Bagaimana Putin Adalah Bagian Dari NWO

Alih-alih memaksakan pemerintahan global totaliter matang pada dunia secara tiba-tiba, para globalis top telah menggarisbesarkan siasat berbeda. Pada hakikatnya, plot ini bertujuan membagi manusia dan negara di planet ini ke dalam “kawasan-kawasan” yang diperintah oleh lembaga supranasional—seperti Uni Eropa.

Advertisements

Apakah Putin Oposisi Palsu?

Seperti Perang Dunia II, Perang Dunia III akan melambangkan perlawanan terhadap hegemoni Yahudi Masonik atas dunia. Itu akan mengadukan nasionalis dengan “globalis” (Zionis). Satu-satunya persoalan adalah apakah, seperti Hitler, Putin melambangkan “oposisi palsu”.

Agen NWO dan Pemuja Setan Berkomplot Hancurkan Eropa

“Penghancuran kreatif adalah nama tengah kita [jelas dia sedang menyinggung Gelintir Seram], baik di dalam masyarakat kita maupun di luar negeri. Kita merobohkan tatanan lama setiap hari, mulai dari bisnis, sains, sastra, seni, arsitektur, sinema hingga politik dan hukum. Musuh-musuh kita selalu benci angin puyuh energi dan kreativitas ini, yang mengancam tradisi mereka (apapun itu) dan membuat malu mereka lantaran tidak mampu mengikuti zaman... Kita harus hancurkan mereka demi memajukan misi bersejarah kita.”

Apakah ‘Krisis Migran’ Bagian Dari Plot Zionis Terhadap Bangsa Kulit Putih Eropa?

“Eropa sedang kehilangan identitasnya ke tangan bangsa lain dan agama lain, dan takkan ada sisa dan penyintas dari kenajisan Kristen, yang telah menumpahkan banyak darah yang takkan bisa ditebus,” tutup Efrati dalam ceramah kepada murid-murid Yeshiva-nya. Satu rabbi lain berkata bahwa agar Messiah Yahudi kembali ke bumi, “Eropa, Kristen” harus dimusnahkan total. “Jadi saya tanya pada kalian: apakah kabar bagus bahwa Islam menyerbu Eropa?” tanyanya. “Itu kabar luar biasa! Itu berarti kedatangan messiah.”

Manuel Valls Tolak Ide Kuota Migran di Uni Eropa

Rencana aksi untuk imigrasi dan suaka yang dipresentasikan Rabu lalu oleh Komisi Eropa menyediakan beberapa kuota wajib demi sebaran pengungsi yang adil dan, kalau-kalau terjadi krisis, pengalihan pencari suaka antara negara-negara UE. Tujuannya adalah untuk meringankan beban negara-negara semacam Italia atau Yunani dan menawarkan 20.000 jatah tambahan yang tersebar di UE kepada orang-orang beridentitas di zona krisis sebagai pihak yang membutuhkan perlindungan demikian.

Blair, Imigrasi, dan Pengkhianatan Terhadap Pekerja Inggris

Menurut Bower, Blair diam-diam menginstruksikan kementerian-kementerian untuk melepas puluhan ribu pencari suaka ke Inggris, dengan menggolongkan ulang mereka sebagai ‘migran ekonomi’. Blair berencana mengubah wajah Inggris selama-lamanya dengan imigrasi masal.” Dia menyuruh pemerintahan Partai Buruh-nya untuk tidak pernah membahas manfaat arus masuk tiada tara ini di depan publik.