Oleh: Alex Newman
25 September 2014
Sumber: www.henrymakow.com

Putin tidak melambangkan benteng terhadap New World Order, sebagaimana diharapkan banyak orang. Inti Rencana adalah menciptakan blok-blok regional sebagai langkah transisi menuju satu pemerintahan dunia. Putin telah menjadi penganjur aktif proses ini.

Obama dan Putin

Bagaimana jika—terlepas dari histeria “Timur vs Barat” dan “Perang Dingin Baru” yang dikobarkan oleh politisi dan media mainstream—kedua belah pihak sebetulnya bekerja menuju cita-cita yang sama dengan memanfaatkan sarana yang hampir sama?

Terlepas dari pamer kekuatan senjata, para globalis di kedua pihak pembagi Timur-Barat menyebut cita-cita mereka sebagai pembentukan “New World Order”.

“Tatanan” yang mereka bicarakan ini, sebagaimana akan kami tunjukkan, pada hakikatnya melambangkan sistem kendali politik dan ekonomi global atas umat manusia. Dan Putin, mantan bos KGB, menempuh strategi ke arah tatanan dunia yang digarisbesarkan oleh penguasa Barat yang sama yang katanya dia hadang. Dia kerap menyebut visinya sebagai pemberlakuan tatanan dunia “multikutub” baru. Padahal itu persis tatanan yang diusahakan oleh para calo kekuasaan globalis Barat.

Alih-alih memaksakan pemerintahan global totaliter matang pada dunia secara tiba-tiba, para globalis top telah menggarisbesarkan siasat berbeda. Pada hakikatnya, plot ini bertujuan membagi manusia dan negara di planet ini ke dalam “kawasan-kawasan” yang diperintah oleh lembaga supranasional—seperti Uni Eropa.

Bahkan, mantan Menteri Luar Negeri AS, Henry Kissinger, telah menjelaskan siasat ini dalam banyak kesempatan. Paling anyar, menulis di Wall Street Journal 29 Agustus, Kissinger berkata, “Pencarian kontemporer terhadap tatanan dunia akan memerlukan strategi padu untuk membentuk konsep tatanan di dalam berbagai kawasan dan menghubungkan tatanan-tatanan regional ini dengan satu sama lain.”

Henry Kissinger

Tapi siasat ini bukan barang baru. Pada 1995, Zbigniew Brzezinski, arsitek Trilateral Commission keji milik David Rockefeller, pada dasarnya menguraikan rencana yang sama. “Kita tidak bisa lompat ke dalam pemerintahan dunia dalam satu langkah cepat,” katanya. “Ringkasnya, prasyarat untuk globalisasi akhir—globalisasi tulen—adalah regionalisasi progresif, karena dengan begitu kita bergerak menuju satuan-satuan yang lebih besar, lebih stabil, lebih kooperatif.”

Pamer kekuatan senjata Putin terkait masalah Ukraina justru menyediakan dasar rasional untuk integrasi Barat berkelanjutan—lewat UE, NATO, dan “kemitraan transatlantik”—guna menandingi beruang Rusia.

Tapi selain itu Putin juga mengejar [gagasan] “New World Order” lewat pendekatan regionalisasi. Paling utama di antara skema-skema ini adalah “Uni Eurasia”, yang menyatukan rezim-rezim pemerintah Rusia, Belarusia, dan Kazakhstan. Pada akhirnya, Putin dan sejawatnya berharap memperluas uni ini hingga mencakup rezim-rezim bekas Soviet lain di kawasan, terutama anggota-anggota Commonwealth of Independent States (CIS).

Pada 2011 Putin menulis: “Kami usulkan sebuah persatuan supranasional kuat yang mampu menjadi salah satu kutub di dunia modern dan berfungsi sebagai jembatan antara Eropa dan kawasan dinamis Asia Pasifik. Berdampingan dengan para pemain kunci dan struktur regional lain, seperti Uni Eropa, AS, China, dan APEC, Uni Eurasia akan membantu memastikan pembangunan global berkelanjutan.”

Putin-Kissinger

“Pembangunan berkelanjutan” tentu saja melambangkan puncak visi globalis Barat untuk tatanan barunya—kendali global tersentralisasi atas setiap aspek hidup manusia.

Pada akhirnya, sebagai bagian dari siasat globalis, pencarian tatanan dunia akan harus “menghubungkan tatanan-tatanan regional ini dengan satu sama lain”, seperti kata Kissinger baru-baru ini. Lagi-lagi Putin menempuh garis tersebut. “Rusia dan UE sepakat membentuk ruang ekonomi bersama dan mengkoordinir regulasi ekonomi tanpa pendirian struktur supranasional pada 2003 silam,” tulisnya. “Segaris dengan gagasan ini, kami usulkan pendirian komunitas ekonomi selaras yang membentang dari Lisbon hingga Vladivostok, zona perdagangan bebas, dan bahkan penerapan pola integrasi yang lebih rumit. Kami juga usulkan untuk mengejar kebijakan terkoordinir di bidang industri, teknologi, sektor energi, pendidikan, sains, dan juga akhirnya membuang visa. Proposal-proposal ini belum dicampakkan; kolega-kolega Eropa kami sedang merundingkannya secara rinci.”

Putin dan para pemimpin BRIC. Ekspresi mengerikan itu lagi.
Putin dan para pemimpin BRIC. Ekspresi mengerikan itu lagi.

Pada Juli, Putin melancong ke Brazil untuk membantu mendirikan Community of Latin American and Caribbean States (CELAC), yang mencakup semua pemerintahan di Amerika kecuali AS dan Kanada.

Bukan cuma CELAC—didirikan pada tahun-tahun belakangan oleh kaum sosialis Amerika Latin dengan dukungan kuat Cina-Rusia sebagai “imbangan berat” bagi “imperialisme” AS—yang diminati oleh Putin. Nyatanya, sang pemimpin Rusia menyebut Moskowa “terbuka terhadap interaksi substantif dengan semua formasi integrasi di kawasan Amerika Latin.” Itu meliputi Union of South American Nations (UNASUR), Common Market of the South (Mercosur), Bolivarian Alliance for the Peoples of Our America (ALBA), Pacific Alliance, Central American Integration System (SICA), dan Caribbean Community (CARICOM), tutur Putin di Havana.

Puncaknya, sebagaimana diperjelas oleh Putin, seluruh dunia akan dilibatkan. “Kami yakin akan ditemukan solusi dalam menemukan pendekatan bersama dari bawah ke atas, pertama-tama di dalam lembaga regional yang ada, seperti di antaranya UE, NAFTA, APEC, ASEAN, sebelum mencapai kesepakatan dalam dialog antara mereka,” tulisnya. “Ini semua adalah batu bata integrasi yang dapat dipakai untuk membangun ekonomi global lebih berkelanjutan.”

Komentar Makow: Kita jangan lupa, Putin memainkan peran sentral dalam pembantaian elit Polandia di Smolensk pada April 2010. Rekan-rekan globalisnya di Barat mengisyaratkan restu mereka dengan tidak hadir di pemakamannya. Seorang Kristen sejati!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s