(Sumber: Sabili No. 1 TH. XVII 30 Juli 2009 / 8 Syaban 1430, hal. 7)
Di sela-sela penghitungan suara hasil Pemilihan Presiden, pemerintah Republik Indonesia melalui Bank Indonesia menerbitkan uang baru dengan nilai Rp 2000 dengan tahun emisi 2009. Menurut Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia, Miranda S. Goeltom, penerbitan pecahan baru ini untuk memenuhi kebutuhan uang rupiah di masyarakat dalam jumlah nominal yang cukup, jenis pecahan yang sesuai, tepat waktu dan dalam kondisi layak edar.
Menurut survey Bank Indonesia, penerbitan uang baru ini berdasarkan kebutuhan masyarakat pada pecahan dengan nominal Rp 2000 untuk memudahkan transaksi. Uang ini bergambar Pangeran Antasari, salah seorang pahlawan nasional asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Di bagian belakang uang kertas ini bergambar tarian adat Dayak. Secara resmi uang ini akan beredar mulai 10 Juli 2009 dan berlaku sebagai alat tukar resmi.
Itulah pengumuman resmi yang akan beredar di tengah-tengah masyarakat tentang penerbitan uang kertas baru dengan pecahan 2000. Pengumuman yang tak resmi, pemerintah akan mengganti uang kertas pecahan Rp 1000 dalam waktu dekat. Dengan alasan, biaya produksi uang logam jauh lebih murah dan tidak gampang lusuh. Alasan remeh dan sama sekali tidak substansial! Read more…


















Komentar Terbaru