak lagi pria muda:

Gambar-gambar ini tampak mendukung klaim “pria dan sangat muda” yang beredar dalam meme semacam ini (dan sering diulang, tanpa kritis, oleh para politisi). Padahal, ada alasan kuat kenapa kaum wanita dan anak-anak tidak terlihat di antara kerumunan ini: mereka semua bepergian di atas kereta terpisah yang tiba di Munich sehari kemudian:

MUNICH CENTRAL STATION, MUNICH, BAVARIA, JERMAN—13 SEPTEMBER 2015: Pendatang baru memasuki pos pendaftaran. Kendati Jerman mengumumkan—dan kini sudah– menutup perbatasannya untuk pengungsi, para pencari suaka terus berdatangan ke Munich Central Station. Ada dukungan kemanusiaan luas dari warga Munich. (Foto oleh Michael Trammer/Pacific Press/LightRocket via Getty Images)

Jadi, untuk menjawab pertanyaan yang diajukan dalam meme: Kaum wanita dan anak-anak tidak ada dalam foto karena mereka naik kereta berbeda yang tiba keesokan hari. Kaum lansia tidak terdapat dalam gambar ini (atau tidak terlihat dalam banyak gambar lain) karena, secara statistik, tak banyak lansia di negara-negara terkoyak perang dan tak stabil yang memuntahkan pengungsi, dan mereka yang memang berusaha melakukan pelarian penuh bahaya dan menuntut kekuatan fisik dari negara-negara tersebut seringkali tidak bertahan hidup melewati pengalaman itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s